Rabu, 21 Oktober 2015

Materi III dan IV SL GAP Cabai Rawit

MATERI  III.  PENYIAPAN BENIH

Judul                                 :
Hari/Tanggal                    :          
Jam                                   :
Petugas                             :
Jumlah Peserta                :

A.    Definisi
Menyiapkan benih bermutu dari varietas unggul cabai rawit.

B.    Tujuan
Mendapatkan benih bermutu dari varietas unggul cabai rawit

C.    Bahan, Alat dan Fungsi
  1. Benih  bermutu dari  varietas  unggul (Cakra,  Baskara, Dewata, Kencana, FRT dan  unggul lokal).
  2. Tanah, pupuk organik, agens hayati untuk media pesemaian.
  3.  Polybag/kantong plastik ukuran 5x7 cm.
  4. Rumah pembibitan atau sungkup bambu dilengkapi dengan plastik transparan  untuk melindungi pesemaian.
  5.  Gembor untuk menyiram.
  6.  Hand Sprayer untuk aplikasi pengendalian.
  7. Pestisida (hayati, nabati, kimia) untuk pengendalian OPT.
  8. Alat tulis dan blanko isian.


D.      Prosedur Pelaksanaan
a)    Memilih benih bermutu (varietas unggul local daya kecambah min 70% dan hibrida min 80%, mempunyai vigor yang bagus, murni, bersih dan sehat), dari varietas unggul.
b)   Mempersiapkan media dari campuran tanah, pupuk organik dengan perbandingan 1:1 yang sudah diayak.
c)    Pengisian media tersebut ke dalam kantong plastik ukuran 5x7 cm kemudian disusun rapi di rumah pembibitan dan disiram dengan gembor.
d)   Melubangi setiap media semai tersebut sedalam + 1 cm, kemudian diisi dengan 1 benih saja.
e)    Sebelum tanam benih direndam dengan larutan PGPR konsentrasi 20 cc/liter air selama 15 menit.
f)    Menutupi media semai yang telah diisi benih dengan menggunakan mulsa plastik hitam perak selama 1 minggu.
g)   Membuka tutup tersebut setelah benih berkecambah.
h)   Proses pembibitan dilakukan dirumah pembibitan atau sungkup bambu yang dilengkapi dengan plastik transparan.
i)     Untuk rumah pembibitan yang beratap plastik UV dibawahnya perlu dipasang paranet atau shading net untuk mengurangi suhu udara dirumah pembibitan.
j)     Setelah bibit berumur 15 hari paranet atau shading net dibuka supaya cahaya matahari masuk lebih banyak.
k)   Bibit  siap  tanasetelah  berumur  2025  HSS  atau  setelah berdaun 4-5.
l)     Mencatat semua kegiatan yang dilakukan.

E.  Sasaran
Tersedianya benih tanaman sehat dari varietas unggul yang siap ditanam.


MATERI  IV.  PENYIAPAN LAHAN

Judul                                 :
Hari/Tanggal                    :          
Jam                                   :
Petugas                             :
Jumlah Peserta                :

Sub Kegiatan : Pembersihan Lahan

A.  Definisi
Membersihkan lahan dari segala sesuatu yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

B.  Tujuan
Memperoleh lahan yang siap diolah.

C.  Bahan, Alat dan Fungsi
a)    Sabit untuk memotong dan membersihkan semak yang dapat menghalangi pertumbuhan tanaman muda.
b)   Cangkul untuk membersihkan tanah dari rumput dan sisa-sisa tanaman yang tertinggal.
c)    Gancu lebih bagus untuk mengambil rumput agar tidak putus dan mudah menancap pada tanah. Herbisida untuk mengendalikan rumput/tanaman pengganggu, bila perlu.
d)   Alat tulis dan blanko isian.

   D.   Prosedur Pelaksanaan
a)    Bersihkan lahan dari batu-batuan, gulma, semak yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dengan menggunakan cangkul dan sabit.
b)   Sisa-sisa tanaman dibenamkan.
c)    Batu-batuan dikumpulkan dan dibuang pada tempat tertentu yang aman di luar areal tanam.
d)   Mencatat semua kegiatan yang dilakukan.

E.  Sasaran
Tersedia lahan untuk pertanaman yang bebas dari batu-batuan, gulma
dan semak yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Sub Kegiatan : Pembuatan Bedengan/Guludan dan Pemberian Pupuk Organik

A Definisi
Membuat lahan pertanaman dengan cara mengolah tanah hingga gembur dan membuat bedengan/gulu dan sesuai dengan kondisi lahan.

B.    Tujuan
Memperoleh lahan pertanaman berupa bedengan/guludan yang sesuai bagi pertumbuhan tanaman.

C.   Bahan, Alat dan Fungsi
a)    Bajak/cultivator untuk mengolah tanah.
b)   Pupuk Organik Plus (Trichoderma sp, Gliocladium sp, Pseudomonas sp) untuk memperbaiki struktur tanah dan pengendalian penyakit layu Fusarium sp.
c)    Cangkul untuk membuat bedengan/gulu dan dan parit.
d)   Meteran sebagai alat ukur menentukan ukuran calon bedengan dan parit.
e)    Tali dan patok  kayu  untuk meluruskan  bedengan.
f)    Alat tulis dan blanko isian

D.   Prosedur Pelaksanaan
a)    Membajak tanah sedalam 25 - 30 cm sebanyak 2 kali dan dibiarkan selama + 1 minggu.
b)   Membuat bedengan/guludan dengan ukuran tinggi 30 – 40 cm, lebar 80 - 110 cm, panjang disesuaikan dengan lahan dan jarak antar bedengan/guludan 40–60 cm.
c)    Setelah 3 - 4 hari, tanah dicangkul dan diremahkan kemudian diberi pupuk organik Plus sebanyak ± 20 ton/ha. Pupuk organik plus dibuat dari Bokhasi yang ditambah Agensi Hayati (Trichoderma sp, Gliocladium sp, Pseudomonas sp) dengan perbandingan 1000 : 0,5 (1000 kg bahan organik ditambah dengan 0,5 kg agens hayati).
d)   Bila perlu dibuat got keliling dengan lebar 40 cm dan kedalaman 40 - 60 cm, untuk memperlancar drainase.
e)    Pengolahan lahan dilakukan + 1 minggu sebelum tanam untuk memperbaiki aerasi tanah serta menghilangkan gas-gas beracun dan panas hasil dekomposisi sisa-sisa tanaman.
f)    Melakukan pencatatan sebagaimana format yang digunakan.

     ESasaran
       Tersedianya bedengan/guludan untuk pertanaman.




Sub Kegiatan : Pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak / Grenjeng
 A Definisi
Penutupan bedengan dengan menggunakan plastik warna hitam perak / Grenjeng.

B.    Tujuan
Memperoleh lahan sebagai media tumbuh yang sudah dipasangi mulsa plastik hitam perak / Grenjeng

C.   Bahan, Alat dan Fungsi
a)    Mulsa plastik Hitam Perak / Grenjeng untuk menutup bedengan/guludan.
b)   Pasak penjepit dari bambu.
c)    Gunting untuk memotong plastik.
d)   Alat tulis dan blanko isian.

D.   Prosedur Pelaksanaan
a)    Pemasangan mulsa dilakukan setelah pemberian pupuk dasar (pupuk organik plus, ZA, SP-36 dan NPK) dan dilakukan pada saat matahari panas terik agar  mulsa memuai sehingga  memudahkan mulsa tersebut ditarik menutup rapat bedengan/gulu dan.
b)   Mulsa yang digunakan adalah plastik hitam perak/grenjeng dengan lebar disesuaikan bedengan/guludan.
c)    Bagian plastic berwarna perak menghadap ke atas dan yang berwarna hitam menghadap ke bawah/tanah.
d)   Melakukan pencatatan sebagaimana format yang digunakan.

E.   Sasaran
Tersedia bedengan/guludan yang sudah terpasangi mulsa plastik hitam perak.




Sub Kegiatan : Pembuatan Lubang Mulsa dan Lubang Tanam
A Definisi
Membuat lubang pada mulsa plastik hitam perak dan lubang tanam dengan jarak tanam yang telah ditentukan.

B.    Tujuan
Memperoleh lubang tanam dengan jarak sesuai dengan  yang  telah ditentukan.

C.    Bahan, Alat dan Fungsi
a)    Kaleng bertangkai (shok) dengan diameter 10 cm untuk membuat lubang.
b)   Blak dari bambu/kayu/tali plastik untuk menentukan jarak tanam.
c)    Tugal/alat untuk membuat lubang tanam.
d)   Alat tulis dan blanko isian.

D Prosedur Pelaksanaan
a)    Membuat blak dengan jarak antar tanaman 50 cm dan jarak antar baris 50-60 cm.
b)   Mulsa yang sudah terpasang di bedengan dilubangi dengan alat dari kaleng (shok) sesuai dengan jarak yang sudah ditentukan.
c)    Membuat lubang tanam pada mulsa yang sudah dilubangi dengan menggunakan tugal/alat pembuat lubang sedalam 10 cm.
d)   Melakukan pencatatan semua kegiatan

E.     Sasaran
Tersedianya lubang tanam sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar