Kamis, 17 September 2009

Mekanisme Kerja Penyuluh Pertanian


Mengenang, mengingat, tugas dan fungsi Penyuluh Pertanian
Asal jangan Lupa lupa ingat,
Ingat ingat tugasnya.

Pada setiap  kunjungan adalah :
    1. berkeliling di hamparan usahatani  dengan tujuan problem  hunting ( mencari apa yang bermasalah dihamparan pada  saat itu) sekalian  mengambil sample dari obyek yang bermasalah. Misalnya contoh tanaman yang terserang  penggerek batang, tikus, kepinding tanahm, wereng coklat, contoh  tanaman yang terserang  penyakit, contoh tanaman  yang kekurangan unsur hara.
    2. menuju kegubuk / saung pertemuan  dengan membawa sample tanaman ynag bermasalah
    3. pertemuan disaung /gubuk meting, untuk membahas masalah  yang baru saja ditemui di hamparan usahatani
    4. diikuti dengan diskusi
    5. kemudian  menyampaikan  topic Kunjunganhari yang bersangkutan
    6. diskusi lagi
    7. membahas topic yang mungkin diperlukan pada 2 minggu yang akan dating, mencatat masalah-masalah yang  belum terpecahkan  pada hari itu untuk dipecahkan di BPP pada saat  konsultasi atau keperluan –keperluan  lainnya yang berhubungan  dengan kepentingan Kelompoktani dan keluarganya dan
    8. selesailah  rangkaian  pertemuan  dalam kunjungan  hari itu ( bila saat itu  pagi hari, maka sore hari  PPL berkunjung kekleompok tani yang lain )



MODIFIKASI SISTEM LAKU
Ø  lebih baik berfocus petani daripada berfokus komoditas. Ttitik berat kepada komoditas dirubah menjadi komunitas ( masyrakat tani) sebagai pemeran utama pembangunan pertanian
Ø  kelompoktani yang akan dipakai sebagai titik  kontak hendaknya terbentuk  berdasarkan pengaruh jangkauan nyata, sehingga  anggota-anggotanya  dapat berkumpul  dalam satu bangunan ( indoor), dan atau  memanfaatkan  fasilitas perorangan diperkampungan ( pekarangan atau rumah Ketua Kelompok, dll )
Ø  pertemuan kelompok harus menggantikan kontak tani sebagai titik kegiatan PPL bahwa yang lebih baik  adalah melaksanakan  pertemuan  dengan kelompok  bukan  hanya bertemu dengan satu orang kontak tani saja
Ø  LAKU secara kontinyu  tetpa diteruskan , tetapi frekuensinya hendaknya bervariasi antar sub sector ke subsektor lainnya, dan antara musim ke musim dalam satu tahun
Ø  Para Penyuluh agar dilengkapi pengetahuan tentang metoda andragogi ( belajar orang dewasa), sehingga mampu menciptakan  suasana belajar yang dinamis baik diBPP mupun di wilayah binaan
Ø  Jadwal kunjungan 2 minggu sekali secara ketat, tidak cukup  waktu untuk menciptakan pertemuan  kelompok yang efektif. Yang dapat  membangun  dan memelihara  kelompok sebagai  suatu wahana belajar , yang mampu  mebimbing kelompok  untuk mampu  memecahkan masalah secara mandiri . Sehingga pemcahan masalah  akan melekat kepada kelompok itu sendiri, tidak lagi dipecahkan langsung oleh penyuluh, atu petugas lain dan
Ø  Pertemuan kelompok dapat menjadi laboratorium rekayasa sosial bagi penyuluh. Suasana  belajar dan proses bbelajar  dikembangkan  dengan menggunakan /melaksanakan  identifikasi  maslah ( sensus masalah), tehnik pemecahan masalah khusus dirancang untuk menjamin bahwa petani  menjalani tiap langkah dari proses belajar tersebut.
Ø  Kunjungan 2 minggu sekali secara ketat  tidak memungkinkan pembeberan  situasi yang harus diatasi ( krisis) kepada petani-nelayan , juga tidak dapat  menyerap  permasalahan petani-nelayan yang sebenarnya ingin dipecahkan, sebab kunjungan penyuluh dibatasi oleh topik  kunjungan  pada saat itu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar