Kamis, 01 Oktober 2009

Pupuk untuk Tanaman Sayuran Khusus Sayuran Umbi dan Buah / bunga

a.   Sayuran Umbi


Tanaman sayuran yang berumbi, seperti wortel, daikon, atau lobak, bit, bawang merah dan  bawang putih, selain membutuhkan pupuk yang banyak mengandung unsure N, tanaman tersebut juga menghendaki pupuk yang banyak unsure K. Pemberian jenis pupuk tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas umbi yang dibentuknya. Penambahan pupuk K pada saat tanaman  hendak membentuk umbi umumnya akan meningkatkan  bobot dan kualitas umbi. Selain menjadi lebih berat, kandungan karbohidrat umbi menjadi lebih banyak sehingga lebih enak untuk dikonsumsi.




b.   Sayuran bunga dan buah
Tanaman sayuran bunga seperti brokoli dan kol bunga, serta sayuran buah, seperti tomat, okra, edamame, timun, dan terung, memerlukan pupuk khusus untuk merangsang  pembentukan bunga dan buah. Menjelang pembentukan bunga, tanaman ini membutuhkan pupuk yang banyak mengandung unsure fosfor agar tanaman cukup menyediakan energy selama berbunga. Dengan demikian, buah yang dibentuk akan lebih besar dan lebih bagus.
Selama sedang berbunga, tanaman tidak boleh diberi pupuk lagi, baik pupuk semprot ataupun pupuk tanah. Pupuk semprot yang mengenai bunga akan membunuh benang sari yang baru tumbuh seingga tidak membuahi kepala putik. Dengan demikian, tidak akan terbentuk buah. Disisi lain, pemberian pupuk lewat akar akan mengakibatkan  sebagian akar rusak sehingga tanaman mengalami “stress” . Akibatnya bunga dan buahnya berguguran. Pemberian pupuk dapat diberikan kembali setelah buah tidak gugur saat buah sudah beruikuran cukup besar.
Selain dengan pupuk semprot, tanaman dapat juga diberi pupuk cair yang dilarutkan dalam air dan disiram kedalam tanah. Namun harus diingat jumlahnya tidak boleh berlebihan sehingga tidak mempengaruhi kondisi tanah secara tiba tiba karena dapat menyebabkan tanaman menjadi stress.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar