Selasa, 02 November 2010

Manfaatkan Pekarangan sebagai Apotik Hidup


Dulu, orang tua kita seringkali menggunakan obat tradisional untuk menyembuhkan penyakit ringan, seperti demam, pusing atau sariawan. Obat tradisional tersebut merupakan hasil dari racikan tanaman obat yang biasa ditanam di pekarangan rumah.
Sayangnya, kebiasaan menanam tanaman obat seperti jahe, kencur atau kunyit, kini semakin ditinggalkan karena sempitnya waktu yang tersisa untuk bercocok tanam. Dan rutinitas yang menyita waktu juga telah membuat kita sedikit mengabaikan arti pekarangan rumah bagi kehidupan.
Padahal, pekarangan yang merupakan sebidang tanah di sekitar rumah dan umumnya dikelilingi pagar ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai pemberi keindahan dan keasrian, dan dapat menjadi apotek hidup yang memudahkan kita memperoleh obat alami dan bumbu dapur yang masih segar. 

Berikut adalah beberapa tanaman obat yang dapat ditanam di pekarangan rumah Anda;
Jahe
Jahe selain dapat dimanfaatkan sebagai bumbu dapur juga dapat memberi aroma pada makanan seperti biskuit, roti ataupun kue serta minuman. Sebagai obat tradisional, jahe dapat digunakan untuk meredakan kejang, mengobati inflamasi dan rematik. Jahe dikenal pula berkhasiat sebagai anti muntah dan anti mikroba.
Untuk menanam jahe, pilihlah bibit dari tanaman jahe yang sehat dengan kulit yang tidak lecet. Media tanam yang digunakan adalah lahan dengan tanah yang gembur dan banyak mengandung humus. Kemudian buatlah lubang tanam sedalam 3 hingga 7,5 cm dan lekatkan bibit pada tanah dengan cara direbahkan. Untuk pemupukkan awal gunakan pupuk organik.
Tanaman jahe tidak memerlukan banyak air, sehingga tak perlu sering disiram. Selain pemupukkan pada awal penanaman, tanaman jahe juga memerlukan pemupukkan susulan dengan menggunakan pupuk kandang atau buatan.
Kunyit
Kunyit telah dikenal sebagai tanaman serba guna. Selain digunakan untuk ramuan jamu, rimpang atau umbi kunyit juga bermanfaat sebagai anti inflamasi, anti oksidan dan pembersih darah.
Bibit kunyit didapat dari potongan rimpang karena lebih mudah tumbuh. Lahan yang akan ditanami sebaiknya gembur dengan ukuran lubang tanam 5 hingga 10 cm. Tanam bibit dengan arah tunas menghadap ke atas.
Karena kunyit termasuk tanaman yang tidak tahan air, maka penyiraman perlu dilakukan secara cermat agar tanaman tidak tergenang air sehingga rimpang tidak membusuk
Lengkuas
Lengkuas memiliki dua jenis, yaitu lengkuas dengan rimpang putih yang digunakan untuk penyedap masakan, dan lengkuas dengan rimpang merah yang sering digunakan sebagai obat tradisional.
Sebagai obat, lengkuas dapat digunakan untuk membangkitkan selera makan dengan cara direbus bersama buah mengkudu, kencur, bubuk ketumbar, bawang putih, asam jawa dan bahannya lainnya. Air rebusan kemudian diminum dua kali sehari pada pagi dan siang hari. Manfaat lainnya, lengkuas dapat digunakan untuk meredam sakit rematik dan sakit kulit.

 Lidah Buaya
Selain berfungsi sebagai tanaman hias, lidah buaya juga sering digunakan untuk menyuburkan rambut, menyembuhkan luka bakar dan keseleo.
Lidah buaya yang memiliki daun runcing berbentuk taji ini membutuhkan lahan tanam yang subur dan gembur. Batangnya tidak terlihat karena tertutup daun-daun yang rapat. Peremajaan tanaman dilakukan cukup dengan memangkas habis daun dan batang cabangnya, untuk menyisakan batang utama tempat tunas baru tumbuh.
Anda tak perlu menyiramnya setiap hari karena lidah buaya memiliki cadangan air sehingga tahan terhadap cuaca kering. Sebaliknya jika sering disiram, lidah buaya akan cepat membusuk.
Selain itu, masih banyak tanaman obat yang dapat Anda budidayakan di pekarangan rumah, seperti :
  • cabai jawa yang bermanfaat untuk mengatasi kejang perut, disentri, sakit kepala, sakit gigi dan demam
  • kencur untuk menyembuhkan flu pada bayi, masuk angin dan batuk, serta menghilangkan rasa lelah
  • sirih untuk menghilangkan gatal-gatal pada kulit, mengatasi pendarahan gusi dan mimisan serta menyembuhkan sariawan.
  • jambu biji untuk menyembuhkan sakit perut, mengatasi maag, diabetes dan sakit perut.
Bercocok tanam atau berkebun juga bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh. Kegiatan memotong, menyiangi dan menyiram tanaman akan membuat tubuh segar karena melakukan beberapa gerakan sekaligus. Maka, lakukanlah pemanasan sebelum berkebun dan pendinginan setelahnya untuk menghindari cidera dan pegal-pegal pada bagian anggota tubuh seperti pinggang dan tangan.  

Artikel terkait dengan Apotik Hidup :

3 komentar: