Click here for Myspace Layouts

Senin, 10 Agustus 2009

Karet , ,Pewiwilan dan Perangsangan Cabang



Pemeliharaan terdiri dari pengendalian gulma, pe,upukan, pengendalian penyakit, pewiwilan ( pemangkasan tunas palsu dan tunas liar) dan perangsangan cabang.
Ada beberapa cara perangsangan cabang, tapi yang umum dilakukan adalah dengan pemenggalan batang.
Pemotongan tunas palsu
  • Tunas palsu adalah tunas tunas yang tumbuh bukan dari mata okulasi. Tunas ini banyak dijumpai pada stump mata tidur, sedangkan pada bibit stump min atau bibit polibag tunas palsu tersebut relatif kecil.
  • Tunas-tunas palsu perlu dibuang, supaya tanaman dalam satu blok tumbuh dengan seragam. Tunas palsu dapat menghambat tumbuhnya mata okulasi dan bahkan dapat menyebabkan mata okulasi tidak tumbuh sama sekali
  • Pemotongan tunas palsu harus dilakukan sebelum tunas berkayu
  • Tunas palsu dibuang selama 2 bulan pertama dengan rotasi 1 kali 2 minggu
Pembuangan tunas cabang ( tunas kiar)
  • Pembuangan tunas cabang perlu dilakukan untuk mendapatkan bidang sadap yang baik yaitu, berbentuk bundar, lurus dan tegak. Dengan tinggi dua setengah sampai 3 meter.
  • Tunas cabang dibuang sampai tanaman mencapai ketinggian 1,8 meter untuk percabangan rendah dan 2,5 meter untuk percabangan yang umum
  • Tunas cabang yang tumbuh pada ketinggian dua setengah sampai tiga meter diatas tanah dibiarkan tumbuh.
Harus tepat waktu, yaitu sebelum berkayu. Cabang yang telah berkayu selain sukar dipotong akan merusak batang kalau pemotongannya kurang hati hati.
3. Perangsangan Percabangan
  • Pada tanaman karet muda sering dijumpai tanaman yang tumbuhnya meninggi tanpa cabang
  • Tanaman ini pertumbuhan batangnya lambat sehingga matang sadapnya agak lama
  • Tanaman muda yang demikian bagian ujungnya mudah dibengkokkan oleh angin, akibatnya akan tumbuh tunas cabang secara menyebelah, sehingga tajuknya tidak simeteris dan cabang mudah patah oleh angin yang kencang.
  • Perangsang cabang dapat dilakukan pada saat tanaman telah berumur 2 – 3 tahun dengan tinggi 2,5 meter dan belum mempunyai percabangan


  1. Metoda perangsangan :
4.1. Metoda lipat daun
  • Tutup kuncuk dengan daun sebelah atas dari gulungan daun yang terakhir paling sedkit 2,5 meter tingginya dari tanah
  • Perlipatan daun dilaksanakan pada saat daun menua
  • Setelah 30 hari lipatan daun harus dibuka.
4.2. Metode Pemotongan daun
  • Daun daun pada payung dengan ketinggian kira kira 2,5 meter dipotong 12/4 bagiannya dengan gunting pisau tajam
  • Pemotongan dilakukan pada saat daun menua
  • Prinsip pemotongan daun ini sama dengan prinsip perangsangan daun pada kebun entres untuk merangsang tumbuhnya mata entres
  • Tunas tunas yang keluar dibiarkan tumbuh 2 – 3 mata, sisanya dibuang
4,3, Pengeratan Batang
  • Buat keratan pada ketinggian 2.5 – 3,0 cm
  • Setelah cabang muncul dibawah keratan pilihlah 2 – 3 cabang yang baik dan menuju 3 arah berlawanan
4.4 Pemenggalan batang
  • Penggalan dibuat pada ketinggian 2,5 – 3, meter sedikit diatas kumpulan mata
  • Pemenggalan dilakukan pada awal musim penghujan
  • Pemenggalan hanya dilakukan pada tanaman yang batangnya suidah berwarna coklat.
  • Penggalan dibuat miring/serong dan olesi dengan obat penutup luka ( parafin liar)
  • Lakukan penajrangan tunas pada minggu ke 3 sampai minggu ke 8 ( sisakan 3 – 4 tunas saja )
  • Luka potongan harus diolesi dengan parafin atau ter sehingga tidak terserang hama penyakit
Diantara carametoda diatas, metoda tipe daun dan pemotongan daun paling baik bagi tanaman karena tidak ada stagment, tapi keduanya memerlukan tenaga cukup besar.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar