Rabu, 23 September 2009

Metode Penyuluhan : Kunjungan Rumah dan Tempat Usaha


Untuk anda yang pekerjaan Penyuluhan Pertanian, saya uraikan salah satu contoh Metode Penyuluhan Pertanian.

Pertimbangan yang digunakan dalam pemilihan metode penyuluhan pertanian pada dasarnya dapat digolongkan dalam empat golongan yaitu dari segi sasaran, sumberdaya, keadaan daerah, dan kebijaksanaan pemerintah

1 Pengertian
Kunjungan rumah dan tempat usaha adalah suatu kunjungan terencana yang dilakukan oleh penyuluh ke rumah/tempat usaha petani dengan suatu tujuan tertentu.

2 Tujuan
Menumbuhkan  kepercayaan diri petani dan keluarganya.


3 Teknis pelaksanaan
  1. Kegiatan kunjungan sebaiknya dilakukan secara terencana Untuk itu seorang penyuluh pertanian harus membuat jadwal kunjungan Di dalam jadwal kunjungan dicantumkan siapa yang akan dikunjungi secara teratur dalam selang waktu tertentu serta topik-topik yang akan dibicarakan    sejak tahap persiapan,pelaksanaan  sampai tahap evaluasi. Kunjungan yang jarang tetapit teratur akan lebih efektif dari pada sering tapi tidak teratur. Petani yang perlu diberi prioritas kunjungan adalalah para kontaktani, tokoh-tokoh desa serta pemuka pemuka masyarakat.
  2. Usahakanlah agar waktu kunjungan tidak mengganggu kesibukan petani.Kunjungan  rumah sebaiknya dilakukan pada saat dimana petani beserta keluarganya dalam keadaan santai. Kunjungan usahatani dapat dilakukan pada waktu petani-nelayan sedang bekerja .Usahakanlah agar kedatangan penyuluh pertanian tidak menyebabkan terbengkalai pekerjaan petani y ng dikunjungi.
  3. Bila mungkin siapkanlah  brosur, folder, leaflet, dan / atau majalah sebagai bahan informasi.
  4. Bersikaplah ramah, bersahaba t dan penuh rasa kekeluargaan jangan bersikap  terlalu resmi atau menggurui.
  5. Topik-topik yang dapat dibicarakan selama kunjungan.

Tahap persiapan :

  1. Kebijaksanaan pemerintah di bidang pembangunan pertanian dan peraturan peraturan pelaksanaannya.
  2. Pengalaman petani yang bersangkutan dalam melakukan usaha-usaha budidaya, dan pengolahan basil dengan teknologi baru.
  3. Kegiatan kelompok dan cara-cara menggerakkan petani untuk kegiatan penerapan teknologi baru.
  4. Masalah-masalah yang dihadapi petani.
  5. Pandangan-pandangap pe tani pada umumnya mengenai penerapan teknologi baru di daerah yang bersangkutan.


Tahap pelaksanaan :
l) Teknik penerapan teknologi baru.
2) Pemilihan dan kegiatan usaha yang cocok untuk daerah yang bersangkutan.

Tahap evaluasi :
  1. Hambatan-hambatan/sebab-sebab kegagalan.
  2. Pemasaran hasil.
  3. Pengelolaan usaha.
  4. Keuntungan-keuntungan yang sudah dirasakan masyarakat.

f. Catat hasil kunjungan , , masalah-masalah yang sudah dibicarakan dan  yang belum terpecahkan, dan pesan-pesan petani dalam bentuk risalah.

4 Manfaat
a.    Masalah-masalah yang tumbuh dapat dipecahkan secara langsung.
b.    Hubungan persahabatan, kekeluargaan dan kepercayaan dapat dibina dengan baik.
c.     Mempercepat proses adopsi.

5.  Kelemahan
  1. Metode ini relative mahal dan memakan banyak waktu dan tenaga
  2. Jumlah petani yang dapat dikunjungi terbatas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar