Sabtu, 17 Oktober 2015

Materi 0 PENDAHULUAN


I.                   PENDAHULUAN

  1.1   Latar Belakang
Tanaman cabai rawit / Lombok kecil (Capsicum frustescen, L ) adalah tanaman perdu dengan rasa buah pedas yang disebabkan oleh kandungan capsaisin. Agar dapat berhasil dengan baik, Budidaya Cabai rawit diupayakan dengan memenuhi persyaratan teknis optimal, sehingga dapat  berproduksi  secara  teratur sepanjang musim dengan produksi  dan mutu yang baik. Sebagai tanaman semusim yang dibutuhkan setiap hari dihampir semua lapisan masyarakat. maka budidaya cabai rawit perlu dilakukan secara konsisten dari waktu ke waktu dengan penyediaan areal tanam yang konsisten  pula, sehingga rantai pasokan dapat terjaga dengan baik pula.

Di Indonesia Tanaman cabai rawit mempunyai daya adaptasi yang cukup baik. Oleh karena itu tanaman ini umumnya dapat dibudidayakan hampir di seluruh wilayah Indonesia, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi sampai ketinggian 1400 meter dpl. Suhu yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman cabai rawit adalah 25° - 27° C pada siang hari dan 18° - 20° C pada malam hari. Curah hujan yang baik untuk pertumbuhan
Cabai rawit adalah sekitar 600-1200 mm per tahun.

Tanaman cabai rawit dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, asalkan memiliki drainase dan aerasi tanah yang baik, serta air tersedia selama periode pertumbuhan dan perkembangan tanaman. tingkat keasaman (pH) tanah yang sesuai adalah berkisar antara 6-7.

Varietas cabai rawit yang sudah dilepas dan direkomendasikan sebagai varietas unggul dan sudah dibudidayakan di wilayah Kabupaten Tanah Laut  sangat  bervariasi,   diantaranya adalah Varietas  Baskara, Dewata, Cakra dan masih banyak lagi varietas yang lain yang sangat cocok di budidayakan petani cabai. Sentra tanaman cabai rawit di Kabupaten Tanah laut tersebar di Kecamatan  Bajuin, Panyipatan, Batu Ampar, Pelaihari,Taksiung dengan rata-rata produktivitas 5.000 -  7.000 kg.

Untuk menghindari timbulnya berbagai masalah dalam budidaya Cabai rawit, terutama terhadap keamanan produk dan lingkungan perlu dilakukan usaha budidaya Cabai rawit secara baik. Dengan upaya-upaya yang dilakukan secara  baik  ini,  diharapkan usaha  budidaya  Cabai rawit dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, dengan produksi yang aman untuk dikonsumsi.  Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan membuat acuan / pedoman budidaya standart, yaitu Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya Cabai rawit. Standar  Operasional Prosedur ini memuat  alur  proses  budidaya  dari  On-Farm  sampai  penanganan  pasca panen sesuai dengan prinsip prinsip dalam GAP (Good Agriculture Practices) yang dianjurkan.

I.2   Tujuan
Menyediakan acuan teknis tentang budidaya cabai  rawit secara baik dan  benar  dalam rangka  menghasilkan  produksi  bermutu  sesuai  dengan standar yang telah ditetapkan.

II. TARGET
Target yang akan dicapai melalui penerapan SOP budidaya cabai rawit di Kabupaten Tanah Laut ini adalah:
1.   Produktivitas :
-   Cabai rawit  9 10 ton/ha

2. Mutu buah :

a)      Ukuran, bentuk dan warna buah yang dihasilkan seragam ( > 90 %). b.  Tekstur lebih keras dan kulit buah lebih tebal ( > 70%).
b)      Kadar kotoran < 1%.
c)      Tingkat kerusakan dan busuk buah < 0,5%. e.   Buah aman untuk dikonsumsi.


JADWAL DAN MATERI SEKOLAH LAPANG GAP CABAI RAWIT
TAHUN 2015 DI KABUPATEN TANAH LAUT

No
Hari dan Tanggal
Materi
Petugas
Keterangan
1

Pemilihan lokasi


2

Penentuan waktu tanam


3

Penyiapan benih


4

Penyiapan lahan


5

Penanaman


6

Pemasangan ajir


7

Perempesan/wiwilan


8

Pemupukan


9

Pengairan


10

Pengendalian OPT


11

Panen dan Pasca Panen




ALUR KEGIATAN PROSES BUDIDAYA CABAI  RAWIT DILUAR MUSIM

Kelompok Tani           :
Nama   Petani              :
Varietas                       :
Tgl Tanam                   :
Luas    (m2)                 :


No

Materi
Minggu ke ( bulan …………………… )

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
1
Pemilihan lokasi

















2
Penentuan waktu tanam

















3
Penyiapan benih

















4
Penyiapan lahan

















5
Penanaman

















6
Pemasangan ajir

















7
Perempesan/wiwilan

















8
Pemupukan

















9
Pengairan

















10
Pengendalian OPT

















11
Panen dan Pasca Panen


















Untuk materi lanjutan  dapat anda lihat postingan berikutnya.
Bila ada yang kurang lengkap, kesalahan, tidak sesuai, atau anda ingin memperoleh secara lengkap materi dapat mengirimkan email saya. : mbaksyifa@gmail.com dan syaif07@gmail.com
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar