Kamis, 15 Oktober 2009

BUDIDAYA TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI LAHAN PASANG SURUT/ RICE CULTIVATION ON TIDE LAND




Bahan tanaman

Bahan tanaman dipilih dari benih yang baik dan bebas dari campuran varietas lain.  Benih memiliki daya kecambah di atas 90 %.  Kebutuhan benih untuk tiap hektarnya adalah 30-45 kg.  Beberapa varietas padi yang memiliki daya adaptasi baik di lahan pasang surut adalah :
1.    1.      Varietas Lematang
·    Umur panen 130 hari setelah tanam.
·     Produksi 5-7 ton gkg/ha.
·    Tekstur hasil pera.
·    Tahan terhadap wereng cokelat biotipe 1,2 Sumatera Utara.
·    Tahan terhadap keracunan besi (Fe).

2.    2.      Varietas Kapuas
·    Umur panen 125 hari setelah tanam.
·   Produksi 4-7 ton gkg/ha.
·   Tekstur hasil pulen.
·   Tahan terhadap wereng cokelat biotipe 1,2 Sumatera Utara, bakteri hawar daun dan 
    blas.
·    Tahan terhadap keracunan besi (Fe).

3.    3.      Varietas Sei Lilin
·   Umur panen 125 hari setelah tanam.
·   Produksi 4-6 ton gkg/ha.
·   Tekstur hasil pera.
·   Tahan terhadap wereng cokelat biotipe 2 Sumatera Utara.
·    Tahan terhadap keracunan besi (Fe).

4.    4.      Varietas Cisanggarung
·   Umur panen 125 hari setelah tanam.
·   Produksi 4-7 ton gkg/ha.
·   Tekstur hasil pulen.
·   Tahan terhadap wereng cokelat biotipe 1 dan bakteri hawar daun.

5.    5.      Varietas IR 42
·  Umur panen 135 hari setelah tanam.
·   Produksi 4-7 ton gkg/ha.
·   Tekstur hasil pera.
·   Tahan terhadap wereng cokelat biotipe 1 dan 2 serta bakteri hawar daun.

6.    6.      Varietas Cisadane
·   Umur panen 135 hari setelah tanam.
·   Produksi 4-7 ton gkg/ha.
·  Tekstur hasil pulen.
·   Tahan terhadap wereng cokelat biotipe 1 dan bakteri hawar daun.

7.    7.      Varietas Way Seputih
·   Umur panen 125 hari setelah tanam.
·   Produksi 4-7 ton gkg/ha.
·  Tekstur hasil pulen.
·   Tahan terhadap wereng cokelat biotipe 1 dan 2 serta bakteri hawar daun.

Penyemaian benih
Benih yang akan disemaikan sebaiknya dicampur dengan Benomil dengan dosis 1g/kg benih untuk mencegah serangan penyakit blas.  Luas lahan persemaian adalah   3-5 % dari luas pertanaman.  Lahan persemaian dipupuk dengan urea, TSP dan KCl dengan dosis masing-masing 10 g/m2.  Untuk mencegah serangan orong-orong (Gryllotalpa africana Pal.) lahan persemaian diberi Furadan 3 G sebanyak 1 g/m2. 

 Pengolahan tanah
Pengolahan tanah dilakukan dengan mencangkul lahan sebanyak dua kali sedalam 20 cm.  Antara pengolahan tanah yang pertama dengan pengolahan tanah yang kedua, lahan digenangi air sedalam 5-10 cm selama 7-10 hari.  Untuk lahan sulfat masam aktual perlu diberi kapur dengan dosis 1 ton/ha yang diaplikasikan dua minggu sebelum tanam.  Pada saat pengapuran kondisi tanah dalam keadaan macak-macak.
  
Penanaman
Bibit dapat dipindahkan ke lapangan setelah berumur 20-25 hari.  Jarak tanam yang digunakan adalah    20 cm x 20 cm atau 25 cm x 25 cm.  Jumlah bibit per rumpun adalah 3-4 batang.

 Pemeliharaan tanaman

Pengelolaan air

Untuk meningkatkan produktivitas lahan dan mengurangi unsur beracun, sebaiknya dibuat saluran drainase.  Saluran drainase berukuran lebar 30 cm dan dalam 20 cm.  Saluran dibuat di sekeliling petakan dengan interval jarak 6 m. 

Penyulaman dan pengendalian gulma

Penyulaman dilakukan 1-2 minggu setelah tanam.  Kegiatan pengendalian gulma dilakukan dua kali, yaitu pada saat tanaman berumur tiga minggu dan 5-6 minggu setelah tanam. 

Pemupukan

Dosis pupuk yang dianjurkan adalah 150 kg urea, 100 kg TSP dan 100 kg KCl per hektar.  Pupuk urea diaplikasikan tiga kali, yaitu 1/3 dosis diberikan saat penanaman, 1/3 pada umur 21 hari setelah tanam dan sisanya pada umur 50-55 hari setelah tanam.  Pupuk TSP dan KCl diberikan sekaligus pada waktu penanaman. 

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

1.   A.      Hama

1.   1.      Tikus (Rattus argentiventer)
Gejala serangan :
Pada fase vegetatif tikus akan memutuskan batang-batang padi.  Kerusakan bersifat khas dimana pada bagian petakan sawah terlihat gundul sedangkan bagian pinggir tidak diserang. 
Pengendalian dan pencegahan :
·    Menjaga kebersihan lingkungan sawah dan penanaman serempak.
·    Pemasangan racun tikus klerat RMB dengan dosis 2 kg/ha, pengasapan
   dengan  menggunakan belerang dengan perbandingan  belerang : merang  adalah 13 : 1. 
·   Melakukan gropyokan ketika lahan diberakan.

2.   2.     Hama orong-orong (Gryllotalpa africana Pal.)
Serangan :
Orong-orong menyerang akar atau bagian yang berada di bawah permukaan tanah yang berada dalam kondisi kering.

Pengendalian dan pencegahan :
·    Pemberian Karbofuran 3 G dengan dosis 16-20 kg/ha pada saat penanaman.
·    Melakukan penggenangan lahan.

  1. Hama walang sangit (Leptocorista acuta Thunberg)

Gejala serangan :
Nimfa dan imago menghisap bulir padi pada fase masak susu.  Hilangnya cairan bici menyebabkan biji menjadi mengecil.

Pengendalian dan pencegahan :

  • Melakukan penanaman serempak.
  • Pengaplikasian Dharmabas dengan dosis 1-2 l/ha. 
  • Memelihara musuh alami walang sangit, seperti Hadronotus leptocorisae Nix.

   dan Doencyrtus malayensis.

2. B. Penyakit
1.   1.       Penyakit blas atau bercak belah ketupat
Gejala serangan :
Pada daun dan pelepah daun terdapat bercak-bercak berbentuk belah ketupat.  Pusat becak berwarna kelabu atau keputihan dan pada bagian pinggir berwarna coklat.

Penyebab :
Pyricularia oryzae.
Pengendalian dan pencegahan :

  • Menanam varietas tahan.
  • Pemupukan secara berimbang dan menghindari pemupukan N secara berlebihan.
  • Mengatur jarak tanam agar tidak terlalu rapat.
  • Penyemprotan fungisida Beam 75 dan Fujiwan dengan dosis 1-2 kg/ha.
 
2.   2.      Penyakit bercak cokelat sempit
Gejala serangan :
Pada daun dan pelepah daun terdapat bercak cokelat yang sempit, seperti garis-garis pendek.
Penyebab :
Cercospora oryzae.
     Pengendalian dan pencegahan :

  • Menanam varietas yang tahan.
  • Penyemprotan fungisida Beam 75 dan Fujiwan dengan dosis 1-2 kg/ha.


3.   3.      Penyakit bercak garis
Gejala serangan :
Pada tepi daun mula-mula terdapat garis-garis basah. Garis-garis kemudian memanjang dan berubah menjadi berwarna cokelat dengan lingkaran kuning di sekelilingnya.
Penyebab :
Xanthomonas campestris pv. Orizae
Pencegahan :

  • Menanam varietas tahan.
  • Memusnahkan sisa tanaman padi atau gulma inang selama masa penanaman   berlangsung.
  • Pemakaian benih dari tanaman yang sehat.



Panen
Panen umumnya dilakukan pada 30-35 hari setelah berbunga atau pada waktu kadar air biji antara 20-25 %.  Cara pemanenan dengan menggunakan sabit bergerigi.  Selanjutya dilakukan perontokan biji dengan cara manual atau mekanis.



1 komentar:

  1. info bagus..
    mampir sebentar cari bahan tugas...

    trim's

    BalasHapus