Senin, 07 September 2009

Bisnis Menjanjikan Jeruk Siam Banjar


Jeruk Siam Banjar asal Kalimantan Selatan merupakan Salah satu komoditas unggulan hortikultura yang sudah sangat berkembang dan memiliki potensi cukup prosfektif sebagai komoditi bernilai ekonomis.

Dukungan potensi lahan untuk usaha budidaya komoditas ini masih sangat terbuka mengingat berdasarkan data dari Dinas pertanian Propinsi Kalimantan Selatan,luas lahan yang sudah dimanfaatkan selama tahun 2007 untuk usaha pertanian baru mencapai 52,55%. Pada tahun 2007 luas lahan pertanaman jeruk tercatat sebesar 8.740 Ha, sedangkan luas panen tanaman produktif 2.460 Ha dengan tingkat produksi sebesar 78.474 ton dan produktivitas 31,90 ku/ha.

Buah jeruk Siam Banjar sangat disukai untuk dikonsumsi karena jeruk ini memiliki kandungan air buah yang tinggi dan skala brix berkisar 9 - 10 sehingga mempunyai cita rasa buah yang manis dan segar dengan penampilan fisik buah relatif besar, kulit buah luar mengkilap dan mudah dilepas dari daging buah serta warna buah matang kuning mengkilap menjadikan buah ini menjadi pilihan favorit konsumen dalam preferensi konsumsi buah-buahan.



Dalam setiap kesempatan event Kontes Buah Nasional Jeruk Siam Banjar asal Kalimantan Selatan ini selalu mendapat predikat Juara dan pada tahun 2006 menjadi juara I Tingkat Nasional.

Daerah-daerah sentra penghasil buah jeruk siam banjar di Kalimantan Selatan antara lain terdapat di Kabupaten Tapin, Barito Kuala, Banjar dan Hulu Sungai Tengah, daerah-daerah sentra ini sangat mudah diakses baik dari segi transportasi dan komunikasi karena telah didukung dengan infra struktur yang sangat baik, sehingga cukup memiliki keunggulan kompetitif dalam mendukung usaha agribisnis pada komoditas ini.

Dengan dukungan potensi, infra struktur dan keunggulan buah jeruk Siam Banjar sudah barang tentu peluang pasar dalam agribisnis komoditi ini masih terbuka dan sangat menjanjikan, dalam skala lokal Kalimantan Selatan saja dengan jumlah penduduk 3 juta jiwa dimana 10% penduduknya yang makan buah jeruk satu biji sehari, maka akan dalam satu hari akan terjual 300.000 biji buah jeruk atau kurang lebih 30 ton. Apabila harga jeruk per kilogram Rp. 6.000,- dan ketersedian buah jeruk selama 5 bulan, maka nilai ekonomis yang dapat diperoleh adalah sebesar (5 bln x 30 hr x 30.000 kg x Rp. 6.000,-) = Rp. 27 Miliar. Suatu nilai bisnis yang cukup besar.

Jaringan pemasaran yang sudah berkembang selain di pasar lokal Kalimantan Selatan, juga telah meluas ke perdagangan luar pulau/propinsi lain seperti ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Jawa Timur dan Jakarta. Anda berminat melakukan kontak bisnis dapat menghubungi beberapa CP sebagai berikut :

1. Dhani/HP.0511-7514940 (Barito Kuala)
2. Syamsirudin/HP. 081521563537 (B.Baru)
3. Aminudin/HP. 08125037526 (Barito Kuala)
4. Itul/HP. 08158324828 (Banjar)
5. Rajihan/HP. 081528245200
6. Dinas Pertanian Propinsi Kalimantan Selatan/ Telp. 05114772057
7. Dinas Pertanian Kabupaten Banjar/Telp 051147211639
8. Dinas Pertanian Kabupaten Barito Kuala/Telp. 05114799054

Sumber : Website. Milik Dinas Pertanian Prop. Kalsel

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar