Click here for Myspace Layouts

Minggu, 01 November 2009

RENCANA USAHA KELUARGA ( RUK )


B A B  I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Menurut UUD No 12 Tahun 1992 tentang Budidaya  Tanaman  memberikan  kebebasan  kepada petani  untuk memilih komoditi yang diusahakan , dan mengambil keputusan sendiri  atas pengelolaan  usaha  pertaniannya, berdasarkan  pertimbangan – pertimbangan yang dimilikinya.
Penyuluh Pertanian berperan sebagai konsultan, pendamping dan mitra  petani dalam memfasilitasi agar petani  dan keluarganya  serta pelaku usaha  pertanian lainnya mampu mengambil keputusannya sendiri, dengan jalan :

  1. Membantu menemukan masalah
  2. Membantu menganalisis situasi yang sedang dihadapi dan melakukan  perkiraan kedepan ;
  3. Membantu  memperoleh pengetahuan / informasi teknologi, pasar, permodalan dan kemudahan – kemudahan lain guna memecahkan masalah
  4. Membantu mengambil keputusan betrdasarkan analisis terhadap situasi dan masalah yang dihadapinya.

Langkah awal dalam mewujudkan keputusan yang diambil dalam pengelolaan usaha pertaniannya adalah dengan menyusun Rencana Usaha Keluarga ( TUK), RUK ini dibuat dan disepakati serta dilaksanakan oleh  keluarga tani

 2. Tujuan

a.     Sebagai acuan bagi keluarga tani dalam melaksanakan pengelolaan usaha pertanian yang lebih produktif dan menguntungkan
b.     Sebagai  acuan untuk mengembangkan  jenis usaha  tani atau melakukan diversifikasi ( horizontal) terhadap jenis komoditas yang sedang diusahakan  secara realitas  dan rasional.

3, Manfaat

  1. Keluarga tani dapat mengetahui dan menggali potensi sumberdaya  pertanian yang dimilikinya yang tersedia di desa dan lingkungannya.
  2. Keluarga tani dapat merencanakan  secara sistematis :
Ø  Jenis usaha  dan kegiatan  yang akan dilaksanakan  ( dimana, kapan dan siapa yang akan melaksanakan)
Ø  Sarana kegiatan  dan biaya yang diperlukan

  1. Dengan menyusun RUK  secara berkelanjutan , keluarga tani senantiasa dapat memulai / mengevaluasi  hasil kegiatan  usaha pertaniannya sehingga  dapat terus  memperbaiki produktivitas usahanya  kearah yang lebih menguntungkan.

4. Pengertian :

Rencana Usaha Keluarga ( RUK) adalah rencana usaha yang dibuat oleh seluruh unsur-unsur keluarga  tani yang telah berkecimpung  dalam usaha  pertanian keluarga ( baik bapak, ibu  maupun anak-anak yang telah dewasa ) dan  disepakati  bersama dan dijadikan  sebagai acuan  dalam melaksanakan  pengelolaan  usaha pertanian  atau untuk  mengembangkan  usaha baru dalam rangka meningkatkan  produktivitas dan pendapatan  keluarga  yang meliputi  daftar jenis  usaha  dan kegiatan, pelaku kegiatan , volume  usaha/jumlah, sarana produksi serta besar biaya yang diperlukan , jadwal  pelaksanaan kegiatan dan perkiraan hasil/keuntungan yang akan diperoleh.

 BAB II

RUANG LINGKUP DAN ISI

  1. Ruang lingkup

    1. Jenis usaha pertanian yyang sedang berjalan
    2. Rencana jenis usaha pertanian dalam musim tanam atau siklus usaha berikutnya.
    3. Sumberdaya  dan potensi yang dimiliki oleh keluarga tani
    4. Potensi desa  lingkungan  setempat dan peluang pasar
    5. Unsur-unsur keluarga  yang terlibat dalam pelaksanaan usaha pertanian di tingkat rumah tangga ( bapak, ibu dan anak)

  1. Isi Rencana Usaha Pertanian Keluarga

Rencana Usaha Pertanian Keluarga (RUK) mneliputi hal-hal  sebagai berikut :
    1. Hasil dan kegiatan yang ingin dicapai dan dilaksanakan
    2. Adanya masalah yang akan dipecahkan
    3. Tempat lokasi kegiatan
    4. Rincian kegiatan untuk melaksanakan jenis usaha yang direncanakan
    5. Kebutuhan yang diperlukan dalam usaha pertanian yang terdiri dari :
Ø  Jenis dan volume/jumlah sarana produksi sarana usaha yang akan digunakan ( yang  menggambarkan jenis teknologi yang akan diterapkan )
Ø  Jumlah dan jenis tenaga kerja ( apakah menggunakan anggota keluarga  atau tenaga kerja luar usahatani)
Ø  Jumlah dan sumber biaya yang diperlukan ( sumber biaya swadaya, tabungan sendiri atau pinjaman kredit )
    1. waktu jadwal pelaksanaan
    2. cara memasarkan hasil usaha
    3. perkiraan hasil dan keuntungan yang akan diperoleh,

BAB III
WAKTU PENYUSUNAN

Waktu penyusunan RUK sebaiknya dilakukan dengan  mempertimbangkan  kaitannya dengan hal – hal berikut :

  1. Setelah pelaksanaan PRA  Desa ( atau pengkajian ulang PRA Desa) dan penyusunan profil keluarga.
  2. Setiap musim tanam ( sebelum mengolah lahan untuk usaha pertanian semusim
  3. Sebelum panen ( untuk usaha tanaman tahunan )
  4. Sebelum memulai siklus usaha berikutnya
  5. Sebelum memulai usaha baru ( misalnya : ternak ayam , ikan, pengolahan hasil pertanian, dll,. 

BAB IV

TAHAPAN PENYUSUNAN

     Tahapan penyusunan  RUK terdiri dari 10 langkah sebagai berikut :

Langkah 1

Seluruh anggota keluarga mempelajari data / informasi hasil ( hasil kajian ulang), PRA Desa data profil  keluarga, serta bersama-sama  menggambarkan  peta lahan usaha pertanian keluarga untuk menggali potensi sumberdaya yang dimiliki keluarga, masalah yang dihadapi dan peluang untuk meningkatkan produktivitas usaha dan pendapatan keluarga.
Hal – hal yang perlu diperhatikan antara lain :
  1. Lakukan analisis  terhadap jenis usaha dan tingkat produktivitas usaha yang dilakukan.
  2. Bila jenis usaha  lebih dari  1 , lakukan analisis untuk menetapkan  jenis usaha apa yang perlu dipertimbangkan  untuk  diperbesar usahanya  dan jenis usaha apa  yang sebaiknya ditinggalkan /diganti
  3. Dengan pertimbangan yang realitis  dan rasional , tetapkan jenis  usaha baru yang ingin dikembangkan  oleh keluarga  untuk peluang pasar yang ada.
  4. Gunakan peta lahan usaha pertanian keluarga untuk mengetahui :
Ø  Luas lahan yang belum diusahakan
Ø  Jenis tanaman atau komoditas yang perlu diteruskan pengelolaannya
Ø  Jenis tanaman atau komoditas yang tidak perlu diteruskan pengelolaannya
Ø  Jenis tanaman atau komoditas yang telah sesuai  dengan kondisi lahan dan iklim , namun belum mampu  keuntungan . Analisis masalah  atau faktor penyebabnya serta upaya untuk mengatasi  atau mempebaiki  produktivitasnya.
Ø  Jenis tanaman atau komoditas yang dinilai  dapat ditingkatkan  nilai tambahnya dengan melakukan  diversifikasi, baik horizontal maupun vertikal.
  1. Analisis  penguasaan  setiap anggota keluarga, baik bapak, ibu dan anak yang telah dewasa, terhadap teknologi yang diperlukan  untuk melakukan kegiatan / usaha yang dilakukan oleh masing-masing secara produktif dan menguntungkan.
  2. Analisis ketersediaan dan kesinambungan suplai bahan baku serta suplai saprodi
  3. Analisis ketersediaan dan akses keluarga  terhadap sumber permodalan usaha, dimiliki keluarga ataupun pihak luar.
  4. Kalender musim ( perlu ada  penyesuaian  kalender  atau tidak, berdasarkan  pengalaman 3 tahun terakhir )
  5. Peluang pasar, belum jenuh,pesaing, posisi tawar menawar keluarga dihadapan pembeli, bagaimana meningkatkan posisi tawar keluarga, dll
  6. Sosial budaya , keseusuaian  dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat, penerimaan masyarakat, dampak  usaha, dll

Contoh : Matrik Potensi dan Masalah Sumberdaya : “ Keluarga ,,,,,,,,,,

No
Komoditas
Satuan
Kondisi
Status

Masalah

Ket
Diusahakan
 Belum
Milik
Bukan
1
Pertanian
Sawah
Kebun Jeruk
 ( Ha)






2
Pternakan







3
Perikanan







4
Sumber Modal

















Langkah 2.

Diskusikan bersama anggota keluarga tentang
·         Masalah yang dihadapi dalam usaha  pertanian yang dilaksanakan selama ini
·         Penyebab timbulnya masalah itu
·         Akibatnya terhadap hasil usaha
Contoh :
Masalah
·         Pendapatan dari pohon Jeruk  Siam tahun 2008 lebih  lebih rendah dibandingkan tahun 2007
Penyebab
·         Kurang pemberian pupuk, jenis pupuk tidak seimbang  bibit asal cangkokan
·         Cara pemangkasan yang kurang tepat
Akibat
·         Hasil per pohon  rendah
·         Sebagian pohon tidak berbuah lebat

  Langkah 3

Musyawarahkan bersama seluruh anggota keluarga bagaimana  mengatasi permasalahan yang ada, memperhatikan kemampuan keluarga ( modal, sarana produksi/sarana usaha dan keterampilan  yang dimiliki  oleh setiap anggota  keluarga  dalam melaksanakan  kegiatan/usaha masing-masing )
Contoh :
Mengatasi masalah hasil per pohon pada tanaman Jeruk Siam , ada beberapa cara :
  • Pemberian pupuk lengkap, pupuk organik, peliburan
  • Melakukan pemangkasan yang tepat
  • Mengganti tanaman yang berasal dari cangkokan/ tanaman rusak   mengganti tanaman baru berasal dari bibit okulasi
Dari ketiga cara tersebut, cara apa atau kombinasi cara apa yang bila diterapkan akan mampu meningkatkan produktivitas , dapat dilakukan dan biayanya dapat ditanggulangi oleh keluarga tani.

CONTOH :






Matrik Identifikasi dan Pemecahan Masalah yang dihadapi Keluarga ……………………..


No
Komoditi
Satuan
Masalah
Penyebab
Akibat
Pemecahan
Pelaksana




Masalah

Masalah

1
Pertanian














 2
Peternakan 














 4
Perikanan 














 4
Simber Modal 















Langkah 4

Lakukan musyawarah bersama anggota keluarga  untuk menetapkan sasaran  atau hasil yang ingin dicapai  dan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Langkah 5

Perhatikan dan cermati kembali kalender musiman apakah dari kalender  musiman yang telah ada itu terdapat kegiatan yang perlu diubah untuk musim tanam atau siklus usaha yang akan datang ? Misalnya jadwal pemupukan pupuk kandang yang dilakukan setelah pengolahan lahan sebagai pemupukan dasar.
Berdasarkan perubahan tersebut susunlah kembali jadwal kegiatan – kegiatan akan dilaksnakan , mislanya kapan waktu memupuk Jeruk dengan pupuk kandang dan lain –lain.

Langkah 6.

Informasi perlakuan – perlakuan yang akan diterapkan dalam mencapai sasaran yang diinginkan pada musim tanam atau siklus usaha yang akan datang kepada siapa yang akan mengerjakan pekerjaan itu ., apakah pekerjaan itu akan dikerjakan oleh bapak, ibu atau anak yang dewasa. Persiapkan mereka dengan keterampilan untuk memangkas  dengan cara yang tepat, dan memupuk dengan pupuk kandang, dll.

Contoh : Jadwal Kegiatan dan Pelaksanaan

          Kegiatan
Januari
Pebruari
keterangan
             Mg 1
Mg 2
Mg 3
Mg 4
             Mg 1
Mg 2
Mg 3
Mg 4

Memangkas








Bapak, anak
Membersihkan kebun








Ibu, anak
Menerapkan pupuk kandang









Ibu, anak

 Langkah 7

Musyawarahkan penyusunan  kebutuhan sarana produksi/ sarana  usaha dan tenaga kerja untuk melaksanakan  kegiatan  tersebut dengan seluruh  anggota keluarga.
Hal-hal yang perlu diperhatikan  sebagai berikut :
ü  Apakah perlu alat baru ?
ü  Bila perlu berapa buah ?
ü  Berapa harganya ?
ü  Berapa orang yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan itu diluar anggota keluarga
ü  Berapa pupuk yang diperlukan ?
ü  Dll

Langkah 8
Berdasarkan kegiatan-kegiatan yang telah tersusun, maka hitunglah perkiraan biaya berdasarkan kebutuhan sarana produksi/sarana usaha dan tenaga kerja
Jumlahkan seluruh  biaya yang akan dikeluarkan, jangan sampai ada biaya yang tidak terhitung, misalnya biaya pajak bumi atau iuran-iuran lainnya.

Langkah 9
Berdasarkan perkiraan biaya  yang dibutuhkan  dan jadwal  pelaksanaan  kegiatan , maka susunlah  jadwal pengeluaran biaya

Langkah 10
Rujuk kembali hasil produksi pada musim tanam  yang lalu. Bersama seluruh  anggota  keluarga  buatlah  taksiran produksi yang akan dicapai

Dari hasil perkiraan kebutuhan  biaya yang diperlukan dan hasil produksi , maka hitunglah taksiran hasil yang akan diperoleh  dalam usaha yang akan dikembangkan  dalam satu musim/siklus usaha.
Hitunglah perkiraan  keuntungan dengan mengurangi antara nilai hasil dengan pengeluaran.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar