Click here for Myspace Layouts

Minggu, 26 September 2010

Teknik Pemeliharaan Mawar Mini Agar Rajin Berbunga


Sumber: Jasa Penelitian, Ir. Rahayu Tedjasarwana, MS., 

Mawar mini (Rosa sinensis Hort) merupakan salah satu jenis tanaman hias yang cukup popular di berbagai kalangan masyarakat. Permintaan yang terus meningkat, sehingga diperlukan teknik pemeliharaan yang tepat agar cepat berbunga. Adapun teknik budidaya antara lain pemberian ZPT, pemberian jenis pupuk dan pengendalian hama dan penyakit. Pemberian ZPT paklobutrazol merupakan salah satu cara untuk mempercepat pembungaan pada tanaman mawar mini.
Mawar  (Rosa sinensis Hort) adalah salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan memiliki keindahan serta daya tarik. Komoditas mawar merupakan tanaman hias yang dapat diusahakan dengan menjanjikan keuntungan besar. Mawar mini (Rosa sinensis Hort) merupakan mawar pot yang ukurannya mini, diameter bunga sekitar 2-3 cm dengan ukuran daun proporsional. Permintaan mawar sebagai bunga potong meningkat 10% per tahun. Untuk memenuhi proyeksi permintaan yang semakin meningkat diperlukan peningkatan produksi dan kontinunitas pasokan jenis baru dengan mutu yang sesuai dengan permintaan konsumen. Teknik perbanyakan tanaman, penggunaan media tanam yang tepat dan pemeliharaan tanaman yang baik secara teratur sangat diperlukan untuk menstimulasi pembungaan pada mawar mini.
Budidaya tanaman hias pot cenderung menggunakan media tanam tanpa tanah karena lebih bersih dan ringan hingga mudah penanganannya. Budidaya tanaman tanpa tanah dengan menggunakan substrat sebagai pengganti tanah. Tanaman mawar pot umumnya digunakan sebagai tanaman dalam ruangan sehingga diperlukan media yang dapat menahan air atau mempertahankan kelembaban cukup lama. Pengaruh komposisi media tanam dan kaitannya dengan perkembangan akar diperlukan untuk ketahanan mawar mini.

Perbanyakan
Tanaman mawar dapat diperbanyak secara generatif dan vegetatif.  Perbanyakan vegetatif yang dilakukan adalah cangkok, okulasi, stek batang atau cabang, dan perbanyakan tanaman        in vitro di laboratorium. Perbanyakan secara generatif melalui biji untuk kepentingan permukaan tanaman. Benih yang baik pada mawar  pot sebaiknya yang berasal dari stek batang. Kemampuan pembentukan akar dari stek dipengaruhi oleh umur bahan stek yang digunakan dan adanya daun pada bahan stek. Stek dari tanaman yang berumur cukup tua lebih mudah berakar dibandingkan dengan tanaman yang terlalu tua atau terlalu muda. Adanya daun di batang berpengaruh baik terhadap pembentukan akar. Pemotongan stek akan menimbulkan luka karena pelukaan ini terjadi penimbunan karbohidrat dan zat tumbuh di daerah luka tersebut. Pemotongan dilakukan miring  450, agar penampang daerah stek  menjadi luas sehingga jumlah akar yang tumbuh menjadi lebih banyak. Okulasi  adalah usaha menempelkan mata tunas dari tanaman satu ke tanaman yang lain, dimana okulasi merupakan pembiakan vegetatif buatan dengan perbaikan sifat fisik. Syarat keberhasilan  dari okulasi adalah tanaman harus kompatibel, yaitu tanaman atas dan tanaman bawah terjadi kesesuaian  sehingga menjadi tunas lalu menjadi tanaman  baru. Batang bawah yang biasa digunakan untuk okulasi adalah tanaman mawar pagar  (Rosa multiflora atau multic), sedang batang atasnya adalah tanaman mawar hasil silangan. Okulasi biasanya dilaksanakan pada saat kulit batang bawah mudah dikelupas, pada saat itu pertumbuhan tanaman dan sel-sel kambium sedang dalam keadaan aktif. Mawar juga dapat diperbanyak dengan biji. Benih atau biji mawar dapat diperoleh melalui perbanyakan secara generatif. Cara ini biasanya digunakan pada program pemulia tanaman untuk mendapatkan jenis-jenis mawar baru, terutama mawar hibrida atau hasil silangan. Okulasi mata berkayu (chip budding) dapat mempercepat pengadaan bibit mawar dibandingkan dengan metode okulasi biasa. Kelebihan dari chip budding yaitu mempercepat pembungaan, pelaksanaan penempelan mata berkayu dapat dilakukan  setiap saat dan tidak tergantung kondisi batang bawah.

Teknik budidaya
Tanaman mawar mempunyai daya adaptasi sangat luas terhadap lingkungan tumbuh, karena itu dapat ditanam di daerah beriklim dingin (sub-tropis) maupun di daerah panas, tanaman mawar dapat tumbuh dan produktif berbunga di dataran rendah sampai dataran tinggi kurang lebih 1500 m dpl. Keadaan iklim yang paling cocok dan paling ideal untuk tanaman mawar adalah dataran menengah mulai dari ketinggian 500 m dpl sampai ± 1500 m dpl. Suhu udara yang relatif sejuk antara 18-260C, kelembaban 70-80%, mendapat sinar matahari langsung dan penuh (panjang) atau minimal 6 jam/hari, dan  curah  hujan  dengan kisaran 1500-3000 mm/th. Keadaan tanah yang cocok untuk tanaman mawar adalah jenis tanah liat berpasir (kandungan liatnya antara 20-30%), subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi dan drainasenya baik dengan derajat kemasaman tanah yang ideal antara  pH 5,5 -7,2 .
Mawar mini umumnya digunakan sebagai tanaman dalam ruangan sehingga diperlukan media yang dapat menahan air atau kelembaban cukup lama. Diharapkan adanya suatu media porous yang mudah menyerap air untuk mendapatkan penampilan mawar mini yang bagus. Bahan-bahan selain tanah yang dapat dimanfaatkan antara lain kompos daun bambu, kompos pinus, kompos tandan kosong kelapa sawit, serutan kayu, bagas tebu, sabut kelapa dan zeolit.
Berdasarkan hasil penelitian dari Balithi, komposisi media tanam yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman adalah arang sekam dan moss (1:4). Pada media ini nilai porositas tinggi sebesar 82,6%. Nilai porositas tinggi menunjukkan aerasi dan draenasi media tersebut tinggi, berarti laju perkolasi air dan pertukaran udara berlangsung relatif cepat.
Mawar yang ditanam di dalam pot memerlukan komposisi media tanam yaitu berupa campuran tanah yang subur, pupuk organik (pupuk kandang atau kompos), dan pasir atau abu dapur perbandingan 1:1:1. Fungsi abu dapur selain menambah proporsi bahan organik, juga dapat membunuh kuman.
Komposisi media tanam terbaik untuk pertumbuhan tanaman adalah arang sekam plus moss (1:4), karena memberikan tinggi tanaman terendah, jumlah duri sedikit dan hasil bunga cenderung tertinggi. Komposisi media tanam lain dapat digunakan sebagai alternatif untuk mawar mini yang ditanam di pot.
Sebelum bibit ditanam, bibit dicuci dalam air mengalir sampai akar dari bibit tersebut bersih dari sisa media sebelumnya. Akar-akar yang tidak perlu digunting. Setelah tanaman tumbuh dilakukan pemangkasan yang bertujuan untuk mengatur pertumbuhan tanaman sebaik mungkin sehingga dapat menghasilkan bunga dengan bentuk yang indah. Pemangkasan berat dilakukan dengan memangkas rangkaian tunas hingga daun ke-3 dari atas.

Pemberian ZPT Paklobutrazol (Zat Pengatur Tumbuh)
Pemberian fitohormon pada tanaman mawar mini sangatlah penting. ZPT seperti paclobutrazol dapat berfungsi mempercepat waktu pembungaan, meningkatkan hasil bunga dan memperpendek batang. Pemberian paclobutrazol 500 ppm dilakukan mulai sehari setelah pemangkasan, dua kali seminggu selama 5 minggu. Pemberian packlobutrazol dengan konsentrasi 500 ppm berpengaruh dalam menghasilkan bunga sebesar 8,76 kuntum/tanaman akan tetapi menurunkan pertumbuhan tinggi tanaman  sebesar 40,3 % sebesar 13,61 cm setelah 5 minggu setelah tanam.
Pemeliharaan tanaman meliputi pengairan, pengabutan, pemberian pupuk cair formula Cipanas A1, penyiangan gulma dan pengendalian hama penyakit. Penyiraman yang dilakukan secara manual setiap hari 1 kali  untuk tanaman mawar mini pot sebanyak 300 ml/pot. Untuk mempertahankan kelembaban tanaman dan serangan penyakit embun tepung dilakukan dengan pengabutan 3 jam sekali pada siang hari setiap harinya. Pengabutan untuk mawar mini pot bertujuan untuk membersihkan daun dan menjaga kesehatan tanaman. Pengabutan adalah tetesan air yang dipercikan nozzle pengabutan. Pemberian pupuk cair formula Cipanas A1 satu kali/minggu sebanyak 300 ml/pot sudah cukup untuk pertumbuhan tanaman yang baik.

Formula hara cipanas A1 terdiri dari :
Larutan pekat A yang merupakan campuran terdiri dari :
N (urea) (CO(NH2)2  2 kg
Ca (Ca(NO3)24H2O) 8,235 kg
Fe (FeSO47H2O/Ferm sulfat) 69,7 g
Ketiga unsur tersebut dilarutkan dalam air sehingga didapat 50 l larutan pekat A.

Larutan pekat B merupakan campuran yang terdiri dari ;
P (KH2PO4) 1,617 kg
S (NH4)2SO4/ Za 1,65 kg
Mg (MgSO4 7H2O/ garam inggris 1,1818 kg
Mn (MnSO4H2O/ mangan sulfat 9,3 g
Zn (ZnSO4 7H2O/Zinc sulfat 8,8 g
B (H3BO3/ acid bric granul 11,4 g
Cu (CuSO4 5H2O/ amhe 2 g
Mo (NH4)6Mo 7O244H2O 0,9 g
KCL 3,74 kg

Semuanya dilarutkan dalam air sehingga didapat 50 l larutan pekat B. Larutan cipanas A1 sebanyak 335 ml masing-masing dari larutan pekat A dan B untuk mendapatkan 100 liter larutan hara. Pemberian larutan pupuk ini dilakukan setiap minggu 2 kali. Hasil menunjukkan produksi total bunga dengan pemberian formula hara Cipanas A1 lebih tinggi (71,2 kuntum/petak) dibandingkan dengan formula pupuk Joro dan Cipanas A2
Penyiangan gulma pada tanaman mawar mini dengan cara manual yaitu membuang gulma yang tumbuh di sekitar tanaman pot. Pengendalian hama dan penyakit untuk tanaman mawar mini dilakukan dengan penyemprotan pestisida Agrimex, Decis dan Curacron seminggu sekali sebanyak 0,5 ml/l dengan volume semprot 500 l/ha secara berselang seling (Rahayu Tejasarwana).
Sumber Utama : Balai penelitian tanaman Hias.
Untuk Link postingan sebagai berikut : 

1.Balai Penelitian Tanaman Hias
  
http://balithi.litbang.deptan.go.id/index.php?bawaan=berita/fullteks_berita&id=138
2. Ibo Jempol.com
    Link Terkait : Cara Menanam dan Merawat bunga Mawar

 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar