Senin, 19 Oktober 2009

Kiat- Kiat Keberhasilan Ber Agribisnis


Mari kita Belajar dengan Petani Sukses dari Jakarta
Bapak H. Sopyan., Sumber Tabloid Sinar Tani,Edisi 16-22 Sept 2009.


Bukan berrmaksud rnengurui  ia mengatakan bahwa apabila anda ingin iadi petani yang
berhasil, ada resep yang mujarab yang berasal dari pengalamannya sendiri (belajar secara otodidak) sebagai berikut

Pertama, Orientasi pasar bukan orientasi produksi. Petani sekarang
harus bisa merubah pola pikir dari hanya meningkatkan produksi menjadi petani yang
bisam membaca peluang pasar. M isalnya bila mau tanarn cabe/timun kit a haruss sudah memprediksi produksi cabe .'omund aiarrrw aku tiga bulan ke depan, pasarnya ada atau tjdak

Kedua, Mempelaiari siatuasi pasar dan system pola tanam yang tepal Untuk menentukan jenis tanaman yang akan ditanam, hendaknya dipelajari dulu jumlah (banyak atau sedikit) petani yang akan tanam (iangan latah,satu tanam timun yang lain ikut tanam timun), hal ini dapat dilakukan dengan cara menanyakan penyedia/penjual benih (berapa banyak benih yang sudah terjual, petani mana saia yang beli, dan  ienis/ varietasnya yang diinginkan pasar). Jika banyak orang tanam timun, sebaiknya kita pilih tanaman lain untuk menghindari iumlah produksi lebih besar daripada produksi yang diperlukan pasar sehingga terhindar dari aniloknya harga, atau sebaliknya kita tanam timun yang tidak diinginkan pasar sehingga tidak ada yang beli, dengan demikian jenis timun yang ditanam harus sesuai dengan yang diperlukan pasar (misal timun sabana).

Ketiga,Tidak malas. Dengan perubahan kebutuhan pasar, petani tidak boleh malas untuk mencari ilmu/informasi seperti kemungkinan terjadinya perubahan iklim, jenis/jumlah benih yang dibutuhkan (harus sesuai kebutuhan pasar (jangan berlebih dan jangan kurang) maupun mencari  solusi apabila ada permasalahan (hama penyakit,air dll).

Keempat, Kerja keras. Jika mengalami
Kegagalan tidak gampang menyerah tetap terus bekeria keras.

Kelima, Disiplin. Petani harus bisa disiplin mengelola waktu/pola tanam dengan baik bila tidak akan mengalami kerugian waktu dan biaya.

Keenam, Modal.Apabila kiat I sampai dengan 5 ditaati, modal hanya menjadi penentu dengan urutan terakhir. Hal ini dibuktikan oleh Sopyan d alam merintis usahanya ia hanya bermodal kepercayaan dan ketulusan (tanpa keinginan untuk memiliki) pihak lain, sehingga mereka rela memberikan pinjaman lahan tidur untuk dikelola menjadi ladang usaha yang sampai sekarang.

Sri Fuii Rahayu - Penyuluh Pertanian, Pusat  Pengembangan Penyuluhan Pertanian, Badan Pengembangan SDM Pertanian. DeDartemen Pertanian.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar