Jumat, 28 November 2008

Menyuluh adalah mengajar petani



Menyuluh bukannya “ mengajar cara bertani “ melainkan “ mengajar petani “ yang dilaksakanakn melalui 6 dimensi belajar yaitu :
  1. Learning to know ( penguasaan konsep, koumnikasi informasi, pemahanan lingkungan, rasa senang memahami, mengerti dan menemukan sesuatu
  2. Learning to do ( penekanan pada skill tingkat rendah hingga tingkat tinggi menuju kearah komptensi )
  3. Learning to live together ( mengenal diri sendiri, mengenal diri , orang lain, menemukan tujuan bersama, bekerjasama dengan orang lainnya )
  4. Learning to be ( menemukan masalah sendiri, mengambil keputusan dan memikul tanggung jawab, dan belajar untuk disiplin )
  5. Learning to be society (mengemabngkan diri secara utuh, terus menrus, sperti Socrates mengatakan “ I know nothing, I don’t know where I know “, belajarlah dari ayunan sampai keliang lahan, tuntutlah ilmu walapun sampai ke negeri China
  6. Learning to organize ( belajar memimpin, belahar berorganisasi, nelajar mengajarkan kepada orang lain )


Penyuluh Pertanian harus mengunakan teori pengembangan masyarakat ( community development ) yaitu : Datanglah ke masyarakat, tinggalah bersama mereka, tidurlah dengan ,ereka, belajarlah bersama mereka mulai dari yang sudah diketahui ke yang belum diketahui, pecahkanlah masalah bersama mereka, dan suatu saat tinggalkan mereka . Proses pencerahan, penyuluhan pertanian berintikan proses pembelajaran dan pemberdayaan. Belajar untuk dapat berdaya. Belajar merupakan intisari hidup artinya kita tidak akan hidup ( berdaya) manakala tidak belajar, Seperti motto “ If you do not learn, you do not change “, It you do not change, you will die “,. Motto inilah yang mendasari penyuluhan sebagai proses pencehan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar