Senin, 09 November 2009

PERLUKAAN DAN PENGEROKAN untuk merangsang Pembuahan


Tujuan : Perlakuan pelukaan dan pengerokan terhadap tanaman buah untuk merangsang proses pembungaan dan pembuahan.

Sudah lama dikenal oleh para pekebun buah-buahan.

Saat ini,  sudah banyak  ditinggalkan  karena resiko  yang ditimbulkan  terlampau besar.
Kesalahan dalam  melakukan perlukaan dan pengerokan dapat  menyebabkan  tanaman mati atau terhambat pertumbuhan dan perkembangannya.

Prinsipnya, perlukaan dan pengerokan yang dilakukan pada batang tanaman berujuan untuk menghambat  translokasi karbohidrat yang merupakan  hasil fotosintesis dari daun  ke akar tanaman. Kelebihan karbohidrat di darah tajuk dapat dimanfaatkan tanaman untuk mempercepat proes pembungaan dan pembuahan.

Perlukaan dan pengerokan dilakukan pada bagian  pangkal batang yang disebut “penyunatan”, atau pada bagian leher batang yang disebut “penccacahan”, Kedua macam  perlukaaan tersebut hanya dapat dilakukan terhadap tanaman buah berbatang keras, misalnya mangga, sirsak.

Penyunatan  dilakukan dengan membuat luka pada kulit batang tanaman yang tingginya antara 500- 1.000 cm dari permukaan  tanah. Lebar luar sekitar 10-20 cm dan dibuat melingkar /mengelilingi batang d sampai lapisan cambium. Lendir cambium yang keluar akibat perlukaan dibersihkan sehingga terlihat jaringan kayunya.

Pencacahan dilakukan  dengan melukai kulit pada batang tanaman secara tidak beraturan. Sementara itu, pengerokan dilakukan dengan membuat  perlukaan ringan pada permukaan kulit batang tanaman.

Tannaman yang sering mendapatkan perlakukan ini adalah lengkeng. Pengerokan terhadap lengkeng  dilakukan setelah pemangkasan ringan.
Kedua perlakukan tersebut biasanya dilakukan ketika berakhirnya masa panen, yaitu sekitar bulan Januari-Maret.

Karena perlikaan dan pengerokan menimbulkan luka pada batang tanaman, luka yang ditimbulkan harus segera diolesi dengan paraffin, cat, ter, atau pestisisda sebagai upaya pencegahan terhadap masuknya bibit hama dan penyakit.

Kondisi luka harus diperhatikan sehingga tidak menimbulkan akibat buruk terhadap tanaman. Selain itu pengerokan yang dilakukan  pada tanaman Tabulampot harus tetap memperhatikan nilai estitika, jadi jangan lupa, selain sebagai sumber keuangan bagi keluarga, juga sebgai penghias  tau keindahan  lingkungan rumah. Karena itu perlukaan  dan pengerokan menjadi pilihan terakhir dalam budidaya tanaman buah dengan tabulamppot.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar