Click here for Myspace Layouts

Kamis, 18 Juni 2009

TANAMAN PANGAN , ( Konsep dan definisi )

  1. Luas tanaman akhir bulan yang lalu Yang dimaksud adalah luas tanaman pada tanggal terakhir dari bulan laporan yang lalu. Besarnya luas ini sama dengan luas tanaman pada awal bulan laporan. Di sini luas tanaman benih tidak dimasukkan.
  2. Luas tanaman yang dipanen berhasil Yang dimaksud adalah luas tanaman yang dipungut hasilnya setelah tanaman tersebut cukup umur dan hasilnya paling sedikit 11% dari keadaan normal. Mencabut benih tidak termasuk sebagai memungut hasil dan tidak boleh dimasukkan dalam laporan ini.
  3. Luas tanaman yang dipanen muda Yang dimaksud adalah luas tanaman yang dipungut hasilnya sebelum waktunya (belum cukup tua). Tanaman yang dipanen muda hanya tanaman jagung dan kedelai. Sedangkan khusus untuk tanaman baby corn tidak tercakup dalam pengumpulan data luas panen dan luas tanam. Contoh : Tanaman jagung yang dipungut hasilnya waktu masih muda (belum dapat dipipil) yang digunakan untuk sayuran atau diambil kulit buahnya untuk rokok (klobot) dsb, walaupun memberikan hasil tetap dimasukkan ke dalam tanaman yang dipanen muda, jadi tidak termasuk ke dalam yang dipanen berhasil
  4. Luas tanaman rusak/tidak berhasil (puso) Yang dimaksud adalah luas tanaman yang mengalami serangan OPT, bencana alam, sedemikian rupa sehingga hasilnya kurang dari 11 % dari keadaan normal. Termasuk di sini tanaman yang sengaja dirusak sebelum waktu panen (karena OPT, untuk pakan ternak dan sebagainya).
  5. Luas penanaman baru (tambah tanam) Yang dimaksud adalah luas tanaman yang betul-betul ditanam (sebagai tanaman baru) pada bulan laporan, baik penanaman yang bersifat normal maupun penanaman yang dilakukan untuk mengganti tanaman yang dibabat/dimusnahkan karena terserang OPT atau sebab-sebab lain, walaupun pada bulan tersebut tanaman baru ditanam, dibongkar kembali (akan ditanami kembali/replanting).
  6. Padi Padi di lahan sawah adalah padi yang ditanam di lahan sawah. Yang termasuk padi di lahan sawah: padi rendengan, padi gadu, padi gogo rancah, padi pasang surut, padi lebak, padi rembesan dan lain-lain.
  7. Padi di lahan bukan sawah adalah padi yang ditanam di lahan bukan sawah.Yang termasuk padi di lahan bukan sawah ialah padi gogo/ladang/huma.
  8. Padi hibrida adalah padi yang benihnya merupakan keturunan pertama dari persilangan dua galur atau lebih dimana sifat-sifat individunya Heterozygot dan Homogen. Contohnya : Miki – 1, Intani – 1, Intani – 2, Miki – 2.
  9. Padi konvensional adalah padi yang benihnya berasal dari galur murni, sehingga individunya Homoozygot dan Homogen. Termasuk turunan pertama dan seterusnya dari padi hibrida, dan padi lokal. Contohnya : IR – 64, Way Apo Buru, Sei Lilin, Rojolele, Pandanwangi, dll.



Palawija
Jagung hibrida adalah jagung yang benihnya merupakan keturunan pertama dari persilangan dua galur atau lebih dimana sifat-sifat individunya Heterozygot dan Homogen. Contohnya : Kelompok Cargil seperti C1, C2, Kelompok Pioneer seperti P1, P2, Kelompok Bisi seperti Bisi 1, Kelompok Semar seperti Semar 1, Kelompok CPI seperti CPI 1.

Jagung komposit adalah jagung yang benihnya campuran dari beberapa varietas, sehingga individunya Heterozygot dan Heterogen. Contohnya : Lamuru, Krisna, Gumarang, Bisma dll.

Jagung lokal adalah jagung yang merupakan hasil pertanaman spesifik lokasi, tidak merupakan benih hibrida dan impor contoh Jagung Kodok, Jagung Kretek, Jagung Manado Kuning, Jagung Metro. Kedelai : Kacang Jepun.

Kacang tanah : beberapa nama daerah untuk kacang tanah adalah kacang suuk, kacang cina, kacang hole, kacang waspada, kacang jebrul, kacang bandung, kacang manggala, kacang kerentil, kacang kerentul. Kacang hijau : kacang herang.

Ubi kayu (singkong): beberapa nama daerah untuk ubi kayu adalah hui jendral, boled, hui perancis, ketela pohung, ketela matriks, ketela cangkel, ketela mantri, kaspe, menyok.

Ubi jalar : beberapa nama daerah untuk ubi jalar adalah, mantang, hui boled, ketela pendem, ketela jawa.

8. Intensifikasi adalah upaya meningkatkan produktivitas dari sumberdaya usahatani yang terbatas dengan penerapan Sapta Usaha yang dianjurkan untuk meningkatkan produksi, pendapatan petani, perluasan kesempatan kerja, penghematan dan peningkatan devisa serta mempertahankan pelestarian sumber daya alam.

Sapta Usaha adalah tujuh usaha dalam proses produksi pertanian yang terdiri dari:


  1. Penggunaan benih unggul.
  2. Pemberian pupuk.
  3. Perbaikan cara melakukan pekerjaan usahatani.
  4. Pengendalian OPT.
  5. Penyediaan dan pengaturan air.
  6. Perlakuan panen.
  7. Pasca panen.
9. Padi Intensifikasi. Yaitu tanaman padi yang ditanam secara intensif dengan menerapkan sebagian anjuran Sapta Usaha, yaitu minimal telah dilakukan :

Untuk Sawah Berpengairan adalah melakukan pengolahan tanah, penggunaan benih unggul dari varietas yang dianjurkan, pemakaian pupuk minimal sepertiga dosis anjuran dan pengendalian OPT bila ditemukan serangan dan telah mencapai ambang pengendalian.

Untuk Lahan Tadah Hujan adalah melakukan pengolahan tanah, penggunaan benih unggul yang cocok untuk lahan tersebut dan berproduksi tinggi dengan tingkat pemakaian pupuk minimal sepertiga dosis anjuran dan melakukan pengendalian OPT bila ditemukan serangan dan telah mencapai ambang pengendalian.

Untuk Lahan Pasang Surut dan Lahan Lebak dengan penggunaan benih unggul yang cocok untuk lahan tersebut serta pengendalian OPT bila ditemukan serangan dan telah mencapai ambang pengendalian.

Untuk Lahan Bukan Sawah adalah melakukan pengolahan tanah, penggunaan benih unggul yang cocok untuk lahan tersebut dan berproduksi tinggi dengan tingkat pemakaian pupuk minimal sepertiga dosis anjuran dan melakukan pengendalian OPT bila ditemukan serangan dan telah mencapai ambang pengendalian.

10. Padi Non Intensifikasi Yaitu tanaman padi yang bercocok tanamnya masih tradisional dan belum menerapkan sapta usaha tani.
11. Palawija Intensifikasi Yaitu tanaman palawija yang ditanam secara intensif dengan menerapkan sebagian Sapta Usaha, yaitu minimal telah dilakukan untuk:
12. Palawija Non Intensifikasi. Yaitu tanaman palawija yang ditanam secara tradisional, belum sesuai dengan cara-cara bercocok tanam palawija yang dianjurkan dan penggunaan pupuknya di bawah sepertiga dosis anjuran.

1 komentar:

  1. Mohon tampilkan feferensi.manfaat berbagai jenis tanaman pangan lokal (gadung,sagu,umbi-an dll)

    BalasHapus