Kamis, 18 Mei 2017

Materi 10.Pengendalian OPT pada Cabai Rawit bagian 1 (satu)

     1. Definisi
Kegiatan untuk mengendalikan OPT agar tanaman tumbuh optimal dan secara ekonomis menguntungkan.

2. Tujuan 
  •  Untuk menghindari kerugian ekonomi berupa kehilangan hasil (kuantitas) dan penurunan mutu (kualitas) produk.
  • Menjaga kesehatan tanaman dan kelestarian lingkungan hidup dan keamanan produk.
3. Validasi / Referensi
a. Pengenalan dan pengendalian Hama-hama penting pada Tanaman Cabai merah ( Balitsa, 2005)
b. Pengenalan dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Cabai (Direktorat Bina Perlindungan Tanaman, 1999)
c. Pengenalan dan Pengendalian penyakit Virus pada cabai (Direktorat Perlindungan Hortikultura, 2004)
d. Pedoman Umum Budidaya Cabai merah Merah (Direktorat Tanaman Sayuran, Hias dan Aneka Tanaman, 2003)
    e. Penyakit Penting Tanaman Cabai dan Pengendaliannya (Balitsa, 2007)

4. Bahan dan Alat :

a. Bahan
-Pestisida (insektisida, fungisida, herbisida) yang terdaftar dan diizinkan, sesuai dengan Daftar Pestisida untuk Pertanian dan Kehutanan tahun 2006.
- Pestisida nabati dan agens hayati.
- Air
b. Alat
            - Hand sprayer, power sprayer
            - Ember/drum
            - Pengaduk
            - Takaran (skala ml dan liter)
            - Kuas
            - Pisau
            - Minyak tanah, air
            - Gunting pangkas
            - Alat/sarana pelindung: sarung tangan, masker, topi, sepatu boot, baju lengan
             panjang. 

5. Fungsi Bahan dan Alat

a. Pestisida (pestisida kimiawi, biopestisida, pestisida nabati) untuk mengendalikan OPT  (menurunkan populasi dan intensitas serangan OPT);
b. Air sebagai bahan pencampur pestisida dan bahan pembersih;
c. Alat aplikator pestisida untuk mengaplikasikan pestisida pada tanaman;
d. Ember untuk mencampur pestisida dan air;
e. Pengaduk untuk mengaduk pestisida dan air;
f. Takaran (gelas ukur) untuk menakar pestisida dan air (skala cc/ml, dan liter);
g. Minyak tanah : untuk membakar sisa-sisa/ bagian tanaman yang terserang OPT;
h. Deterjen : Untuk mencuci alat aplikator, mengendalikan OPT tertentu dan pencampur  bahan pestisida nabati;
i. Alkohol 70%, kloroks 1% (Bayclin) dan lysol. Untuk mensucihamakan (desinfektan) alat-alat pertanian (pisau, gunting pangkas dan gergaji);
j. Alat pelindung untuk melindungi bagian tubuh dari cemaran bahan kimiawi (pestisida). 

F. Prosedur Pelaksanaan
a. Melakukan pengamatan OPT secara berkala (1 minggu 1 kali) dengan mengambil contoh untuk mengetahui jenis hama dan populasinya.
b. Mengenali dan identifikasi gejala serangan, jenis OPT, dan musuh alaminya.
c. Memperkirakan OPT yang perlu diwaspadai dan dikendalikan (OPT) 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar