Selasa, 13 April 2010

Urgensi Pemakaian pupuk Organik

Nah untuk menambah info soal pertanian organik, mari kita bahas sedikit mengenai pembuatan pupuk organik dengan bahan perombak tanah dan selengkapnya , mari kita baca :


Sosialisasi pembuatan Bokasi pada para petani sangat penting. Mengingat akhir – akhir ini harga pupuk yang semakin mahal dan sering terjadi kelangkaan A. lternatif yang muncul salah satunya adalah membuat pupuk organik sendiri. Pupuk organic dapat menggantikan pupuk kimia hingga 30%, Kenyataan bahwa hasil panen akan relative menurun pada panen pertama bisa saja terjadi. Namun
setelah dua kali panen akan kembali pulih dan bahkan cenderung meningkat.

Pada dasarnya semua kotoran ternak dan limbah dari bahan organic mampu didegradasi ( dirombak) oleh bakteri yan mampu  mendegradasikan  bahan  bahan komplek menajdi  bahan yang lebih  sederahana  sehingga mampu  diserap  oleh tanaman.  Sebagai contoh, bakteri  Rhizorpus oligorpurus mampu merombak  asam pitat  yang terdapat  dibekatul, sehingga kandungan Ca dan P pada bekatul semakin meningkat. Bakteri selulotik mampu merombak lignin ( lapisan kaca) pada tanaman padi,jagung dan tebu sehingga mudah hancur.

Meang sifat pupuk oganik tidak dapat langsung secara cepat diserap oleh tanaman layaknya pupuk kimia. Pemberian harus bertahap, hingga menghasilkan  pH 7 ( tingkat keasamannya yang netral).
Pengetesan  dengan mudah dan murah bias menggunakan  kertas lakmus yang banyak dijual ditoko took pertanian atau apotek. Jika warna merah menunjukkan  warna yang cenderung kea rah pH asam, sedangkan biru menunjukkanpH basa.

Kelebihan penggunaan pupuk organic adalah memperbaiki dan memulihkan struktur tanah yang semakin asam karena terus menerus diberi pupuk kimia. Hal itu ditunjukkan dengan ikatan air yang berada diantara butiran tanah. Airpun semakin lama mampu tersimpan dalam tanah, sehingga pH netral bias didapatkan.

Banyak macam biakan bakteri starter yang biasa digunakan para petani untuk membuata Bokasi, antara lain EM4, Starbio, Super Degra dll, Jenis tersebut pun sangat banyak tersedia di tokoko took pertanian. Melalui starter tersebut pembuatan bokasih  semakin cepat.

Ada proses normal kotoran ternak mampu terurai secara sempurna yang ditandai dengan tidak bverbau, berwarna gelap, dan jika dipegang tidak menggumpal. Waktu normal tanpa perlkuan  samoai 4 – 6 bulan. Namun dengan menggunakan bakteri starter , pupuk organic dapat diperoleh dalam waktu kurang dari satu bulan, bahkan dengan produk yang diteliti oleh Indah yang kini belum diperjual belikan secara luas, pupuk bokasi bisa diproduksi dalam waktu 6 – 9 hari.

Bahan pembuatannya pun hanya mengandalkan limbah ternak dan pertanian seperti kotoran ternak, jerami padi, daun daun kering, tetes tebu ( molasses) atau dapat diganti gula merah/aren. Kapur tohor dan sekam gergaji. Dengan kita mau membuat kompos sendiri makan akan menmgurangi ketergantungan pupuk kimia.

Kita ketahui bersama bahwa pupuk kimia dalam waktu lama juga akan berbahaya bagi tanah karena semakin  meracuni tanah. Tanaman yang seharusnya  menjadi subur sulit berkembang. Hal tersebut disebabkan karena tanaman semakin sakit ketika ditambhakan pupuk kimia.

Artikel ini  bersumber dari Tabloid SINAR TANI,  pada Halam 15, Topik Bumi dan Air.
Edisi Cetak : 7 13 April 2010, No. 3349 Tahun XL

Mau yang edisi online silahkan klik aja SINAR TANI ONLINE 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar