Sabtu, 27 Agustus 2011

TEKNOLOGI PRODUKSI UBI JALAR

1. Varietas dan stek
  •  Varietas unggul yg telah dilepas selain berdaya hsl tinggi, agak tahan hama boleng Cylas formicarius dan penyakit kudis Sphaceloma batatas.
  •  Stek yang ditanam harus berkualitas
  •  Stek pucuk diambil dari tanaman sehat, normal dan telah berumur 2 bln atau lebih.
  •  Potong stek pucuk sepanjang 20-25 cm, gunakan pisau tajam, dan dilakukan pagi hari.
  •  Buang sebagian daun bibit tanaman utk mengurangi penguapan.
  •  Jika tanam tdk selesai sehari, ikat tiap 100 stek dalam satu ikatan. Simpan tempat teduh selama 1-3 hari, jangan ditumpuk
2. Penyiapan lahan
  •  Tanah diolah dan dibuat guludan, lebar 40-60 cm, tinggi 30-40 cm.
  •  Jarak antar puncak guludan 50 atau 100 cm.
  •  Pada tanah berat (berlemung) berlu ditambah bahan organik 10 t/ha
  •  Contoh Malang-1 atau Adira-1
  •  Untuk tepung, pilih varietas yang kadar patinya tinggi.
3. Penanaman
  •  Sebaiknya ubi jalar ditanam setelah padi, pada akhir musim hujan hingga pertengahan musim kemarau.
  •  Stek pucuk ditanam tegak atau miring dengan 2-3 ruas terbenam ke dalam tanah atau pada guludan dengan jarak tanam dalam baris 20-30 cm, pop 33.000-50.000 tan/ha.
  •  Ubi jalar dapat ditanam secara tumpang sari dengan tingkat naungan tidak lebih 30%.
  •  Penyulaman stek yg mati dapat dilakukan pada umur 7-10 hari.
4. pemupukan
  •  Urea – SP36 – KCl : 200 – 100 – 100 (bisa ditambah pupukaan kandang saat pembuatan guludan).
  •  Umur 7 hari : 1/3 dosis urea dan KCl serta seluruh SP-36.
  •  Umur 1,5 bulan 2/3 dosis urea dan KCl.
  • Pupuk yg sudah diberikan ditutup dengan tanah
5. Penyiangan gulma dan pembalikan batang
  •  Penyiangn dilakukan sebelum pemupukan kedua.
  •  Perbaikan guludan dan pembalikan batang perlu dilakukan utk mencegah munculnya akar dari ruas batang.
  •  Pemanfaatan jerami padi di lahan sawah sebagai mulsa dapat menekan biaya. Selain menekan gulma, pemberian mulsa tidak perlu pembalikan batang.
  • Penyiangan dilakukan pada umur 1 bulan.
6. Pengairan
  •  Pd mk pengairan dilakukan setiap 2-3 minggu atau minimal 3 kali selama masa pertumbuhan. Pengairan yg cukup dpt menghindari serangan hama boleng Cylas sp.
  • Umur 2-3 bulan dibumbun
7. Pengendalian hama
Hama utama adalah boleng, penggerek batang dan nematoda.
Hama tersebut dapat dikendalikan secara terpadu dg :
  •  penggunaan var yg agak tahan
  •  gunakan stek dr tanaman sehat
  •  celupkan stek ke dalam lart insektisida (Marshal) selama 2-3 menit.
  •  gunakan furadan 3G
  •  pengairan yg cukup
  •  pembumbunan
  •  Penangkapan serangga jantan dewasa dg seks feromon
  •  Penyemprotan insektisida nabati berupa ekstrak biji atau daun nimba dg konsentrasi 4%
  •  Panen tepat waktu
  •  Rotasi tanaman.
8. Pengendalian penyakit
Penyakit utama adalah kudis (Scab)
  • Disebabkan oleh cendawan Sphaceloma batatas atau Elsinoe batatas
  • Menurunkan hsl hingga 30%
  • Kondisi lingkungan lembab dan curah hujan tinggi sangat mendukung perkembangan cendawan diatas,
  • Sumber inokulum adalah stek yg sakit.
  • Penyakit dpt berkembang biak dlm cuaca sejuk pd suhu 13-27oC
Gejala kerusakan akibat kudis
Berupa kudis pada daun dan batang
  •  Bercak berbentuk bulat sampai elips, pd serangan berat panjang bercak dpt mencapai 1 cm,
  •  Pd tingkat lanjut, daun menjadi keriting atau berkerut dan tunas-tunas muda tumbuh kerdil
  •  Daun tdk produktif dlm melakukan fotosintesis, shg menurunkan hsl.
  •  Penyakit dpt berkembang biak dlm cuaca sejuk pd suhu 13-27oC
Pengendalian penyakit kudis
  •  Tanam var tahan
  •  Perbanyakan bibit dg umbi dan pergiliran tanaman
  •  Penyempurnaan saluran drainase pd MH
  •  Pemberian mulsa jerami.
  •  Gunakan bibit dr bibit bebas penyakit
  •  Sanitasi
  •  Pemangkasan bagian sakit dan bakar.
9. Panen
  •  Panen dilakukan jika umbi telah tua dan besar. Panen dpt dilakukan serempak maupun bertahap.
  •  Scr fisik ubi jalar siap panen jika daun dan batang mulai menguning
  •  Di dataran rendah ubi jalar dpt dipanen pd umur 3,5-4 bln
  •  Di dataran sedang ubi jalar dpt dipanen pd umur 3,5-5 bln
  •  Di dataran tinggi ubi jalar dpt dipanen pd umur 6-8 bln
  •  Hindarkan umbi dari luka atau memar saat panen.
10. Pasca panen
  • Ubi jalar dapat diolah menjadi produk antara berupa pati maupun tepung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar