Senin, 28 September 2009

Tanaman obat ( Herba) Makin digemari


Herba yang makin digemari
Kini, gerai obat herba makin banyak. Begitu juga produk
herba yang ditawarkan, semakin beraneka ragam. karena
derasnya herba asing yang masuk ke pasar. Apa saja berkhasiatnya?

Aloe vera pereda demam. Banyak penelitian baru yang
membuktikan kebenaran khasiat tanaman lidah buaya ini, yaitu
peredam demam, baik dari luar maupun dalam. Di sini kita sudah biasa menggunakannya, selain untuk demam, karena efek melembutkan. Belakangan semakin banyak dimodifikasi bentuknya, selain gel oles, aneka makanan kesegaran.

Echinecea menguatkan daya tahan tubuh. Berasal dari penduduk asli Amerika Indian. Penelitian menunjukkan ekstrak akar tanaman ini merangsang produksi sel-sel sistem imun, melindungi badan dari infeksi yang menyebabkan flu. Herbalis menggunakannya untuk mengobati gigitan serangga dan pembengkakan. Khasiat utamanya adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Penelitian di Wisconsin University menunjukkan bahwa 8 dari 9 penelitian Echinacea manjur untuk infeksi pernapasan bagian atas dan baik untuk mempercepat penyembuhan. Jika sudah mulai bersin-bersin, kepala berat, dan hidung berlendir, maka cepat konsumsi herba ini. Gejala akan cepat hilang. Echinaca tersedia dalam bentuk kapsul, tincture maupun teh/seduhan.

Black cochos untuk pereda efek menopause. Di era bangsa Indian, herba ini digunakan untuk mengobati sakit di bagian yang berhubungan dengan organ reproduksi kewanitaan. Di zaman sekarang, ilmuwan Jerman membuktikan bahan ini mampu meredakan semburan panas (hotflushes) pada wanta yang mulai menopause. Bagi wanita yang tidak memilih terapi estrogen, herba ini bisa digunakan.

Evening primrose menurunkan kolesterol. Biji bunga evening primrose mengandung asam lemak esensial, terutama gamma linoleic acid. Penelitian yang dilaporkan oleh The review of Natural Products, menunjukkan konsumsi herba ini selama 3 bulan dengan nyata menurunkan, kadar kolesterol. Namun kolesterol tinggi membutuhkan penanganan yang agak rumit, jadi perlu konsultasi pada dokter jika memilih untuk mengkonsumsinya.

Pepermint menenangkan lambung. Pada zaman Romawi, orang mengunyah daun mint setelah pesta untuk menenangkan pencernaan, sehingga ada tradisi after-dinner mint. Minyak peppermint membantu menekan produksi gas dan merangsang pencernaan untuk memproduksi enzim pencernaan. Bisa juga untuk melawan bakteri. Kembung dan mual dapat diatasi dengan daun mint. Bisa dikunyah langsung, disedu sebagai teh ataupun menggunakan teh mint yang sudah banyak dijual.

Ginko biloba melonggarkan pembuluh darah. Inilah pohon herba tertua. Estrak daunnya mampu meningkatkan sirkulasi darah ke otak dan membantu menangkal terbentuknya endapan dalam pembuluh darah, sehingga mampu mengurangi kepikunan, bunyi dengkingm ditelinga, pusing vertigo dan gangguan sakit kepala lainnya. Efek lebih jauh, ginko dimanfaatkan untuk mengatasi gangguan ketajaman mental, gejala Alzheimer (penyakit penuaan), gangguan seks, sampai sakit karena pengaruh ketinggian tempat. Mengingat cara kerjanya yang rumit, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter, mengingat ada keadaan tertentu yang perlu hati-hati untuk mengkonsumsinya.

Bawang putih adalah antibiotik alami. Telah dikenal lama oleh nenek moyang kita sebagai obat. Bawang putih di Barat sering disebut king of the herb. Sejak dulu tahun 1920-an, sebuah perusahaan farmasi di Swis mengisolasi zat aktif bawang putih, aliin, yang menurut penelitian mereka tak akan memberi khasiat obat jika tidak dikunyah. Enzim mengubah aliin menjadi antibiotik kuat aliicin. Kini zaman modern, bawang putih diteliti potensinya untuk menyehatkan jantung sampai kanker.

Selain dikenal sebagai antibiotik, bawang putih juga berkhasiat memompa daya tahan tubuh dan anti infeksi. Bawang putih segar lebih efektif, jadi bawang putih paling baik dikonsumsi dalam keadaan mentah.

Ginseng penambah energi, tonikum. Walau penggunaannya selama ini untuk meningkatkan tenaga/vitalitas tubuh, namun penelitian di University of Milan (Itali) menunjukkan ginseng berkhasiat juga menambah daya tahan tubuh. Ginseng bisa menurunkan gula darah, demikian penelitian yang ditulis Diabetes Care. Dari Yale University diperoleh hasil bahwa ginseng mampu membantu mengatasi problem disfungsi ereksi dan menambah jumlah sperma pada kasus infertilitas pria. Penelitian lebih lanjut menunjukkkan akar ginseng ini digunakan untuk menekan LDL dan meningkatkan HDL. Meski bisa diseduh, tetapi paling efektif diminum dalam bentuk kapsul.

Lavender untuk menenangkan. Bunga lavender merupakan resep kuno untuk menenangkan. Peneliti Inggris di University of Wolverhampton menunjukkan dengan cara mencampurkan minyak esensial Lavender dalam air mandi, mampu mengurangi marah, frustasi,dan pikiran negatif. Meski efeknya ringan tetapi jangan menghirup langsung lavender karena beracun. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.


Pegagan (Gotu kola) untuk mengasah daya ingat. Di India dikenal sebagai herba untuk panjang umur. Herbalis meyakini pegagan mampu membantu daya ingat dan kekuatan otak. Pegagan juga peluruh air seni/diuretik. Namun, karena berpotensi racun, maka untuk mengkonsumsinya perlu berkonsultasi lebih dulu kepada ahlinya. (N)Sumber: Majalah Nirmala




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar