Minggu, 13 September 2009

Betulkah Penyuluh Pertanian Kurang Informasi


Penyuluh di tingkat Kabupaten dan Kecamatan. Sementara itu penyuluh juga kurang mendapat kesempatan untuk mengikuti seminar dan pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga penelitian.

Harus diakui penyuluhan pertanian memerlukan dukungan yang kuat dari lembaga penelitian yang menghasilkan informasi serta lembaga penyuluhan yang mengolah dan mengkaji informasi itu lebih lanjut sebelum disampaikan kepada petani.


Agar penyuluh peka terhadap informasi, maka penyuluh penyuluh perlu didorong untuk membina kelompok tani secara berkesinambungan dan agar penyuluh selalu mendapat pelatihan.. Siapa yang melatih penyuluh yang ada di Kabupaten, Kecamatan , Desa. Kondisi sekarang pakar /ahli dibidang Pertanian berada di Provinsi seperti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian ( BPTP) yang mempunyai tenaga Penyuluh Pertanian yang berpendidikan minimal S2, sampai S3. Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian ( Bakorluh) banyak Penyuluh Senior, yang berkantor. Juga para widyaiswara dari Balai Besar Pelatihan Pertanian ( BBPP), atau para Dosen Sekolah inggi Penyuluhan Pertanian, Guru Sekolah Pertanian Pembangunan ( SPP). . kesan penyuluh kurang mendapat kesempatan untuk mengikuti seminar dan pelatihan dapat dilaksanakan.

Menurut saya untuk meningkatkan pengetahuan berupa informasi terbaru bagi penyuluh Pertanian , dengan memperhatikan latar belakang disiplin ilmu penyuluh pertanian. Berdasarkan hasil pengamatan, pergaulan banyak penyuluh pertanian yang berubah haluan. Maksudnya pada saat pengangkatan pertama kali diangkat sebagai Penyuluh . Contoh diangkat jadi Penyuluh CPNS jaman dulu pendidikan SPP – SPMA jursuan Tanaman Pangan. Mengikuti kuliah di D III Perikanan atau D. III Peternakan. Kemudian melanjutkan kuliah untuk mencapai gelar S1 juga berbeda dengan jurusannya.
Sehingga keahlian Penyuluh Pertanian senior beragam. Kalau ditempatkan pada lokasi yang berbeda dengan disiplin ilmunya. Kata para ahli Penyuluh itu Polipalen. He he. Maksudnya mampu menanganai kegiatan Penyuluhan Pertanian, mempu mengatasi informasi baru. Mampu menjawab permasalahan petani.
Untuk mengatasi kekuarangan informasi, secara kelembagaan penyuluhan ada menyediakan dana untuk membuat Perpustakaan minimal di tingkat Kecamatan yaitu di BPP. Tempat saya namanya Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan ( BP3K). ditempat saya materi buku, Sinar Tani belum tertata dengan baik, Karena tidak ada ruang khusus sebagai Perpustakaan, juga tenaga yang mengelolanya tidak ada. Dengan adanya perpustakaan di BPP Para penyuluh diharapkan bias mencari info lebih cepat, lebih lengkap. Apalagi dengan jaman sekarang.serba digital. Perpustakaan digital berupa video, audio, berbentuk cd sudah tersedia.

Sekarang ini kalau kita mengikuti pelatihan, pihak Panitia menyediakan cd yang berisi materi pelatihan. Tidak lagi fotocopy fotocopy. He he. Tapi adakah computer di BPP, tentu pihak Badan pelaksana mempunyai anggaran untuk beli Laptop, PC dan LCD infokus.

Dengan penguasaan computer, data digital yang diolah melalui Power Point, tentu menarik perhatian Penyuluha untuk memberikan pelatihan kepada Petani, dan masyarakat tani.

Internet sudah bukan barang langka, Semuanya bias ditangkap pakai HP, Laptop, jaringan. Jadi diharapkan tanpa kehadiran para pakar. Penyuluh bias memperoleh data informasi yang baru, lama secara lengkap dengan download internet.
Mau kita ketinggalan dengan petani yang semakin maju.

Ayo kita rajin menulis, untuk dijadikan karya tulis yang akan meningkatkan kredibilitas sebagai penyuluh
Salam untuk Penyuluh

Maaf , bagi anda yang ahlinya. Boleh kita sharing berbagi info.
Saya suka berbagi data dengan anda.
Kritik dan saran serta komentar anda saya tunggu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar