Rabu, 14 Oktober 2009

Cara Mudah Menyusun Ketersedian Pangan

Ketersediaan  yang kurang akan berdampak pada kondisi sosial, budaya dan politik serta keamanan dalam suatu wilayah. Untuk itu perlu ada perencanaan dalam mengantisipasi pelaksanaannnya, terutama yang bersumber dari produksi  dalam negeri, Ketersediaaan pangan yang memadai, baik yang diproduksi dalam negeri, maupun import, akan memberikan prespektif suatu kemampuan bagi suatu daerah.

Dengan pertambahan jumlah penduduk yang cukup pesat dari tahun ketahun , menyebabkan makin meningkatnya kebutuhan pangan daerah, regional, dan nasional, baik diakibatkan  oleh pertumbuhan  penduduk tersebut, maupun  untuk keperluan industri  teknologi seperti pakan  ternak, dll, sementra sentra produksi pangan juga semakin berkurang akibat  penggunaan lahan yang terus beralih fungsi kesektor lain. 

Permasalahan ketersediaan pangan memerlukan berbagai analisa /kajian, baik bersifat umum maupun spesifik yang dihadapi setiap wilayah, baik ditinjau dari potensi sumberdaya atau dari pengembangan untuk dijadikan bahan kebijakan kedepan bagi pemerintah sehingga dapat diketahui tingkat ketersediaan pangan untuk dikonsumsi per kapitaper tahun. 


1.   Jenis dan Sumber Data 
Jenis  Data yang dikumpulkan adalah adata sekunder dari unit kerja lingkup pertanian dn diluar pertanian yang meliputi :
  • Perkembangan jumlah penduduk tahun 2003- 2008
  • Jumlah kelembagaan tani
  • Perkembangan penggunaan lahan tahun 2003- 2008
  • Luas tananm, panen, produksi, komoditas utama  yang meliputi : padi,/beras, jagung, daging, telur dan ikan 5 (lima) tahun terakhir (tahun 2003- 2008). 


   2.  Analisis Data 
Jenis data yang dikumpulkan/dianalisis adalah sebagai berikut : 
  1. Luas tanam, panen,produksi komoditas utama ( komoditas) yang meliputi padi,/beras, jagung, daging, telur dan ikan 5 (lima) tahun terakhir (tahun 2003 2008) 
  2. Analisis data yang digunakan adalah analisis secara deskripsi. Dalam analisis ini, diasumsikan penggunaan bahan pangan seperti bibit, pakan ternak dan tercecer, demikian pula konversi bahan  pangan yang  masih memerlukan pengolahan mengacu pada pedoman penyusunan Neraca Bahan
  3. Makanan Tahun 2007 yang ditterbitkan 
  4. Sedangkan  kebutuhan konsumsi (kg/kap/th) menggunakan data konsumsi aktual  yang diperoleh dari hasil survey Sosial Ekonomi  (Susenas) tahun 2002, ketersediaan pangan wilayah yang dianalisis adalah ketersediaan pangan (kg/kap/th) untuk komoditi   tersebut diatas.

3. Analisis dapat ditarik kesimpulan  sebagai berikut :
  1. Produksi rata-rata 6 komoditas selama 5 tahun terakhir ( 2003– 2008 adalah sebagai berikut :
    1. Produksi Rata-rata Padi sebesar ……..........     ton
    2. Produksi Rata-rata Jagung sebesar ……………. ton
    3. Produksi Rata-rata  Kacang Tanah sebesar ……… ton
    4. Produksi Rata-rata Daging sebesar ……………. kg
    5. Produksi Rata-rata Telur sebesar ……….. kg
    6. Produksi Rata-rata Ikan sebesar ……… ton

Sedangkan  pertumbuhan rata-rata produksi adalah sebagai berikut : Padi ….. %, Jagung ….. %, Kacang Tanah ……. %, Daging …........ % dan Ikan ………. %.
  1. Produktivitas rata-rata selama 5 tahun ( 2003 – 2008)  adalah sebagai berikut : Padi ……… ku/ha, Jagung ……… ku/ha, Kacang Tanah ………..ku/ha.
  2. Produksi beras di ………………………… tahun 2008 sebesar …………….. ton, sedangkan …………. ton  masih mengalami surplus ……….. ton.
  3. Berdasarkan  produksi yang ada sebenarnya dengan kebutuhan berdasarkan pendekatan Pola Pangan Harapan dan prediksi laju pertambahan penduduk …………. % untuk ketersediaan pangan masih  cukup aman, tetap mendapat perhatian melalui upaya pengembangan Diversifikasi bahan pangan dan pemantapan upaya peningkatan produktiviytasnnya.

Jadi selesailah sudah untuk menyusun ketersedian pangan disuatu tempat ( Desa, Kecamatan ), 
Kalau anda kesulitan menyusun data boleh kontak aku
Atau  anda yang lebih paham bisa ikut memberikan masukan, memberikan petunjuk
Ditunggu komentar anda.
Terimaksih atas kesediaan anda mau belajar
Salam suskes selalu


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar