Minggu, 23 Juli 2017

Mengenal Hama Wereng Coklat Pada Tanaman Jagung

Biasanya yang menyerang wereng Coklat pada tanaman Padi
Berita atau pun informasi tanaman padi yang diserang oleh hama menjadi Puso atau gagal panen menjadikan pemerintah berusaha mengendalikan berbagai cara..  Nah Tahun 2017 ini berpindah ke

Jagung, kenapa jadi bisa

Karena tugas negara ada info dari petugas POPT PHP dilapangan. bahwa ada serangan wereng pada komoditas Jagung Hibrida Varietas......bla bla....
Pengamatan pada beberapa lokasi pertanaman jagung di Kabupaten Tanah laut, telah terjadi serangan Hama wereng Coklat Jagung... Menurut petugas POPT atau PHP ( Pengamat Hama dan Penyakit).  kesimpulan pendahuluan ada pada salah satu varietas benih jagung jenis baru, setelah di amati di tempat lain dengan varietas jagung hibrida yang lain ditanam petani ternyata juga  menyerang..

Untuk mencari info pustaka,, rujukan dengan mbah Google, serta buku seputar Hama Panyakit Utama Jagung,,,, sedikit sekali data yang didapat....  bahkan hampir tidak ada yang menulis perihal hama ini.

Ada dapat dari materi Balai Penelitian Serealia

Info seputar wereng Coklat sebagai berikut :

Wereng Jagung (Peregrinus maidis Ashm.)

Bentuk dan ukuran serangga dewas miri dengan   ham wereng coklat   dewas yang   meyeran padi. Siklus hidup 25 hari, masa telur 8 hari, telurnya berbentuk bulat panjang dan agak membengkok (seperti buah pisang), warna putih bening yang diletakkan pada jaringan pelepah daun secara terpisah atau berkelompok (Lilies 1991). Nimpa mengalami 5 instar, instar pertama berwarna kemerah-merahan kemudian berangsur-angsur berubah menjadi putih kekuning-kuningan.               

Disepanjang permukaan atas badannya terdapat bintik-bintik kecil berwarna coklat (Gabriel 1971). Instar pertama menyukai daun-daun yang baru tebuka, pelepah daun, kelopak daun dan bunga jantan yang  masih  muda  dan  lunak  (Saranga 1980). Tubuh wereng dewasa berwarna kuning kecoklatan, sayap bening dan kedua mata berwarna hitam. Terdapat duri pada tibia belakang yang dapat berputar     (Saranga     dan     Fachruddin1978).

Serangga dewasa ada yang mempunyai sayap panjang dan ada pula bersayap  pendek.  Mempunyai  bintik pada ujung sayap dan bergaris kuning pada belakangnya. Sedangkan pada yang bersayap pendek mempunyai sayap transparan dengan bintik warna gelap. Keduanya mempunyai karakteristik dengan  corak  warna  hitam  dan  putih pada  bagian  ventral  abdomen (Kalshoven 1981).

Berkembang pada musim hujan lebih dari 500 ekor pertanaman pada umur jagung ± 2 bulan, sedangkan  pada  musim  kemarau populasi relatif rendah hanya 1 – 23 ekor pertanaman     (Mantik     dan     Asmaniar
1994).  

Gejala  serangan  pada  daun tampak  bercak  bergaris  kuning,  garis- garis    pendek    terputus-putus    sampai bersambung terutama pada tulang daun kedua dan ketiga. Daun tampak bergaris kuning  panjang,  begitu  pula  pada pelepah daun. Pertumbuhan tanaman akan terhambat, menjadi kerdil, tanaman menjadi layu dan kering (hopper burn).

Pengendalian : waktu tanam serempak, waktu tanam dilakukan pada akhimusim  hujan  dan  bila menggunakan insektisida gunakan insektisida Carbofuran 3%.


Hasil pengamatan untuk pengambilan foto hama jagung dapat dilihat berikut ini.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar