Tampilkan postingan dengan label Hama dan Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hama dan Penyakit. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Juli 2017

Mengenal Hama Wereng Coklat Pada Tanaman Jagung

Biasanya yang menyerang wereng Coklat pada tanaman Padi
Berita atau pun informasi tanaman padi yang diserang oleh hama menjadi Puso atau gagal panen menjadikan pemerintah berusaha mengendalikan berbagai cara..  Nah Tahun 2017 ini berpindah ke

Jagung, kenapa jadi bisa

Karena tugas negara ada info dari petugas POPT PHP dilapangan. bahwa ada serangan wereng pada komoditas Jagung Hibrida Varietas......bla bla....
Pengamatan pada beberapa lokasi pertanaman jagung di Kabupaten Tanah laut, telah terjadi serangan Hama wereng Coklat Jagung... Menurut petugas POPT atau PHP ( Pengamat Hama dan Penyakit).  kesimpulan pendahuluan ada pada salah satu varietas benih jagung jenis baru, setelah di amati di tempat lain dengan varietas jagung hibrida yang lain ditanam petani ternyata juga  menyerang..

Untuk mencari info pustaka,, rujukan dengan mbah Google, serta buku seputar Hama Panyakit Utama Jagung,,,, sedikit sekali data yang didapat....  bahkan hampir tidak ada yang menulis perihal hama ini.

Ada dapat dari materi Balai Penelitian Serealia

Jumat, 19 Mei 2017

Materi 10 Pengendalian OPT Khusus Penyakit Cabai Merah dan Rawit

1. Penyakit Layu Bakteri ( Ralstonia solanacearum)

Gejala serangan :
Layu pada pucuk daun kemudian menjalar ke bagian bawah daun sampai seluruh daun menjadi layu dan akhirnya tanaman menjadi mati. Jaringan pembuluh batang bagian bawah dan akar menjadi kecoklatan. Apabila batang dan akar yang terserang dipotong melintang dan dicelupkan ke dalam air jernih tampak mengeluarkan cairan keruh yang merupakan koloni bakteri. Serangan pada buah menyebabkan warna buah cabai menjadi kekuningan dan busuk. Infeksi terjadi melalui lentisel dan akan cepat berkembang jika ada luka mekanis akibat gigitan hama dan faktor lainnya. Penyakit layu bakteri ini berkembang sangat cepat pada musim hujan.
           
  Pengendalian :
a. Melakukan sanitasi dengan mengeradikasi tanaman yang terserang dan sisa-sisa tanaman sakit dicabut dan dimusnahkan.
b. Melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan inang bagi bakteri Ralstonia solanacearum.
c. Memperbaiki aerasi tanah agar tidak terjadi genangan air dan kelembaban yang cukup tinggi, dengan membuat guludan setinggi 40- 50 cm.
d. Penurunan pH tanah dengan pemberian belerang pada areal pertanaman
e. Menanam varietas cabai merah yang sehat dan tahan penyakit layu bakteri
f.  Memanfaatkan agens antagonis Trichoderma spp  danGliocladium spp.
g. Mekanisme pengendaliannya melalui hiperparasit, antibiosis dan lisis serta melalui persaingan. Aplikasi pada kantong persemaian sebanyak 5 grm per kantong, diaplikasikan 3 hari sebelum benih ditanam atau bersamaan dengan penanaman benih.
h. Memanfaatkan mikroba antagonis Pseudomonas fluorescens.
I. Apabila cara–cara pengendalian lainnya tidak dapat menekan serangan penyakit ini dapat digunakan fungisida yang efektif dan sesuai anjuran.
           
        

Kamis, 18 Mei 2017

Materi 10. Pengendalian OPT pada Cabai Rawit bagian 2

Jenis Hama Yang Menyerang Tanaman Cabai merah dan Rawit

1. Thrips ( Thrips parvispinus Karny)Gejala serangan :
Pada umumnya hama ini berkembang pesat dimusim kemarau, sehingga populasi lebih tinggi sedangkan pada musim penghujan populasinya akan berkurang karena banyak thrips yang mati akibat tercuci oleh air hujan. Hama ini menyerang tanaman dengan menghisap cairan permukaan bawah daun (terutama daun-daun muda). Serangan ditandai dengan adanya bercak-bercak putih/keperak-perakan. Daun yang terserang berubah warna menjadi coklat tembaga, mengeriting atau keriput dan akhirnya mati. Pada serangan berat menyebabkan daun, tunas atau pucuk menggulung ke dalam dan muncul benjolan seperti tumor, pertumbuhan tanaman terhambat dan kerdil bahkan pucuk tanaman menjadi mati.
           
Pengendalian :

a. Kultur Teknis

~Penggunaan mulsa plastik yang dikombinasikan dengan tanaman perangkap. Cara ini cukup efektif untuk menunda serangan yang biasanya terjadi pada umur 14 HST. Penggunaan mulsa plastik juga dapat mencegah infeksi kutu daun dari luar pertanaman dan mencegah thrips mencapai tanah untuk berpupa, sehingga daur hidup thrips menjadi terputus.
~Sanitasi dan pemusnahan bagian tanaman yang terserang thrips.
~Tidak menanam tanaman inang (Famili Solanaceae)
           

b. Fisik Mekanis

Penggunaan perangkap likat warna biru atau putih sebanyak 40 buah per ha atau 2 buah per 500 m2, dan dipasang sejak tanaman berumur 2 minggu. Perangkap likat dapat dibuat dari potongan paralon berdiameter 10 cm dan panjang + 15 cm, digantungkan di atas tanaman cabai. Lem yang digunakan berupa lem kayu yang diencerkan atau vaselin, lem dipasang setiap seminggu sekali.

           

c. Hayati

Pemanfaatan musuh alami yang potensial untuk mengendalikan hama thrips, antara lain predator kumbang Coccinellidae, tungau, predator larva Chrysopidae, kepik Anthocoridae dan patogenEntomophthora sp.

           

d. Kimiawi

Pestisida digunakan apabila populasi hama atau kerusakan tanaman telahmencapai ambang pengendalian (serangan mencapai lebih atau sama dengan 15% per tanaman contoh) atau cara-cara pengendalian lainnya tidak dapat menekan populasi hama. Pengendalian juga dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida alami antara lain yang berasal dari gadung ( Diascorea hispida).


Materi 10.Pengendalian OPT pada Cabai Rawit bagian 1 (satu)

     1. Definisi
Kegiatan untuk mengendalikan OPT agar tanaman tumbuh optimal dan secara ekonomis menguntungkan.

2. Tujuan 
  •  Untuk menghindari kerugian ekonomi berupa kehilangan hasil (kuantitas) dan penurunan mutu (kualitas) produk.
  • Menjaga kesehatan tanaman dan kelestarian lingkungan hidup dan keamanan produk.
3. Validasi / Referensi
a. Pengenalan dan pengendalian Hama-hama penting pada Tanaman Cabai merah ( Balitsa, 2005)
b. Pengenalan dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Cabai (Direktorat Bina Perlindungan Tanaman, 1999)
c. Pengenalan dan Pengendalian penyakit Virus pada cabai (Direktorat Perlindungan Hortikultura, 2004)
d. Pedoman Umum Budidaya Cabai merah Merah (Direktorat Tanaman Sayuran, Hias dan Aneka Tanaman, 2003)
    e. Penyakit Penting Tanaman Cabai dan Pengendaliannya (Balitsa, 2007)

4. Bahan dan Alat :

a. Bahan
-Pestisida (insektisida, fungisida, herbisida) yang terdaftar dan diizinkan, sesuai dengan Daftar Pestisida untuk Pertanian dan Kehutanan tahun 2006.
- Pestisida nabati dan agens hayati.
- Air
b. Alat
            - Hand sprayer, power sprayer
            - Ember/drum
            - Pengaduk
            - Takaran (skala ml dan liter)
            - Kuas
            - Pisau
            - Minyak tanah, air
            - Gunting pangkas
            - Alat/sarana pelindung: sarung tangan, masker, topi, sepatu boot, baju lengan
             panjang. 

Kamis, 27 Februari 2014

Penyakit Layu pada Pisang ( LAGI)

Banyak cara untuk dapat menikmati buah pisang kepok.... diantaranya adalah dengan  :
Mengendalikan Penyakit layu pada pertanaman pisang dengan mengabungkan beberapa langkah tindakannya,  yaitu 
  • Penggunaan bibit sehat (bebas dari patogen). Bibit yang digunakan harus jelas asal usulnya, yaitu berasal dari induk yang sehat dan subur serta bebas dari hama/penyakit.  Cara mendapatkan bibit sehat dapat dilakukan dengan dua cara yaitu melalui anakan dan bonggol

  • Menanam varietas tahan/toleran.  Beberapa jenis pisang ditemukan toleran/ tahan terhadap penyakit layu seperti pisang Mas sasih, Mas tahun, Merlin,  Gancan, Palembang, Ketip Warangan, Udang, Batu, Bojog, Cenana Bang dan Jelawe (Sudana, 2004).

  • Sanitasi lingkungan.  Membersihkan pelepah daun yang sudah tua serta gulma yang tumbuh disekitar tanaman pisang guna menghilangkan sumber infeksi.  Ada beberapa tanaman yang dapat dijadikan sebagai inang alternatif bagi pertumbuhan dan perkembagan penyakit layu diantaranya adalah Zingiber cassumunar (bengle), Z. aromaticum (lempuyang wangi), Curcuma mangga (temu mangga), Ocimum bassilicum (selasih), O. gratissimum (ruku-ruku), O. sanctum (kemangi, Solanum khasianum (terong KB), kencur (Kaempferia galanga) 

  • Kultur teknis. Pengaturan jarak tanam (tergantung jenis pisang, minimal 2,5 m x 2,5 m), pemupukan (1,2 kg NPK per pohon/tahun) dimana 1/4 pupuk diberikan pada 1 bulan setelah tanam, selanjutnya sisa pupuk diberikan setiap 3 bulan sekali atau  dengan pemupukan 1,2 kg ZA; 0,45 kg SP36 dan 0,50 kg KCl per pohon/tahun) dimana ¼ pupuk ZA, Sp36 dan KCl diberikan satu bulan setelah tanam, selanjutnya sisa pupuk diberikan setiap tiga bulan sekali (Suastika & Kamandalu, 2005). Pengairan dan sanitasi kebun dilakukan sesuai dengan kebutuhan.  Tanaman pisang seperti tanaman lainnya perlu di pupuk dan diairi agar pertumbuhannya kuat.  Kondisi ini akan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit layu.  Jumlah anakan per rumpun dibatasi maksimum 3 (tiga) batang.

  • Bila harus menanam pisang peka seperti Kepok, Raja, Kayu dan sebagainya di daerah endemis penyakit layu, disarankan menggunakan biopestisida Persada (dengan bahan aktif mikroba antagonis Gliocladium sp., Fusarium. oxysporum avirulen Pseudomonas flourescens dan Streptomyces sp.) dan pestisida nabati (ekstrak daun sirih, daun sambiroto, daun papaya, bawang putih dan lengkuas) yang diikuti dengan teknologi budidaya tanaman sehat seperti penaturan jarak tanam, pemupukan, sanitasi kebun, pengairan yang baik

  • Sumber :  Materi berjudul 
IMPLEMENTASI PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) UNTUK  MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU PISANG
Ida Bagus Kade Suastika
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali
Jln. By Pass Ngurah Rai Pesanggaran, Denpasar. PO. BOX:3480, Telp.(0361)720498, Fax (0361)720498, Email: 
bptpbali@yahoo.com
Mau yang lengkap silahkan download... disini 


Sabtu, 15 Juni 2013

Kultur Jaringan Tanaman Episode 2

Belajar sudah, pelatihan kultur jaringan semi intensif dengan biaya Abidin  . Ternyata perlu pengalaman yang berulang kali, perlu ketelitian, kebersihan alat, kebersihan bahan , kebersihan tempat dan kebersihan manusia... yaitu Steril....
Nah ini hasil yang gagal... anda jangan hanya melihat yang berhasi;... l
Setelah mengamati, mencatat prosedur, langkah langkah agar keberhasilan kultur jaringan bisa mencapai diatas 50 persen aja dulu.
Ini gambar nya.. menurut anda gimana ??
Botol anggrek yang terkena kontamninasi dengan perlakuan
3 macam  asal tanaman yaitu :
  •  ke satu dari biji anggrek,
  •  kedua dari tangkai anggrek,
  •  ketiga memecah koloni anggrek.















OOh ya ini artikel ringkas 

Persyaratan  yang harus di penuhi agar kultur jaringan dapat berhasil baik
·        Pemilihan bahan tanaman (eksplan) yang baik, biasanya di ambil dari jaringan meristem.
·        Penggunaan medium yang cocok. Medium ini harus mengandung 5 kelompok senyawa, yaitu :
Garam anorganik
Sumber karbon
Vitamin
Zat pengatur tumbuh
Pelengkap organik
·        Pencapaian keadaan aseptik, yaitu pengambilan eksplan secara steril. Hal ini di lakukan agar eksplan tidak terkontaminasi oleh bakteri, virus, dan jamur.
·        Pengaturan udara dan pH yang baik.

Teknik kultur jaringan :
-       Kultur embrio, yaitu eksplan berupa embrio tanaman.
-       Kultur jaringan sel atau kultur kalus, yaitu eksplan berupa sel.
-       Kultur meristem, yaitu eksplan berupa jaringan muda.
-       Kultur pollen, yaitu eksplan berupa benang sari.
-       Kultur protoplas, yaitu eksplan berupa sel jaringan hidup tanpa dinding sel.


Senin, 24 Desember 2012

Penyakit Geminivirus Pada Cabai

Kalau kita mengetikan kata kunci  (Key words)  Penyakit Geminivirus pada Cabai  pada Google, tentu dalam hitungan detik akan tampil website, blog yang memuat artikel, bahan yang berkaitan.

Saya menyemai  cabai Rawit di Polibag pada akhir musim kemarau tahun ini sekitar bulan September, sekarang bulan Desember 2012, tanaman Cabai sudah mulai berbuah, ada 3 jenis cabai yang saya tanam.  Ketiga varietas cabai tersebut ada yang terserang Penyakit keriting kuning atau Geminivirus...

Tampilan tanaman Cabai yang terserang sebagai berikut :

Dampak untuk tanaman , pertumbuhan daun hampir berhenti yang berlanjut pada tanaman mati.
Penasaran dengan penyakit saya berusaha mencari informasi  melalui :

  1. Petugas PHP, petani yang pernah menanam Cabai , Timat
  2. Buku cetak sayuran, e book  yang memuat seputar pengendalian hama dan penyakit pada Cabai
  3. Bantuan Internet.
  4. Fasilitas Internet sangat membantu dalam mencari informasi yang lengkap.
diantaranya sebagai berikut :
  • website : cabe kopay produkdalam negeri >>>>>  silahkan klik DISINI
  • wesbsite  Klinik Tani   kunjungi   >>>>>> Klik DISINI
Pada artikel ini saya tidak melengkapi seputar penyakit pada cabai tersebut silahkan anda kunjungi kedua website tersebut, atau bila anda masih belum lengkap, silahkan kontak saya melalui facebook, , email, atau telpon.


Sabtu, 08 Desember 2012

Peluang usaha Budidaya Sayuran di Rumah Tahanan (Rutan)

Berdasarkan usulan proposal permintaan bantuan teknis untuk memberdayakan penghuni Rutan, pihak Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan dengan  cepat merespon positip. Pada Tahun 2012 ini para penghuni Rutan yang telah terseleksi, dipilih berdasarkan minat pada bidang Pertanian.
Saya yang mengurusi di bidang Hortikultura memberikan bimbingan teknis, kunjungan rutin untuk mengajar, memberikan informasi cara budidaya, membuat pupuk organik, mengendalikan gulma, mengendalikan hama penyakit. Bagi mereka yang belum pernah bergelut di bidang pertanian tentu agak lambat menerima, tapi dengan kunjungan rutin, , langsung praktek....
Bimbingan yang diberikan  sesuai prosedur, rekomendasi teknis budidaya sayuran.
Beberapa hari, minggu dan bulan, maka hasil tanaman seperti :

Jumat, 20 Juli 2012

Pisang Kepok terserang Penyakit Darah

Sudah lama menunggu Pisang Kepok yang tumbuh di halaman belakang rumah, dengan semangat saya menebang Pisang Kepok dan mengambil satu tandan. Melihat penampilan pisang yang tidak sempurna seperti kempes pada buah, daun menampakan gejala kuning, batang pisang agak kurus, daun muda tumbuh layu.

Pisang kepok saya iris melintang, wow ternyata terserang penyakit darah, coba perhatian  penampilan gambar pisang berikut :

: 

Kalau kita cari pustaka tentang gejala pisang yang terserang penyakit darah adalah :

TANDA SERANGAN

Penyakit Darah Pisang (Pseudomonas solanacearum) kebanyakan mulai
menunjukkan tanda serangan pada tanaman yang sudah berbuah, sedang pada
tanaman yang masih muda belum menampakkan tanda serangan yang jelas.

  1. Pada tanaman dewasa (tanaman pisang yang sudah berbuah) tanda serangan dapat dilihat pada daun ketiga atau keempat dari atas (pucuk yang mulai menguning serta disusul dengan daun berikutnya lalu  mengering. Akibat dari semua daun menguning, maka pertumbuhan buah tidak sempurna.
  2. Apabila buah-buah pisang tersebut di potong atau di belah terliha adanya cairan atau getah kental berwarna coklat kemerahan yang berbau busuk.
  3. Pada bagian dalam bungkul dan batang pisang yang sudah terken penyakit, apabila dipotong bagian tengah terlihat bintik-bintik berwarna coklat kemerahan. Akhirnya berlanjut tanaman pisang akan menjad kering dan mati.

Artikel yang berhubungan dengan penyakit darah pisang :

a.  Mengendalikan Penyali Layu , website gerbangpertanian,,,,,, lengkapnya Klik Disini
b.  Mengenal pisnag secara lengkap website Wikipedia bahas Indonesia Kunjungi disini 
c.  Mengenal dan Mencegah Penyakit Fusarium oxyforum pada Tanaman Pisang Klik BPTP Kaltim


Sabtu, 14 Juli 2012

Seputar Mulsa untuk Pertanian

Pengertian menurut  :


PENGERTIAN MULSA
1.Mulsa adalah material penutup tanaman budidaya yang dimaksudkan untuk menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit sehingga membuat tanaman tersebut tumbuh dengan baik. 
2. Menurut Buckman dan Brandy (1969) dalam Utomo (2007) bahwa mulsa adalah semua bahan yang digunakan pada permukaan tanah terutama untuk menghalangi hilangnya air karena penguapan atau untuk mematikan tanaman pengganggu. Mulsa sering juga disebut sersah. Sersah sudah terbukti efektif sekali untuk mengurangi penguapan dan menghindari tumbuhnya tanaman pengganggu, tetapi pada umumnya tidak dapat digunakan pada tanaman yang memerlukan pengolahan tanah susulan. 

3. Bahan spt jerami (serbuk gergaji, dedaunan, dsb) yg disebarkan pada permukaan tanah untuk melindungi akar tanaman dr pengaruh air hujan (pemadatan tanah dsb); 
·  tunggul  sisa tanaman yg ditinggalkan di atas permukaan tanah untuk menutup tanah itu sebelum dan selama persiapan pengolahan tanah; 
pe·mul·sa·an n teknik untuk menjaga tetapnya suhu tanah di sekitar akar tanaman, menahan uap air dl tanah, mencegah erosi, dan menghilangkan tumbuhnya gulma dan penyakit 

 Manfaat :

a.  Keuntungan bertani sistem Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP) ini antara lain:


  • Pemberian pupuk dapat dilakukan sekaligus total sebelum tanam
  • Warna hitam dari mulsa menimbulkam kesan gelap sehingga dapat  menekan rumput-rumput liar atau gulma
  • Warna perak dari mulsa dapat memantulkan sinar matahari (sinar ultra violet), sehingga dapat mengurangi hama aphid, trips dan tungau, serta secara tidak langsung menekan serangan penyakit virus
  • Menjaga tanah tetap gembur, suhu dan kelembaban tanah relatif tetap (stabil)
  • Mencegah tercucinya pupuk oleh air hujan, dan penguapan unsur hara oleh sinar matahari
  • Buah cabai yang berada di atas permukaan tanah terhindar dari percikan air tanah sehingga mengurangi resiko terjangkitnya penyakit busuk buah
  • Kesuburan tanah karena pemupukan dapat merata, sehingga pertumbuhan dan produksi tanaman budidaya relatif seragam (homogen)
  • Praktis untuk melakukan sterilisasi tanah dengan menggunakan fumigan seperti Basamid-G, karena fungsi MPHP mempercepat proses pembentukan gas zat fumigan tanpa harus membeli plastik khusu
  • Secara ekonomis penggunaan MPHP dapat mengurangi pekerjaan penyiangan dan penggemburan tanah, sehingga biaya pengadaan MPHP dapat dialokasikan dari biaya pemeliharaan tanaman tersebut
  • Pada musim kering (kemarau) MPHP dapat menekan penguapan air dalam tanah, sehingga tidak terlalu sering untuk melakukan penyiraman.
 Manfaat Terhadap Tanaman

Dengan adanya bahan mulsa di atas permukaan tanah, benih gulma akan sangat terhalang. Akibatnya tanaman yang ditanam akan bebas tumbuh tanpa kompetisi dengan gulma dalam penyerapan hara mineral tanah. Tidak adanya kompetisi dengan gulma tersebut merupakan salah satu penyebab keuntungan yaitu meningkatnya produksi tanaman budidaya.

c. Keuntungan bertani sistem MPHP antara lain :
  1.  Pemberian pupuk dapat dilakukan sekaligus total sebelum tanam.
  2. Warna hitam dari mulsa menimbul-kan kesan gelap sehingga dapat menekan rumput-rumput liar atau gulma.
  3. Warna perak dari mulsa dapat memantulkan sinar matahari ; sehingga dapat mengurangi hama aphis, trips dan tungau, serta secara tidak langsung menekan serangan penyakit virus.
  4.  Menjaga tanah tetap gembur, suhu dan kelembaban tanah relatif tetap (stabil).
  5.  Mencegah tercucinya pupuk oleh air hujan, dan penguapan unsur hara oleh sinar matahari.
  6.  Buah cabai yang berada di atas permukaan tanah terhindar dari percikan air tanah sehingga dapat mengurangi resiko berjangkitnya penyakit busuk buah.
  7.  Kesuburan tanah karena pemupukan dapat merata, sehingga pertumbuhan dan produksi tanaman budidaya relatif seragam (homogen). 


d. Manfaat Mulsa Plastik Untuk Lahan Cabai Mulsa plastic adalah lembaran plastik berwarna hitam perak yang berguna untuk melindungi permukaan tanah dari terpaan hujan, erosi dan menjaga kelembaban tanah, struktur tanah, kesuburan tanag serta menghambat pertumbuhan gulam taua rumput liar yang berada di sekitar tanaman yang dibudidayakan dengan system tanpa mulsa

·         Gambar Mulsa
 a. Mulsa Plastik  dan Jerami 


  : Materi :   foto dan teks  ( artikel) diambil dari berbagai sumber

Minggu, 06 Mei 2012

Pencegahan terhadap serangan lalat buah


  1. Peraturan karantina. Penerapan peraturan karantina yang ketat dapat mencegah masuknya lalat buah dari wilayah atau negara yang diketahui mempunyai masalah dengan lalat buah
  2. Pengrodongan/pembungkusan buah. Cara ini kurang praktis untuk areal tanaman yang sangat luas serta untuk tanaman cukup tinggi dan sulit dijangkau. Keuntungannya, buah terhindar dari serangan lalat buah tanpa paparan residu bahan kimia
  3. Pengasapan. Dilakukan dengan cara membakar seresah/jerami setengah basah sehingga dihasilkan asap yang cukup banyak dan tahan lama.
Sanitasi kebun
Sanitasi dilakukan untuk memutus dan negganggu daur hidup lalat buah, sehingga perkembangan lalat buah dapat ditekan. Sanitasi kebun dilakukan dengan cara mengumpulkan buah-buah terserang, baik yang sudah jatuh ke tanah maupun yang masih berada dipohon, kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar atau dibenamkan dalam tanah. Eradikasi. Cara eradikasiyang telah dilakukan anatara lain dengan pelepasan jutaan serangga lalat jantan yang sudah dimandulkan (sterile insect technique),
Penggunaan Tanaman Perangkap
Penelitian mengenai preferensi lalat buah terhadap tanaman buah dan sayuran, ternyata yang paling disukai untuk dirusak oleh lalat buah berturut-turut sebagai berikut: jambu air, belimbing, mangga, jambu biji, dan lomlok besar, tanaman yang digunakan sebgai tanaman yang lebih rendah dapat digunakan sebagai tanaman perangkap, misalnya bila mengutamakan budidaya tanaman mangga maka disekeliling kebunmangga dapat ditanami jambu air atau belimbing
Pengendalian dan Penekanan populasi lalat buah
  1. menggunakan musuh alami lalat buah (natural enemy) salah satunyaprasitoid dan predator. Penggunaan musuh alami lalat buah yang berupa parasitoid dan sudah teridentifikasi adalahBiosteres sp dan Opius sp yang merupakan parasitoid dari famili Braconidae. Dan musuh alami berupa predator yang umum adalah semut / lebah (Hymenoptera), laba-laba (Arachnida), kumbang tanah carabid dan staphylinid (coleoptera), cocoped (Dermaptera), sayap jala chrysopid (ordo Neuroptera) dan kepik penratomid (hemiptera)
  2. mengunakan umpan yang mempunyai data tarik (Atraktan). Umpan ini biasanya bersifat sebagai sex feromon berupa senyawa methyl Eugenol. Bisa juga dengan menggunakan lalat jantan mandul, dengan memandulkan pupa-pupa lalat buah jantan menggunakan sinar gama. Selain itu juga dengan memberi umpan lain “food attractant” berupa campuran senyawa sintesa protein yang terdiri 18 asam amino, dicampur dengan killing agent.
Perlakuan pasca panen
Perlakuan pasca panen yang bisa dilakukan terhadap buah-buahan antara lain dengan fumigasi. Caranya buah-buah yang sudah disortir dan dibersihkan dimasukkan ke tempat yang tertutup dan kemudia dilakukan fumigasi dengan alumunium fosfid berupa tablet yang dapat menguap, atau dengan cara mengalirkan uap/udara panas (heat treatment), bisa juga dilakukan perendeman dan penyemprotan dengan bahan kimia.


Kamis, 19 April 2012

Penyakit Benih Utama Pada Tanaman Sayuran

Cabe (Capsicum annum I)
1.Antraknose (Colletotricum capsici)
  Gejala serangan :
  Diskolorasi memanjang berwarna abu-abu keputihandenganbintik-bintik hitam.  Buah yang masak nampak bercak-bercak hitam.
  Lokasi inokulum pada benih :
  Miselium terdapat terdapat pada lapisan luar benih, kotiledon dan saluran embrio.
  Penularan penyakit:
  Melalui sisa tanaman sakit dan benih
  Uji kesehatan benih : metode blotter
  Pengendalian penyakit :
  Dikendalikan dengan perlakuan benih (perendaman benih dengan PGPR, selama 12 jam)
2.Bercak daun (Xanthomonas campestris)
  Gejala serangan :
  Bakteri dapat menyebabkan gejala kudis pada buah dikelilingi oleh halo kebasahan
  Lokasi patogen:
  Pada permukaan benih.
  Penularan penyakit:
  Melalui sisa-sisa tanaman dan benih
  Uji kesehatan benih : metode inkubasi pada media agar.
  Pengendalian penyakit :
  Dikendalikan dengan perlakuan benih (perendaman benih dengan PGPR, selama 12 jam)

Sumber : BPTPH  Prov Kalimantan Selatan