Click here for Myspace Layouts

Selasa, 30 Juni 2009

RENCANA KEGIATAN KELOMPOK

2.Rekapitulasi Rencana Usaha Keluarga

a.Rekapitulasi jenis usaha yang telah disusun oleh anggota kelompok yang menyangkut luas/volume usaha, kebutuhan sarana modal dan alat yang dibutuhkan oleh masing-masing keluarga
b.Identifikasi masalah yang muncul dalam setiap jenis usaha dalam RUK yang
telah disusun. Kelompokkan masalah masalah yang sama dihadapi oleh anggota.
c.Musyawarahkan masalah-masalah apa saja yang dianggap menjadi prioritas untuk dipecahkan melalui kegiatan kelompok . Masalah usaha anggota dapat dijadikan prioritas dengan pertimbangan :
  •  Dihadapi oleh sebagian besar anggota
  •  Memiliki dampak yang besar bila tidak ditangani secara bersama.

3.Analisis Prioritas Kebutuhan

Analisa kebutuhan adalah proses penilaian terhadap sumberdaya yang dimiliki dan dibutuhkan keluarga tani yang diutangkan dalam RUK ini diperlukan agar kelompok dapat membantu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi keluarga tani dalam pengelolaan usaha pertaniannya yang pemecahannya dapat lebih efektif dan efisien bila ditangani secara bersama.

Analisis kebutuhan dan potensi kelompok dalam mendukung RUK meliputi modal tenaga kerja, sarana produksi, teknologi, infrastruktur seperti pasar maupun peralatan –peralatan di bidang teknis pertanian , perkebunan, peternakan, perikanan maupun industri ( rumah tangga)

Rencana Kegiatan Kelompok (Bagian satu)

Pengertian :

Perencanaan atau sering disingkat rencana adalah suatu upaya optimalisasi pemanfaatan sumberdaya ilmu pengetahuan dan teknologi serta informasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemilihan alternative tindakan yang rasional dilakukan oleh seluruh anggota kelompok untuk menghasilkan rencana kegiatan yang sesuai dengan tujuan dan kondisi kelompok
Keterlibatan anggota kelompok tidak hanya terbatas dalam pengertian ikut serta secara fisik tetapi lebih ditekankan pada keterlibatan aktif dalam proses penggalian ide dan pengambilan keputusan

Kelompok Tani adalah kumpulan petani yang tumbuh berdasarkan keakraban dan keserasian serta kesamaan kepentingan dalam memanfaatkan sumberdaya pertanian untuk bekerjasama meningkatkan produktivitas usahatani dan kesejahteraan anggotanya.

Rencana Kegiatan Kelompok adalah rencana kegiatan yang disusun oleh anggota kelompoktani secara sistematis dan partisipatif dalam memecahkan permasalahan –permasalahan usaha yang tidak dapat diselesaikan oleh keluarga tani tersebut yang membutuhkan kerjasama dan tindakan dalam skala yang lebih besar.

Rencana Usaha Keluarga ( RUK)

B A B I
PENDAHULUAN


1.Latar Belakang

Menurut UUD No 12 Tahun 1992 tentang Budidaya Tanaman memberikan kebebasan kepada petani untuk memilih komoditi yang diusahakan , dan mengambil keputusan sendiri atas pengelolaan usaha pertaniannya, berdasarkan pertimbangan – pertimbangan yang dimilikinya.
Penyuluh Pertanian berperan sebagai konsultan, pendamping dan mitra petani dalam memfasilitasi agar petani dan keluarganya serta pelaku usaha pertanian lainnya mampu mengambil keputusannya sendiri, dengan jalan :

a.Membantu menemukan masalah
b.Membantu menganalisis situasi yang sedang dihadapi dan melakukan perkiraan kedepan ;
c.Membantu memperoleh pengetahuan / informasi teknologi, pasar, permodalan dan kemudahan – kemudahan lain guna memecahkan masalah
d.Membantu mengambil keputusan betrdasarkan analisis terhadap situasi dan masalah yang dihadapinya.

Langkah awal dalam mewujudkan keputusan yang diambil dalam pengelolaan usaha pertaniannya adalah dengan menyusun Rencana Usaha Keluarga ( TUK), RUK ini dibuat dan disepakati serta dilaksanakan oleh keluarga tani

2. Tujuan
a.Sebagai acuan bagi keluarga tani dalam melaksanakan pengelolaan usaha pertanian yang lebih produktif dan menguntungkan
b.Sebagai acuan untuk mengembangkan jenis usaha tani atau melakukan diversifikasi ( horizontal) terhadap jenis komoditas yang sedang diusahakan secara realitas dan rasional.

3. Manfaat
a.Keluarga tani dapat mengetahui dan menggali potensi sumberdaya pertanian yang dimilikinya yang tersedia di desa dan lingkungannya.
b.Keluarga tani dapat merencanakan secara sistematis :
Jenis usaha dan kegiatan yang akan dilaksanakan ( dimana, kapan dan siapa yang akan melaksanakan)
Sarana kegiatan dan biaya yang diperlukan
c.Dengan menyusun RUK secara berkelanjutan , keluarga tani senantiasa dapat memulai / mengevaluasi hasil kegiatan usaha pertaniannya sehingga dapat terus memperbaiki produktivitas usahanya kearah yang lebih menguntungkan.

Sabtu, 27 Juni 2009

Penawaran Menarik ( Mendekati Gratis )



Anda suka mendownload artikel tentang pertanian
Anda boros waktu
Anda kehilangan banyak uang untuk menjelajah Situs - Situs Pertanian
Anda Susah mendapatkan info atau materi tentang pertanian, perikanan, perkebunan serta peternakan
Tidak usah kemana - mana disini tempatnya

Daftar isi dari cd yang dimaksud ada difoto :

Suka mengoleksi file pertanian
Saya banyak koleksi mulai dari :

Agribisnis
Pertanian
- Padi ( Psang Surut, Lahan Kering, Padi Sawah dan Padi Hibrida )
- Petunjuk dan Aplikasi yang berhubungan Padi
- Sayuran ( Cabai, Kacang Panjang, dll )
- Palawija ( Jagung Manis,Jagung Hibrida )
- Buah - buahan ( Hortikulura) = Jeruk, Pisang, Melon
Peternakan
- Ayam Buras ( Beternak, Pakan dan Penyusunan Pakan )
- Itik ( Analisia UT, Budidaya )
Perkebunan ( Budidayam Pengolahan )
- Karet
- Sawit
- Kopi
- Kelapa
Perikanan
Penyuluhan Pertanian
- Metode Penyuluhan
- Pedoman dan Petunjuk
Pupuk Organik dan Kompos
- Pupuk Organik
- Pembuatan Pupuk dengan Bokashi, M-Dec, dll
- Pembuatan kompos
- Pertanian Organik
Peraturan dan Undang Undang Pertanian
- UU Sistem Penyuluhan
- Permentan tentang Kelembagaan Tani ( Kel.Tani, Gapoktan, RDKK, Sistem Laku )
- Permentan tentang Jabatan Fungsional bagi Penyuluh Pertanian
- PP Swadaya
Petunjuk, Pedoman tentang Penyuluhan, Program Pertanian
Hama , Penyakit Tanaman Padi, Buah
Software pertanian ( Sistem Padi Indonesia )
Software Bonus ( Antivirus gratis/free = Smadav versi 4.3, PC Media Versi 2.0c)
Software untuk baca file Pdf dan edit PDf

Banyak lagi
Banyak
Banyak
Banyak
Susah menyebutnya

Bentuk file ada yang

1. Pdf
2. Microsoft word
3. Microsoft Power Point

Semua bahan / buku kukukmpulkan dari :

a. Mengikuti pelatihan resmi diBalai Diklat
b. Mendownload di situs / internet secara gratis
c. Edit dari bahan / materi milik proibadi
d. Sumber lainnya

Anda berminat memilikinya

Bagaimana caranya
Tidak bayar
Tidak transfer uang banyak
Anda cukup ganti biaya kirim sesuai tempat tinggal Anda

Bentuk materi/ buku di dalam CD yang berjumlah lebih 400 Mb

Anda seperti memiliki buku yang banyak
Anda memiliki perpustakaan pribadi

Tertarik
Mau
Ya kontak Aku
Tulis :
Nama lengkap
Alamat lengkap
No Rekening /Nama Bank/Cabang
Berapa ongkos menurut anda


lewat email ku : mbaksyifa@gmail.com
atau lewat hp : 081251167462 ( sms boleh, bicara dilayani )

Siapa saja ;
Diutamakan Penyuluh Pertanian, Petani, Pelajar,Mahasiswa yang kuliah dibidang Penyuluhan seperti Fakultas Pertanian Jurusan Sosek.

Jumat, 26 Juni 2009

Alamat Blog dan Website Pertanian , Agribisnis

1.AGRIBINIS ONLINE

a.website Kelayakan usaha

: b.Agribisnis Online Milik Deptan

: c.Agribisnis online 1 :

d.Situs Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertaninan :

e.Indonesia online shop guide and directory :

f.Supermarket tanaman hias di BSD City. Link:

g.Surat Kabar Bisnis Indonesia :

h.Bahan/ artikel tentang Pertanian khusus Agribisnis

www.pdfdatabase.com/index.php?q=usaha+agribisnis+pertanian - -

Agribisnis onlie 3

http://info-agronomi.blogspot.com/2009/05/potensi-pasar-agribisnis-indonesia.html

2.KELEMBAGAAN PEMERINTAH :
a. Departemen Pertanian RI

http://www.deptan.go.id

b. Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian

/
c. Direktorat Budidaya Tanaman Rempah dan Penyegar Direktorat Jenderal Perkebunan


BUKU DAN MAJALAH ONLINE
a. Majalah Trubus :


SITUS WEB PERORANGAN
a. Pakar Pemasaran/ Ekomomi Indonesia

http://www.prof-soekartawi.net/

b. Kumpulan materi budidaya milik perorangan

c. Pakar pertanian dari Indonesia berada diluar negeri bidang Pertanian dan Perikanan


LEMBAGA KHUSUS
a. Pusat Data khusus pertanian


b. Sentra Informasi Iptek

Selasa, 23 Juni 2009

Proposal Kelayakan Usaha ( Bagian dua)

SISTEMATIKA STUDI KELAYAKAN USAHA BISNIS

a. Pendahuan
b. Aspek Pasar dan Pemasaran
c. Aspek Tehnis dan Teknologi
d. Aspek Organisasi dan Manejemen
e. Aspek Eknomi dan Keuangan
f. Kesimpulan dan rekomendasi serta lampiran-lampiran yang diperlukan.

Sistematika Pernyusunan
1. Pendahuluan
  • Latar Bekang masalah yang memberikan jawaban dari beberapa pertanyaan : jenis kegiatan atau gagasan usaha/proyek yang akan direncanakan, alasan dalam pemilihan gagasan usaha/proyek, serta manfaat apa saja yang dapat diperoleh dengan adanya gagasan usaha/proyek tersebut.
  • Jelaskan : Usaha/Proyek baru atau perluasan usaha/proyekyang telah ada serta jenis produk yang dihasilkan.
  • Manfaat /Benefit : Finansial dan Sosial Benefit.
2. Aspek Pasar dan Pemasaran
  •  Permintaan pasar dari produk yang dihasilkan merupakan dasar dalam penyusunan jumlah produksi, 
  • Rencana pembelian bahan baku, jumlah Tenaga Kerja yang diperlukan serta fasilitas lain yang dibutuhkan.
  • Melingkupi : peluang pasar, perkembangan pasar, penetapan pangsa pasar dan langkah-langkah yang perlu dilakukan.
  • Mengenai kendala-kendala yang dihadapi dalam pemasaran, pesaing, kekuatan, dan kelemahanny, keunggulkanan dari usaha yang direncanakan
  • Program dan tehnis pemasaran : cara pendistribusian produk yang dihasilkan, cara promosi, pengangkutan, penjualan,pergudangan, sistem pembayaran ,dll
3. Aspek Tehnis dan Teknologi
  • Faktor yang diuraikan adalah lokasi usaha, sumber bahan baku, jenis teknologi, kapasitas produksi, jenis dan jumlah investasi
  • Membuat rencana produksi selama umur ekonomi usaha
  • Pemilihan jenis teknologi yang digunakan : jenis, jumlah dan ukuran serta alasan-alasan dalam pemilihan dihubungan dengan masalah yang akan dihadapi investasi lainnya.
  • Rencana produksi pada setiap tahun selama umur ekonomis usaha yang didasarkan pada :
         a. Peluang pasar
         b. Kapasitas produksi
        c.  Penyusunan keperluan kegiatan secara teknis,

Proposal Kelayakan Usaha ( Bagian Satu)

KELAYAKAN USAHA


Jenis Usaha                : .................................................

Desa/Kelurahan           : .................................................

Kecamatan/Kabupaten  : .................................................



I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Uraikan secara singkat alasan pemilihan jenis usaha tersebut dilihat dari potensi wilayah pangsa pasar, kebijakan pemerintah, dan alasan lain yanbg menunjang.


Jelaskan manfaat yang akan diperoleh dari kegiatan usaha tersebut bagi pengusaha) individu, kelompok usaha), masyarakat dan pemerintah.

Agar Mimpi Petani Menjadi Kenyataan

Bagi petani kecil agribisnis hortikultura adalah usaha budidaya diikuti pemasaran produk untuk memperolah pendapatan optimal. Setiap petani ingin memperoleh penghasilan setinggi mungkin dari usaha taninya. Agar tujuan itu tercapai, petani harus jeli menyusun strategi seperti pemilihan jenis tanaman sesuai permintaan pasar dan menjaga kualitas produk. Melakukan usaha agribisnis impian setiap petani. Namun, persyaratan memiliki posisi sebagai pelaku usaha agribisnis masih belum dipenuhi. Lalu apa yang harus dilakukan oleh petani-petani kecil yang selama ini hanya berfungsi sebagai produsen?

Penggolongan Metode Penyuluhan

Berdasarkan tahap/proses penerimaan dan penerapan
  1. Tahap Kesadaran : Siaran Radio, siaran tv, film, slide, penyebaran terbitan
  2. Tahap Minat : Siaran radio, siaran tv, film penyebaran terbitan
  3. Tahap Menilai : Demonstrasi, pameran, karyawisata, kurus tani, perlombaan, pertemuan – pertemuan, petani magang
  4. Tahap mencoba : demonstrasi, pameran, karuawisata, kurus tani, perlombaan, pertemuan, petani magang
  5. Tahap Penerapan : Demosntrasi, kurus tani, magang.

Senin, 22 Juni 2009

Peran dan Fungsi Penyukuh Pendamping PUAP

Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP)
  • Dalam program PUAP, PPL diperankan sebagai penyuluh pendamping Gapoktan/kelompoktani.
  • Penyuluh pendamping berperan sebagai fasilitator agar GAPOKTAN /kelompoktani mampu mengambil keputusan sendiri, dengan jalan : 1) membantu menganalisis situasi yang sedang mereka hadapi dan melakukan perkiraan ke depan; 2) membantu mereka menemukan masalah; 3) membantu mereka memperoleh pengetahuan/ informasi guna memecahkan masalah; dan 4) membantu mereka mengambil keputusan yang akan diambilnya.
  • Untuk itu penyuluh pendamping sangat diperlukan perannya dalam mengembangkan usaha agribisnis di perdesaan yang dikelola oleh GAPOKTAN/kelompoktani dilokasi PUAP.
  • Agar segala aktivitas penyuluh pendamping PUAP berjalan secara produktif, efektif, dan efisien, maka perlu Petunjuk Teknis Penyuluh Pendamping PUAP.

Tujuan 
Untuk acuan bagi penyuluh pendamping dalam meningkatkan kemampuan GAPOKTAN/kelompoktani mengelola kegiatan usaha agribisnis di lokasi PUAP sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. 
Sasaran
Penyuluh pendamping PNS dan THL-TB penyuluh pertanian yang ditugaskan khusus dalam program PUAP;
 Badan Pelaksana Penyuluhan /Dinas Pertanian/ Kantor/ Kelembagaan yang menangani penyuluhan pertanian yang ditugaskan bertanggungjawab untuk melaksanakan kegiatan pengelolaan program PUAP di kabupaten/kota.
Ruang Lingkup
  • Identifikasi potensi dan pemecahan masalah di wilayah kerja PUAP
  •  Identifikasi kegiatan usaha GAPOKTAN/kelompoktani;
  • Penetapan kegiatan usaha GAPOKTAN/kelompoktani sesuai potensi wilayah kerja PUAP;
  •  Mendampingi GAPOKTAN/kelompoktani dalam mengelola kegiatan usaha di bidang agribisnis;
  •  Mengunjungi, membimbing dan membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi anggota GAPOKTAN/kelompoktani serta memfasilitasi secara rutin/terjadual kegiatan usaha GAPOKTAN/kelompoktani;
  • Memonitor, mengevaluasi dan melaporkan kegiatan usaha GAPOKTAN/ kelompoktani.
Kriteria dan Penempatan Penyuluh Pendamping
  • Penyuluh pendamping PNS telah mengikuti pelatihan pendampingan PUAP;
  • Penyuluh pendamping THL-TB yang memiliki jenjang pendidikan minimal DIV/S1 dan telah mengikuti pelatihan pendampingan PUAP;
  • Penyuluh pendamping diutamakan berdomisili di desa PUAP di kecamatan/BPP yang bersangkutan;
  • Penyuluh pendamping ditetapkan Bupati/Walikota difokuskan membina GAPOKTAN/kelompoktani PUAP  
Penempatan 
Penempatan penyuluh pendamping di lokasi desa PUAP ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati/Walikota
Tugas Penyuluh
  1. Mendampingi dan memfasilitasi GAPOKTAN/kelompoktani dalam menyusun Rencana Usaha Bersama(RUB) dan Rencana Usaha Kelompok (RUK) sesuai potensi wilayah.
  2. Membimbing pelaksanaan kegiatan pengembangan usaha agribisnis GAPOKTAN/kelompoktani;
  3. Memotivasi peranserta anggota GAPOKTAN/kelompoktani dalam pengembangan kegiatan usaha agribisnisnya;
  4. Memfasilitasi GAPOKTAN/kelompoktani dalam mengakses teknologi, informasi pasar, peluang usaha, permodalan dan sarana produksi;
  5. Mendampingi dan memfasilitasi GAPOKTAN/kelompoktani dalam membangun kemitraan dengan pelaku usaha agribisnis;
  6. Membantu memecahkan masalah GAPOKTAN/kelompoktani dalam mengembangkan usaha agribisnis
  7. Memfasilitasi penumbuhan dan pengembangan kelembagaan GAPOKTAN/kelompoktani dan unit usaha otonom;
  8. * Memfasilitasi GAPOKTAN/kelompoktani dalam penyusunan laporan bulanan dan tahunan;
  9. * Membuat laporan potensi desa, laporan data dasar, laporan bulanan dan laporan tahunan

bersambung ........ >

Memperkaya Kandungan Hara Kompos

Memadukan pupuk kandang dan pupuk organikSebaiknya penggunaan pupuk kandang organik dipadukan dengan penggunaan sumber hara anorganik sesuai keperluan. Hal ini memungkinkan petani menggunakan bahan organik atau pupuk kandang yang tersedia di pertanian dengan biaya rendah untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan hara dan meningkatkan kesuburan tanah bila diperlukan. Penggunaan pupuk kandang organik yang tersedia dipertanian dapat mengembalikan hasil dan keuntungan yang tinggi bila dipadukan dengan pupuk anorganik, terutama pada lahan kering atau lahan sawah yang sakit. Bagaimanapun, seringkali tidak menguntungkan untuk membeli pupuk organik bahkan bila pupuk tersebut dijual sebagai pupuk organik campuran, yang merupakan campuran pupuk organik dan anorganik yang siap pakai. (JB/MS)

Penggunaan bahan organik dapat menjadi sulit karena:
  1. sifatnya yang ruah ( bulky), dengan biaya penanganan dan transpor yang tinggi.  dapat memiliki biaya yang tinggi per unit hara.
  2. tidak selalu tersedia.
  3. harus digunakan di awal pertanaman (maka penggunaan awal mungkin tidak memenuhi permintaan tanaman untuk hara pada fase lanjut).
  4. dapat memiliki aroma yang tidak enak.


Memperkaya Kandungan Hara Kompos
Pada umumnya kompos yang dibuat secara alami mempunyai kandungan hara untuk setiap satuan berat sngat rendah dibanding pupuk kimia tetapi kompos mempunyai kelebihan yang tidak dipunyai pupuk kimia, seperti peranannya dalam memperbaiki sifat fisika dan biologi tanah yang secara langsung juga berpengaruh pada pertumbuhan tanaman.
  • Bahan organik yang digunakan untuk bahan dasar kompos mengandung nitrogen rendah, dapat diperkaya dengan menambahkan limbah organik yang kaya nitrogen ( pakan ikan, kotoran unggas, kencinf, dll ) atau penambahan pupuk urea 1 %.
  • Memperhitungkan jenis dan jumlah bahan yang ditambahkan yang akan meningkatkan biaya produksi , perlu mencara yang bersifat alami dan tidak mahal untuk memperkaya kandungan hara kompos yaitu :
Pengapuran
  • Setiap lapisan bahan yang dikomposkan harus ditaburi dengan kapur untuk mengurangi keasaman.. Dolomit, batu gamping.
  • Memperkaya kandungan Fosfat.
  • Menambahkan superfosfat 5 % , batuan fosfat, Selain itu yang dapat ditambahkan adalah kalsium dan unsur mikro , tepung tulang
  • Jenis tanaman Enceng gondok kaya unsur kalium dan unsur lain , kulit dan bonggol tanaman pisang mengandung kalium, Daun – daun

Minggu, 21 Juni 2009

Mekanisme Pelaksanaan RDKK


3.1. Mekanisme Pengajuan RDKK
Proses pengajuan RDKK baik swadana maupun kredit dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
  1. RDKK yang telah disusun dibuat rangkap 3 (tiga), Lembar pertama disampaikan kepada GAPOKTAN sebagai pesanan sarana produksi pertanian dan permodalan, lembar ke-2 sebagai arsip penyuluh dan lembar ke-3 untuk arsip kelompoktani;
  2.  GAPOKTAN mengkompilasi RDKK dari kelompoktani dan menyampaikan hasilnya ke sekretariat POSKO IV (POSKO tingkat kecamatan);
  3.  POSKO IV melakukan verifikasi terhadap kompilasi RDKK dari GAPOKTAN sebelum diteruskan ke sekretariat POSKO III,apabila terdapat ketidak lengkapan RDKK tersebut dikembalikan ke GAPOKTAN untuk dilakukan perbaikan. Selanjutnya POSKO IV meneruskan RDKK yang telah diverifikasi ke sekretaria POSKO III rangkap 2 (dua);
  4.  POSKO III meneruskan setiap RDKK yang disampaikan oleh POSKO IV ke unit pelayanan sarana produksi dan permodalan (distributor sarana produksi dan perbankan) setelah disetujui ketua harian POSKO III. Disamping itu POSKO III mengkompilasi RDKK yang telah masuk.

Penyusunan RDK dan RDKK


2.1. Tata Cara Penyusunan RDK dan RDKK
2.1.1. Rencana Definitif Kelompok
Rencana Definitif Kelompok sebagai rencana kegiatan kelompoktani untuk 1 (satu) tahun yang berisi rincian kegiatan dan kesepakatan bersama dalam pengelolaan usahatani.
Rencana defenitif kelompok disusun dengan tahapan sebagai berikut:
  1.  Pertemuan pengurus kelompoktani yang didampingi olehPenyuluh Pertanian dalam rangka persiapan penyusunan RDK.
  2. Pertemuan anggota kelompoktani dipimpin oleh Ketua Kelompoktani yang didampingi penyuluh pertanian untuk membahas, menyusun dan menyepakati rencana kegiatannya dalam pengelolaan usahatani antara lain ;pola tanam, sasaran areal tanam, sasaran produksi, sarana produksi dan permodalan, teknologi usahatani,jadwal kegiatan, pembagian tugas.
  3. RDK dituangkan dalam bentuk format (terlampir) yang ditandatangani oleh ketua kelompok dan menjadi pedoman bagi anggota kelompoktani dalam menyelenggarakan kegiatan usahataninya.

Gabungan Kelompok Tani ( Lanjutan 1)

V.GABUNGAN KELOMPOKTANI (GAPOKTAN)

Pengembangan kelompoktani diarahkan pada peningkatan kemampuan setiap kelompoktani dalam melaksanakan fungsinya, peningkatan kemampuan para anggota dalam mengembangkan agribisnis, penguatan kelompoktani menjadi organisasi petani yang kuat dan mandiri. Kelompoktani yang berkembang bergabung ke dalam gabungan kelompoktani (GAPOKTAN). Gapoktan yang kuat dan mandiri dicirikan antara lain :

  1. Adanya pertemuan/rapat anggota/rapat pengurus yang diselenggarakan secara berkala dan berkesinambungan;
  2. Disusunannya rencana kerja gapoktan secara bersama dan dilaksanakan oleh para pelaksana sesuai dengan kesepakatan bersama dan setiap akhir pelaksanaan dilakukan evaluasi secara partisipasi;
  3. Memiliki aturan/norma tertulis yang disepakati dan ditaati bersama.
  4. Memiliki pencatatan/pengadministrasian setiap anggota organisasi yang rapih;
  5. Memfasilitasi kegiatan-kegiatan usaha bersama di sektor hulu dan hilir;
  6. Memfasilitasi usaha tani secara komersial dan berorientasi pasar;
  7. Sebagai sumber serta pelayanan informasi dan teknologi untuk usaha para petani umumnya dan anggota kelompoktani khususnya;
  8. Adanya jalinan kerjasama antara Gapoktan dengan pihak lain;
  9. Adanya pemupukan modal usaha baik iuran dari anggota atau penyisihan hasil usaha/kegiatan Gapoktan.

Fungsi Gapoktan ( Lanjutan 2)

6.2. Fungsi Gapoktan
Munculnya berbagai peluang dan hambatan sesuai dengan lingkungan sosial ekonomi setempat, membutuhkan adanya pengembangan kelompoktani ke dalam suatu organisasi yang jauh lebih besar. Beberapa kelompoktani bergabung ke dalam gabungan kelompoktani (GAPOKTAN). Penggabungan dalam GAPOKTAN terutama dapat dilakukan oleh kelompoktani yang berada dalam satu wilayah administrasi pemerintahan untuk menggalang kepentingan bersama secara kooperatif. Wilayah kerja GAPOKTAN sedapat mungkin di wilayah administratif desa/kecamatan, tetapi sebaiknya tidak melewati batas wilayah kabupaten/kota. Penggabungan kelompoktani ke dalam GAPOKTAN dilakukan agar kelompoktani dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna, dalam penyediaan sarana produksi pertanian, permodalan, peningkatan atau perluasan usaha tani ke sektor hulu dan hilir, pemasaran serta kerja sama dalam peningkatan posisi tawar.

Gapoktan ( Lanjutan 3)

VII. MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN

7.1. Monitoring
Monitoring adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara terencana dan sistimatis untuk dapat melihat/menilai apakah suatu proses kegiatan telah dilaksanakan atau berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Apabila tidak, faktor apa yang menyebabkan dan tindakan apa yang harus dilakukan agar proses kegiatan tersebut berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan mencapai tujuan. Apabila sudah sesuai,apakah memerlukan penyempurnaan lagi agar kegiatan tersebut lebih efisien dan efektif. Keberhasilan suatu proses kegiatan dapat digunakan sebagai bahan untuk penyusunan rencana kegiatan masa berikutnya yang akan lebih baik lagi.

Monitoring di tingkat kecamatan dilakukan oleh balai penyuluhan pertanian, di tingkat kabupaten/kota dilakukan oleh kelembagaan penyuluhan pertanian kabupaten/kota dengan mengikut sertakanorganisasi-organisasi non pemerintah di kabupaten/kota secara partisipatif, di tingkat provinsi dilakukan oleh kelembagaan penyuluhan pertanian provinsi dan mengikut sertakan organisasi-organisasi non pemerintah, sedangkan di tingkat pusat dilakukan oleh BadanPengembangan SDM Pertanian cq Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian dan mengikut sertakan organisasi organisasi non pemerintah.Secara khusus kegiatan monitoring mencakup hal hal sebagai berikut:

Sabtu, 20 Juni 2009

PENGEMBANGAN KELOMPOKTANI II

 Lanjutan. Pengembangan Kelompoktani

5.3. Penyelenggaraan Pengembangan Kelompoktani

Dalam pengembangan kelompoktani, Pemerintah dan pemerintah daerah pada dasarnya berperan menciptakan iklim untuk berkembangnya prakarsa dan inisiatif para petani, memberikan bantuan kemudahan/fasilitas dan pelayanan infomasi serta pemberian perlindungan hukum. Pengembangan kelompoktani diselenggarakan di semua tingkatan :

1) Tingkat Desa
Penanggung jawab pengembangan kelompoktani di tingkat desa adalah Kepala Desa, sedang operasionalnya dilaksanakan olehpenyuluh pertanian yang bertugas di wilayah tersebut dengan kegiatan-kegiatan, yaitu :

  1. Menghadiri pertemuan/musyawarah yang diselenggarakan oleh kelompoktani;
  2. Menyampaikan berbagai informasi dan teknologi usaha tani;
  3. Memfasilitasi kelompoktani dalam melakukan PRA, penyusunan rencana definitif kelompok (RDK) dan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK);
  4. Penyusunan programa penyuluhan pertanian desa/ kelurahan;
  5. Mengajarkan berbagai ketrampilan usaha tani serta melakukan bimbingan penerapannya;
  6. Membantu para petani untuk mengidentifikasi permasalahan usahatani yang dihadapinya serta memilih alternatif pemecahan yang terbaik;
  7. Menginventarisir masalah masalah yang tidak dapat dipecahkan oleh kelompoktani dan anggota untuk dibawa dalam pertemuan di balai penyuluhan pertanian (BPP;
  8. Melakukan pencatatan mengenai keanggotaan dan kegiatan kelompoktani yang tumbuh dan berkembang di wilayah kerjanya;
  9. Menumbuhkembangkan kemampuan manajerial, kepemimpinan, dan kewirausahaan kelembagaan tani serta pelaku agribisnis lainnya;
  10. Memfasilitasi terbentuknya gabungan kelompoktani serta pembinaannya;
  11. Melaksanakan forum penyuluhan tingkat desa (musyawarah/rembug kontak tani, temu wicara serta koordinasi penyuluhan pertanian).

PENGEMBANGAN KELOMPOKTANI

V. PENGEMBANGAN KELOMPOKTANI
Pengembangan kelompoktani diarahkan pada peningkatan kemampuan kelompoktani dalam melaksanakan fungsinya, peningkatan kemampuan para anggota dalam mengembangkan agribisnis, penguatan kelompoktani menjadi organisasi petani yang kuat dan mandiri yang dicirikan antara lain :

PENUMBUHAN KELOMPOKTANI

Lanjutan Gapoktan 3
IV. PENUMBUHAN KELOMPOKTANI

4.1. Dasar dan Prinsip-Prinsip Penumbuhan Kelompoktani
4.1.1. Dasar Penumbuhan
Tumbuh dan berkembangnya kelompok-kelompok dalam masyarakat, umumnya didasarkan atas adanya kepentingandan tujuan bersama, sedangkan kekompakan kelompok tersebut tergantung kepada faktor pengikat yang dapat menciptakan keakraban individu-individu yang menjadi anggota kelompok.

Penumbuhan kelompoktani dapat dimulai dari kelompok kelompok/organisasi sosial yang sudah ada dimasyarakat yang selanjutnya melalui kegiatan penyuluhan pertanian diarahkan menuju bentuk kelompoktani yang semakin terikat oleh kepentingan dan tujuan bersama dalam meningkatkan produksidan pendapatan dari usaha taninya.

Kelompoktani juga dapat ditumbuhkan dari petani dalam satu wilayah, dapat berupa satu dusun atau lebih,satu desa atau lebih, dapat berdasarkan domisili atau hamparan tergantung dari kondisi penyebaran penduduk dan lahan usahatani di wilayah tersebut.

Penumbuhan dan pengembangan kelompoktani didasarkan atas prinsip dari, oleh dan untuk petani.Jumlah anggota kelompoktani 20 sampai 25 petani atau disesuaikan dengan kondisi lingkungan masyarakat dan usahataninya.

Kegiatan-kegiatan kelompoktani yang dikelola tergantung kepada kesepakatan anggotanya. Dapat berdasarkan jenis usaha, unsur-unsur subsistem agribisnis (pengadaan sarana produksi, pemasaran, pengolahan hasil pasca panen),

Dalam penumbuhan kelompoktani tersebut perlu diperhatikan kondisi-kondisi kesamaan kepentingan, sumber daya alam, sosial ekonomi, keakraban, saling mempercayai, dan keserasianhubungan antar petani,sehingga dapat merupakan factor pengikat untuk kelestarian kehidupan berkelompok,dimana setiap anggota kelompok dapat merasa memiliki dan menikmati manfaat sebesar-besarnya dari apa yang ada dalam kelompoktani.

KARAKTERISTIK KELOMPOKTANI

Lanjutan 2 Gapoktan
III.KARAKTERISTIK KELOMPOKTANI

Kelompok tani pada dasarnya adalah organisasi non formal di perdesaan yang ditumbuhkembangkan “dari, oleh dan untuk petani “, memiliki karakteristik sebagai berikut:

1). Ciri Kelompoktani

  1. Saling mengenal, akrab dan saling percaya diantara sesame anggota,
  2. Mempunyai pandangan dan kepentingan yang sama dalam berusaha tani,
  3. Memiliki kesamaan dalam tradisi dan atau pemukiman, hamparan usaha, jenis usaha, status ekonomi maupun sosial, bahasa, pendidikan dan ekologi.
  4. Ada pembagian tugas dan tanggung jawab sesama anggota berdasarkan kesepakatan bersama.

2). Unsur Pengikat Kelompoktani

  1. Adanya kepentingan yang sama diantara para anggotanya,
  2. Adanya kawasan usaha tani yang menjadi tanggung jawab bersama diantara para anggotanya,
  3. Adanya kader tani yang berdedikasi untuk menggerakkan parapetani dan kepemimpinannya diterima oleh sesama petani lainnya
  4. Adanya kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya olehsekurang kurangnya sebagian besar anggotanya,
  5. Adanya dorongan atau motivasi dari tokoh masyarakat setempat untuk menunjang program yang telah ditentukan.

3). Fungsi Kelompoktani

  1. Kelas Belajar; Kelompoktani merupakan wadah belajar mengajar bagi anggotanya guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap (PKS) serta tumbuh dan berkembangnya kemandirian dalam berusaha tani sehingga produktivitasnya meningkat, pendapatannya bertambah serta kehidupan yang lebih sejahtera
  2. Wahana Kerjasama; Kelompok tani merupakan tempat untuk memperkuat kerjasama diantara sesama petani dalam kelompoktani dan antar kelompoktani serta dengan pihak lain.Melalui kerjasama ini diharapkan usaha taninya akan lebih efisien serta lebih mampu menghadapi ancaman, tantangan,hambatan dan gangguan,
  3. Unit Produksi; Usahatani yang dilaksanakan oleh masing masing anggota kelompoktani, secara keseluruhan harus dipandang sebagai satu kesatuan usaha yang dapat dikembangkan untuk mencapai skala ekonomi, baik dipandang dari segi kuantitas, kualitas maupun kontinuitas.

PENGERTIAN

Lanjutan Gapoktan

Dalam pedoman penumbuhan dan pembinaan kelompoktani, yang dimaksud
dengan:
  1. Sistem penyuluhan pertanian, adalah seluruh rangkaian pengembangan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, serta sikap pelaku utama dan pelaku usaha melalui penyuluhan
  2. Penyuluhan pertanian, adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.
  3. Pertanian (mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan), adalah seluruh kegiatan yang meliputi usaha hulu, usaha tani, agroindustri, pemasaran, dan jasa penunjang pengelolaan sumber daya alam hayati dalam agroekosistem yang sesuai dan berkelanjutan, dengan bantuan teknologi, modal, tenaga kerja, dan manajemen untuk mendapatkan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat
  4. Usaha tani, adalah usaha dibidang pertanian, peternakan dan perkebunan
  5. Petani, adalah perorangan warga negara Indonesia beserta keluarganya atau korporasi yang mengelola usaha di bidang pertanian, wanatani, minatani, agropasture, penangkaran satwa dan tumbuhan, di dalam dan di sekitar hutan, yang meliputi usaha hulu, usaha tani, agroindustri, pemasaran, dan jasa penunjang.
  6. Pekebun, adalah perorangan warga negara Indonesia atau korporasi yang melakukan usaha perkebunan.
  7. Peternak, adalah perorangan warga negara Indonesia atau korporasi yang melakukan usaha peternakan.
  8. Kelompoktani adalah kumpulan petani/peternak/pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumber daya) dan keakraban untuk meningkatkandan mengembangkan usaha anggota.
  9. Kontak tani adalah ketua atau mantan ketua kelompok tani yang masih aktif sebagai anggota kelompok dan diakui kepemimpinannya dalam menggerakkan anggota/petani untuk mengembangkan usahanya.
  10. Gabungan kelompoktani (GAPOKTAN) adalah kumpulan beberapa kelompok tani yang bergabung dan bekerja sama untuk meningkatkanskala ekonomi dan efisiensi usaha.

LAMPIRAN 1. Peraturan Menteri Pertanian

LAMPIRAN 1. PERATURAN MENTERI PERTANIAN
NOMOR : 273/Kpts/Ot.160/4/2007
TANGGAL : 13 April 2007
PEDOMAN PENUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN
KELOMPOKTANI DAN GABUNGAN KELOMPOKTANI

I. LATAR BELAKANG

Pada tanggal 11 Juni 2005 Presiden RI telah mencanangkan Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (RPPK) sebagai salah satu dari Triple Track Strategy dari Kabinet Indonesia bersatu dalam rangka pengurangankemiskinan dan pengangguran serta peningkatan daya saing ekonomi nasionaldan menjaga kelestarian sumber daya pertanian, perikanan dan kehutanan. Arah RPPK mewujudkan “pertanian tangguh untuk pemantapan ketahanan pangan, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian serta peningkatan kesejahteraan petani”. Untuk itu diperlukan dukungan sumber daya manusia berkualitas melalui penyuluhan pertanian dengan pendekatan kelompok yang dapat mendukung sistem agribisnis berbasis pertanian (tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan). Sehubungan dengan itu perlu dilakukan pembinaan dalam rangka penumbuhan dan pengembangan kelompoktani menjadi kelompok yang kuat dan mandiri untuk meningkatkan pendapatan petani dan keluarganya. Pembinaan kelompoktani diarahkan pada penerapan sistem agribisnis, peningkatan peranan, peran serta petani dan anggota masyarakat pedesaan lainnya, dengan menumbuhkembangkan kerja sama antar petani dan pihak lainnya yang terkait untuk mengembangkan usahataninya. Selain itu pembinaan kelompoktani diharapkan dapat membantu menggali potensi, memecahkan masalah usahatani anggotanya secara lebih efektif, dan memudahkan dalam mengakses informasi, pasar, teknologi, permodalan dan sumber daya lainnya. Dalam rangka mengoperasionalkan kebijakan tersebut diperlukan pedoman penumbuhan dan pengembangan kelompoktani sebagai acuan bagi petugas pembina.

Bersambung ke posting lain

Atau anda ingin file lengkap tentang Kelembagaan Kelompok Tani sesuai dengan PP Mentan tahun 2007. Coba klik Link Berikut ini :
Link PP Mentan NOMOR : 273/Kpts/Ot.160/4/200

Ingin contoh Pembukuan Gabungan Kelompoktani / Kelompoktani
Anda baru membentuk kelompoktani, kesulitan blangko pembukuan nggak usah kemana - mana
Saya ada contohnya,  Klik aja Link ini  khusus Simpanan Pinjam

Kalau yang ini file lengkap tentang Pembukuan Gapoktan

Jumat, 19 Juni 2009

Pemilihan Media Penyuluhan Pertanian

A. Fungsi Media Penyuluhan Pertanian
  1. Memperjelas Penyajian Pesan
  2. Mengatasi Keterbatasan waktu
  3. Mengatasi Keterbatasan Ruang
  4. Mengatasi Keterbatasan Daya indera
  5. Mengatasi sikap Pasif Sasaran
  6. Mengatasi sifat unik sasaran

B. Prinsip Umum Pemilihan Media PP

  1. Bahwa tidak ada satupun media yang paling baik untuk suatu penyuluhan
  2. Harus diyakini, media yang dipilih sesuai dengan tujuan penyuluhan
  3. Harus diketahui betul isi materi media yang akan digunakan , untuk tingkatan (level) sasaran yang mana, bagaimana kondisi/karakteristik sasaran, cara belajar sasaran dan sebagainya.
  4. .Bagaimana metode penyuluhan yang akan digunakan dan bagaimanakan pendekatannya apakah Large Group, small Group atau Independet Study
  5. Media yang dipilih harus sesuai dengan fasilitas yang tersedia .
  6. Pemilihan media sebaiknya dilakukan sendiri oleh prensenter/penyaji/penyuluh
  7. Media yang dipilih sebaiknya yang dapat membuat sasaran mendapatkan pengalaman belajar yang lebih sesuai dengan minat, kemampuan dan pengalaman sasaran
  8. Harus selalu diingat bahwa sebagai sumber belajar dan sebagai pengalaman belajar bagi sasaran, tidak tergantung dan baik/buruknya tetapi tergantung kongkrit/abstraknya pengalaman belajar yang diperoleh sasaran

Kamis, 18 Juni 2009

PEMBUATAN KOMPOS



Kompos merupakan hasil perombakan bahan organik oleh mikrobia dengan hasil akhir berupa kompos yang memiliki nisbah C/N yang rendah. Bahan yang ideal untuk dikomposkan memiliki nisbah C/N sekitar 30, sedangkan kompos yang dihasilkan memiliki nisbah C/N < 20. Bahan organik yang memiliki nisbah C/N jauh lebih tinggi di atas 30 akan terombak dalam waktu yang lama, sebaliknya jika nisbah tersebut terlalu rendah akan terjadi kehilangan N karena menguap selama proses perombakan berlangsung. Kompos yang dihasilkan dengan fermentasi menggunakan teknologi mikrobia efektif dikenal dengan nama bokashi. Dengan cara ini proses pembuatan kompos dapat berlangsung lebih singkat dibandingkan cara konvensional.

TANAMAN PANGAN , ( Konsep dan definisi )

  1. Luas tanaman akhir bulan yang lalu Yang dimaksud adalah luas tanaman pada tanggal terakhir dari bulan laporan yang lalu. Besarnya luas ini sama dengan luas tanaman pada awal bulan laporan. Di sini luas tanaman benih tidak dimasukkan.
  2. Luas tanaman yang dipanen berhasil Yang dimaksud adalah luas tanaman yang dipungut hasilnya setelah tanaman tersebut cukup umur dan hasilnya paling sedikit 11% dari keadaan normal. Mencabut benih tidak termasuk sebagai memungut hasil dan tidak boleh dimasukkan dalam laporan ini.
  3. Luas tanaman yang dipanen muda Yang dimaksud adalah luas tanaman yang dipungut hasilnya sebelum waktunya (belum cukup tua). Tanaman yang dipanen muda hanya tanaman jagung dan kedelai. Sedangkan khusus untuk tanaman baby corn tidak tercakup dalam pengumpulan data luas panen dan luas tanam. Contoh : Tanaman jagung yang dipungut hasilnya waktu masih muda (belum dapat dipipil) yang digunakan untuk sayuran atau diambil kulit buahnya untuk rokok (klobot) dsb, walaupun memberikan hasil tetap dimasukkan ke dalam tanaman yang dipanen muda, jadi tidak termasuk ke dalam yang dipanen berhasil
  4. Luas tanaman rusak/tidak berhasil (puso) Yang dimaksud adalah luas tanaman yang mengalami serangan OPT, bencana alam, sedemikian rupa sehingga hasilnya kurang dari 11 % dari keadaan normal. Termasuk di sini tanaman yang sengaja dirusak sebelum waktu panen (karena OPT, untuk pakan ternak dan sebagainya).
  5. Luas penanaman baru (tambah tanam) Yang dimaksud adalah luas tanaman yang betul-betul ditanam (sebagai tanaman baru) pada bulan laporan, baik penanaman yang bersifat normal maupun penanaman yang dilakukan untuk mengganti tanaman yang dibabat/dimusnahkan karena terserang OPT atau sebab-sebab lain, walaupun pada bulan tersebut tanaman baru ditanam, dibongkar kembali (akan ditanami kembali/replanting).
  6. Padi Padi di lahan sawah adalah padi yang ditanam di lahan sawah. Yang termasuk padi di lahan sawah: padi rendengan, padi gadu, padi gogo rancah, padi pasang surut, padi lebak, padi rembesan dan lain-lain.
  7. Padi di lahan bukan sawah adalah padi yang ditanam di lahan bukan sawah.Yang termasuk padi di lahan bukan sawah ialah padi gogo/ladang/huma.
  8. Padi hibrida adalah padi yang benihnya merupakan keturunan pertama dari persilangan dua galur atau lebih dimana sifat-sifat individunya Heterozygot dan Homogen. Contohnya : Miki – 1, Intani – 1, Intani – 2, Miki – 2.
  9. Padi konvensional adalah padi yang benihnya berasal dari galur murni, sehingga individunya Homoozygot dan Homogen. Termasuk turunan pertama dan seterusnya dari padi hibrida, dan padi lokal. Contohnya : IR – 64, Way Apo Buru, Sei Lilin, Rojolele, Pandanwangi, dll.