Click here for Myspace Layouts

Senin, 23 Agustus 2010

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PERENCANAAN AGRIBISNIS

Langkah-langkah kegiatan perencanaan agribisnis meliputi :
a. Identifikasi kebutuhan pasar
b. Identifikasi kebutuhan industri hilir
c. Identifikasi jaringan ketersediaan agro input
d. Identifikasi jaringan ketersediaan modal usaha
e. Penyusunan pola usahatani yang memiliki keunggulan komparatif komoditi
f. Perencanaan modal dan pengajuan kredit
g. Perencanaan tenaga kerja

1. Identifikasi Kebutuhan Pasar

Informasi pasar yang perlu dikumpulkan untuk bahan perencanaan agribisnis adalah :

  • Komoditas apa yang diminta pasar
  • Berapa jumlahnya yang diminta
  • Bagaimana kualitas yang diminta
  • Dimana komoditi tersebut dikonsumsi
  • Berapakah harga per satuan yang akan diperoleh
  •  Apakah harga tersebut sudah layak

Sumber iformasi pasar diperoleh dari grosir, penjaja/ warung kecil, konsumen akhir dan lembaga keuangan, baik pemerintah atau swasta (bank, dan lain-lain)

 

 Identifikasi Kebutuhan Industri Hilir
Industri hilir adalah kegiatan agroindustri yang merupakan salah satu sub sistem atau mata rantai agribisnis. Agroindustri bertujuan untuk meraih nilai tambah dan diversifikasi vertikal untuk tambahan kegiatan atau perlakuan komoditi setelah panen Bentuk kegiatan agroindustri dapat berupa penyimpanan, pengeringan, pengolahan dan pengangkutan (transportasi)
Implementasi agroindustri di pedesaan merupakan pilihan yang tepat karena :
  • mendekatkan produsen primer dengan industri, sehingga dapat meminimalkan biaya transportasi
  • menciptakan peluang dan kesempatan kerja baru di pedesaan
  • membentuk dan mendorong timbulnya nilai baru dalam keseluruhan rangkaian proses agribisnis
  • memberikan nilai tambah pada produk primer
  • mendorong proses komersialisasi agribisnis di pedesaan
3. Identifikasi jaringan ketersediaan agroinput
Berbagai lembaga penyedia agroinput bisa berupa produsen bibit, pupuk, pestisida, dan alsintan beserta grosir dan pengecernya, seperti KUD, Kios, dan sebagainya.
Informasi jaringan ketersediaan agroinput yang perlu dikumpulkan untuk bahan merencanakan agribisnis adalah :
  • Jenis lembaga penyedia (industri hulu)
  • Mutu
  • Jumlah/ volume
  • Harga
  • Waktu ketersediaan
4. Identifikasi jaringan ketersediaan modal usaha
Informasi jaringan ketersediaan modal usaha yang perlu dikumpul-kan untuk bahan merencanakan agribisnis adalah :
  • Cara mendapatkan uang tunai
  • Pihak yang meminjamkan uang untuk modal usaha
  • Cara pengambilan pinjaman dan besarnya bunga
Umumnya para petani nelayan mendapatkan uang tunai dengan berbagai
Berbagai cara dapat dilakukan oleh petani nelayan dalam mendapatkan uang tunai untuk membiayai usahanya. Cara yang umum dilakukan antara lain :
  • Menjual harta kekayaan
  • Meminjam
  • Mengambil tabungan
  • Menyewakan
  • Bagi hasil
  • Hasil upah kerja
  • Arisan
  • Menggadaikan barang
5. Penyusunan pola usahatani yang memiliki keunggulan komparatif komoditi
Penyusunan pola usahatani yang memiliki keunggulan komparatif komoditi dilakukan setelah memperhitungkan faktor kebutuhan pasar, kebutuhan agroindustri, ketersediaan agroinput, dan ketersediaan modal. Disamping itu perlu diperhatikan tiga tahapan perencanaan agribisnis dan tiga titik tolak perencanaan agribisnis.
6. Perencanaan modal
Modal Agribisnis mencakup keseluruhan sarana produksi yang habis pakai, alat produksi tahan lama, dan tanah yang dikuasai.

Jangka waktu berputarnya modal :
  • Dalam tanah : kekal atau lama sekali
  • Dalam bangunan, 10 – 50 tahun
  • Dalam alat, 5 – 10 tahun
  • Dalam tanaman tahunan, lebih dari 1 tahun
  • Dalam tanaman semusim, 1 tahun atau kurang
Kebutuhan modal usaha dalam jangka waktu yang berbeda-beda adalah :
  • Kebutuhan modal permanen untuk tanah, alat produksi tahan lama, dan habis pakai yang permanen
  • Kebutuhan modal jangka panjang (10 tahun) untuk bangunan, dan tanaman tahunan yang berumur panjang
  • Kebutuhan modal jangka sedang (1 – 10 tahun) untuk alat, ternak dan tanaman keras yang berumur kurang dari 10 tahun
  • Kebutuhan modal jangka pendek ( sampai 1 tahun) untuk tanaman semusim, ikan dan sarana produksi
Solvabilitas adalah perbandingan modal sendiri yang diinvestasikan dalam agribisnis terhadap modal investasi keseluruhan
Likuiditas adalah sampai berapa jauh agribisnis dapat memenuhi kewajiban finansialnya, misalnya membayar tagihan, hutang, bunga, pajak, rekening dan sebagainya
Rentabilitas menunjukkan berapa besar bunga yang dapat dihasilkan oleh kekayaan total
Dari segi modal agribisnis dapat dipertanggungjawabkan, kalau :
  • Solvabilitas lebih dari 80%
  • Likuiditas cukup (tidak kurang atau berlebih)
  • Rentabilitas lebih besar dari bunga modal yang berlaku
Menurut jangka waktunya, kredit dapat dibagi menjadi :
  • Kredit jangka panjang, yaitu 5 tahun atau lebih
  • Kredit jangka sedang, yaitu 1 – 5 tahun
  • Kredit jangka pendek, yaitu sampai 1 tahun
7. Perencanaan Tenaga Kerja
Perencanaan tenaga kerja dilakukan dengan membagikan kebutuhan tenaga kerja per bulan dengan tersedianya tenaga kerja keluarga tani. Apabila kebutuhan tenaga kerja lebih besar, maka diperlukan untuk merubah pola agribisnis sehingga dapat diselenggarakan oleh tenaga kerja keluarga atau merencanakan mengambil tenaga kerja lepas. Apabila penyediaan tenaga kerja lebih besar, maka dicari jalan untuk meman-faatkannya.
Pengangguran tersamar adalah apabila penyediaan tenaga kerja keluarga tani lebih besar daripada kebutuhannya, dan tidak dicari jalan untuk memanfaatkannya.
Tenaga kerja agribisnis dihitung dengan TKSP (Tenaga Kerja Setara Pria) atau Men days selama 1 bulan takwim dalam periode agribisnis, berdasarkan jenis kegiatan yang dilakukan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar