Click here for Myspace Layouts

Selasa, 02 Februari 2010

Pengalaman Bertanam Cabai Rawit di Polibag

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga dirumah, dengan menanam sendiri Cabai Rawit dirumah tepatnya di pekaranga depan rumahku. Halaman depan, masih tersisa ruang untuk menempatkan polibag besar sekitar 30 buah, yang rencana saya tanam sayuran daun dan buah.
Sayuran daun :
Bayam Putih
Daun dewa ( Tanaman Obat)
Kemangi

Sayuran Buah
Cabai Rawit
Sebelum kita memilih jenis sayuran untuk berkebun dipekarangan rumah kita, bukan dirumah tetangga, apalagi rumah RT.., mengetahui dari bagian yang dikonsumsi pada sayuran yang akan kita tanam tentu menjadikan lebih mantap dan bersemangat.
Sayuran Daun : tanaman  yang biasanya  dikonsumsi daunya, misalnya kangkung,  caisim, bawang daun, dan bayam
Sayuran Bunga :  adalah tanaman yang bunganya dikonsumsi, misalnya kol, brokoli dan bunga papaya
Sayuran buah :  tanaman yang umumnya dikonsumsi buahnya,  misalnya ; cabai besar, cabai rawit, kapri, kecipir, tomat,, buncis, kacang panjang, teroning, mentimun, pare dan paprika.
Sayuran umbi :  tanaman sayura yang dikonsumsi umbinya, misalnya wortel, kentang, bawang merah dan putih, bawang Bombay dan lobak.

Perlu persiapan yang cukup memakan waktu, duit  ( uang) untuk dapat menghasilkan sayuran segar setiap saat dan ilmu bertanam yang secukupnya.
Mau.
Oke kita mulai Pertamaxxxx
1. Persiapan Media Tanam dan Polibag
Saya mau nanam Cabai Rawit, sebelumnya beli Polibag ukuran besar 1 pak  isi 25 lembar seharga Rp. 25.000, menyiapkan pupuk kandang  tanah subur. Sebelumnya cari benih cabai saya beli / minta punya isteri cabai didapur dipilih yang merah, bernas tanpa ada penyakit, keringkan dulu  dengan sinar matahari, dan semai.  pada Polibag super besar. langkah langkahnya lihat pada postingan terdahulu aja.
2. Menanam Cabai Rawit
Mudah saja, polibag yang sudah ada media tanah, kita buat lubang ukuran ya 10 cm dalam sesuai kan, ambil bibit cabai yang dipesemain, tanam, perlahan lahan, sambil mengikutkan tanah dibagian akarnya.
Nh gambarnya :
 
Langkah selanutnya adalah menempatkan Polibag di tempat yang agak naungan atau terlindung dari Sunar Matahari langsung, Karena tanaman yang baru dipindahkan belum kuat menahan terpaan panas, angin yang kencang, yang mengakibatkan tanaman layu atau roboh tertiup angin.
Amati setiap hari perkembangan anak Cabai ( bila anda kurang kerjaan tiap jam)  yang tumbuh bagus , tanaman nampak tegak, daun mulai mengeras, dan tidak layu. Bila ada tanaman layu malah mati kita ganti, atau disulam. Sebelumnya kita sudah m,enyiapkan tanaman pengganti minimal 10  %  dari jumlah polibag.
Perkembangan selanjutnya adalah sebagai berikut :
Gambar 1, dan 2 :


Baru sukses nanam belum sukses membuahkan Cabai Rawitnya,
tunggu ya pada postingan berikutnya






7 komentar:

  1. mohon ijin untuk copy paste yach pak....

    BalasHapus
  2. Alhasil gimana pak? saya tertarik mencoba. firman tuban jatim

    BalasHapus
  3. Terima kasih untuk infonya smoga bermanfaat
    Mohon izinnya untuk share,

    BalasHapus
  4. trima kasih om informasinya,mohon izin untuk mengcopy nya om..,^_^emon jambi

    BalasHapus
  5. kebetulan saya sudah beli bukunya, sangat bermanfaat untuk tugas saya.
    Terima kasih pak,,,

    BalasHapus
  6. wah.. saya suka banget nech budidaya-budidaya yang memanfaatkan tanah kosong dan halaman rumah...
    nuhun infona pak.. manfaat pisan..!! heu heu

    BalasHapus