Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Mei 2012

Pencegahan terhadap serangan lalat buah


  1. Peraturan karantina. Penerapan peraturan karantina yang ketat dapat mencegah masuknya lalat buah dari wilayah atau negara yang diketahui mempunyai masalah dengan lalat buah
  2. Pengrodongan/pembungkusan buah. Cara ini kurang praktis untuk areal tanaman yang sangat luas serta untuk tanaman cukup tinggi dan sulit dijangkau. Keuntungannya, buah terhindar dari serangan lalat buah tanpa paparan residu bahan kimia
  3. Pengasapan. Dilakukan dengan cara membakar seresah/jerami setengah basah sehingga dihasilkan asap yang cukup banyak dan tahan lama.
Sanitasi kebun
Sanitasi dilakukan untuk memutus dan negganggu daur hidup lalat buah, sehingga perkembangan lalat buah dapat ditekan. Sanitasi kebun dilakukan dengan cara mengumpulkan buah-buah terserang, baik yang sudah jatuh ke tanah maupun yang masih berada dipohon, kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar atau dibenamkan dalam tanah. Eradikasi. Cara eradikasiyang telah dilakukan anatara lain dengan pelepasan jutaan serangga lalat jantan yang sudah dimandulkan (sterile insect technique),
Penggunaan Tanaman Perangkap
Penelitian mengenai preferensi lalat buah terhadap tanaman buah dan sayuran, ternyata yang paling disukai untuk dirusak oleh lalat buah berturut-turut sebagai berikut: jambu air, belimbing, mangga, jambu biji, dan lomlok besar, tanaman yang digunakan sebgai tanaman yang lebih rendah dapat digunakan sebagai tanaman perangkap, misalnya bila mengutamakan budidaya tanaman mangga maka disekeliling kebunmangga dapat ditanami jambu air atau belimbing
Pengendalian dan Penekanan populasi lalat buah
  1. menggunakan musuh alami lalat buah (natural enemy) salah satunyaprasitoid dan predator. Penggunaan musuh alami lalat buah yang berupa parasitoid dan sudah teridentifikasi adalahBiosteres sp dan Opius sp yang merupakan parasitoid dari famili Braconidae. Dan musuh alami berupa predator yang umum adalah semut / lebah (Hymenoptera), laba-laba (Arachnida), kumbang tanah carabid dan staphylinid (coleoptera), cocoped (Dermaptera), sayap jala chrysopid (ordo Neuroptera) dan kepik penratomid (hemiptera)
  2. mengunakan umpan yang mempunyai data tarik (Atraktan). Umpan ini biasanya bersifat sebagai sex feromon berupa senyawa methyl Eugenol. Bisa juga dengan menggunakan lalat jantan mandul, dengan memandulkan pupa-pupa lalat buah jantan menggunakan sinar gama. Selain itu juga dengan memberi umpan lain “food attractant” berupa campuran senyawa sintesa protein yang terdiri 18 asam amino, dicampur dengan killing agent.
Perlakuan pasca panen
Perlakuan pasca panen yang bisa dilakukan terhadap buah-buahan antara lain dengan fumigasi. Caranya buah-buah yang sudah disortir dan dibersihkan dimasukkan ke tempat yang tertutup dan kemudia dilakukan fumigasi dengan alumunium fosfid berupa tablet yang dapat menguap, atau dengan cara mengalirkan uap/udara panas (heat treatment), bisa juga dilakukan perendeman dan penyemprotan dengan bahan kimia.


Kamis, 19 April 2012

Penyakit Benih Utama Pada Tanaman Sayuran

Cabe (Capsicum annum I)
1.Antraknose (Colletotricum capsici)
  Gejala serangan :
  Diskolorasi memanjang berwarna abu-abu keputihandenganbintik-bintik hitamBuah yang masak nampak bercak-bercak hitam.
  Lokasi inokulum pada benih :
  Miselium terdapat terdapat pada lapisan luar benih, kotiledon dan saluran embrio.
  Penularan penyakit:
  Melalui sisa tanaman sakit dan benih
  Uji kesehatan benih : metode blotter
  Pengendalian penyakit :
  Dikendalikan dengan perlakuan benih (perendaman benih dengan PGPR, selama 12 jam)
2.Bercak daun (Xanthomonas campestris)
  Gejala serangan :
  Bakteri dapat menyebabkan gejala kudis pada buah dikelilingi oleh halo kebasahan
  Lokasi patogen:
  Pada permukaan benih.
  Penularan penyakit:
  Melalui sisa-sisa tanaman dan benih
  Uji kesehatan benih : metode inkubasi pada media agar.
  Pengendalian penyakit :
  Dikendalikan dengan perlakuan benih (perendaman benih dengan PGPR, selama 12 jam)

Sumber : BPTPH  Prov Kalimantan Selatan



Senin, 18 Oktober 2010

Mengenal lebih dekat BPTU Pelaihari ( Kalsel )


Menurut info yang diperoleh melalui website : Ditjen Peternakan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia
BPT UNGGUL KAMBING, DOMBA DAN ITIK (BPTU) PELAIHARI


Balai Pembibitan Ternak Unggul Kambing, Domba dan Itik Pelaihari Kalimantan Selatan merupakan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Peternakan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Perbibitan yang dibentuk dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor :283/Kpts/OT.210/4/2002 tanggal 16 April 2002, yang mengembang tugas pokok ”Melaksanakan Permuliaan, Produksi dan Pemasaran Kambing, Domba dan Itik unggul.
  • Visi
    ”Menjadi akselator tersedia bibit unggul kambing, domba dan itik dalam jumlah dan mutu yang memadai”

  • Misi
    1. Menyediakan bibit kambing, domba dan itik berkualitas dalam jumlah yang cukup dan mudah diperoleh.
    2. Mendorong pengembangan sistim pembibitan pemerintah, peternak dan swasta.
    3. Melestarikan dan memanfaatkan bangsa ternak setempat.
    4. Melakukan persilangan untuk peningkatan mutu bibit.
    5. Menyebarluaskan bibit hasil kajian.
    6. Mendorong penciptaan bibit baru oleh lembaga Litbang,peternak dan Swasta.

  • Fungsi
    1. Pemeliharaan bibit kambing, domba dan itik unggul.
    2. Pelaksanaan uji performance dan uji progeny kambing, domba dan itik unggul.
    3. Pelaksanaan perkawinan (breeding ternak), kambing, domba dan itik unggul.
    4. Pelaksanaan pencatatan (recording), ternak kambing, domba dan itik unggul.
    5. Pemberian saran teknik produksi, bibit kambing, domba dan itik unggul.
    6. Pemberian pelayanan teknik kegiatan pemeliharaan, bibit kambing, domba dan itik unggul.
    7. Pemberian pelayanan teknik kegiatan pemuliaan dan produksi, bibit kambing, domba dan itik unggul.
    8. Pelaksanaan distribusi dan pemasaran hasil produksi bibit kambing, domba dan itik unggul.
    9. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

  • Organisasi
    1. Kepala Balai
    2. Subbagian Tata Usaha
    3. Seksi Pelayanan Teknik Produksi
    4. Seksi Pelayanan Teknik Produksi
    5. Seksi Jasa Produksi
    6. Kelompok Jabatan Fungsional
    Alamat:
    Desa Sei Jelai Km 51 No. 2
    Tambang Ulang , Kecamatan Bati-Bati
    Kabupaten Tanah Laut 70352 - Kalimantan Selatan
    Telp. (0512) 7404274
    Fax. (0512) 21524


  • Minggu, 15 November 2009

    Senin, 23 Maret 2009

    Tips Meningkatkan Produktivitas Ayam Kampung


    Agar ayam kampung yang kita pelihara sehat, cepat besar dan mampu berproduksi secara optimal, maka perlu diberikan makanan tambahan juga pelaksanaan program vaksinasi yang tepat. Apalagi? 

    Ayam kampung dipelihara oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia terutama di pedesaan. Ayam ini memang dapat mencari makan sendiri, sehingga biasanya pemeliharaannya dengan dilepas begitu saja tanpa diperhatikan kesehatannya, pertumbuhan maupun produksinya.

    Walaupun demikian, ternak ini memiliki potensi yang cukup besar dalam mendukung ekonomi dan konsumsi protein hewani masyarakat. Untuk menjadikan ayam kampung ini sebagai ternak komersial, maka produksinya perlu ditingkatkan. Bagaimana caranya ?
    Paling tidak ada empat tindakan yang harus dilaksanakan bila ingin mendapatkan ayam kampung yang berproduksi tinggi, yaitu :
    1. Vaksinasi ND secara teratur
    2. Beri makanan tambahan
    3. Membuatkan kandang
    4. Penanganan khusus pada anak dan induk

    --sumber:www.Poultryindonesia.com

    Anda ingin file lengkap, Klik aja link untuk download.

    http://www.4shared.com/file/94459047/6e8b6f06/Tips_Meningkatkan_Produktivitas_Ayam_Kampung.html





    Minggu, 21 Desember 2008

    Lahan Bisnis Yang Mmengiurkan untuk ITIK PETELUR



    ANALISA USAHA PEMELIHARAN ITIK PETELUR RATU
    A. ASUMSI YANG DIGUNAKAN
    Ø Populasi 50 ekor
    Ø Lahan milik sendiri
    Ø Luas Kandang 15 M2
    Ø Masa pakai kandang 5 tahun
    Ø Itik dipeleihara sendiri 1 keluarga
    Ø Harga itik dara siap telur Rp. 40.000, - per ekor
    Ø Harga pakan Rp. 2.300, per kg
    Ø Total konsumsi pakan selama 365 hari 43,8 kg per ekor
    Ø Harga jual telur itik Rp. 1.100 per butir
    Ø Rata-rata produksi 1 tahun 65 %
    Ø Kematian 4 %
    B.MODAL INVESTASI
    Bangunan Pagar dan peralatan kandang Rp. 5.000.000
    C. MODAL KERJA
    1. Pembelian itik dara 50 ekor x Rp. 40.000 = Rp. 2.000.000
    2. Pakan selama 365 hari/th 50 ekor x 43,8 kg x Rp. 2.300 = Rp. 5.037.000
    Total ( B +C) Rp. 7.037.000
    D. BIAYA OPERASIONAL
    1. Jerami Padi Rp. 20.000
    2. Vitamin dan obat- obatan Rp. 50.000
    3. Penyusutan kandang Rp. 500.000
    4. Biaya lain lain Rp. 93.000
    Total Rp. 663.000

    Total Modal Kerja dan Biaya Operasional
    Rp. 7.037.000 + Rp.663.000 = Rp. 7.700.000

    E. PENERIMAAN
    ü Penjualan Telur itik 65 % x 48 ekor x Rp. 1100 x 365 hari = Rp. 12.526.000
    ü Penjualan itik afkir 48 ekor x Rp. 20.000 = Rp. 960.000
    Total Penerimaan = Rp. 13.468.800

    KEUNTUNGAN YANG DIDAPAT ADALAH
    Penerimaan - Modal Kerja dan Biaya Operasional
    Diperoleh Rp. 13.468.800 – Rp. 7.700.000 = Rp.5.768.800

    Itik Petelur Ratu dari Kalsel


    Apa itu itik Petelur Ratu
    Itik Hibrida Ratu merupakan itik hasil pesilangan antara dua bangsa itik lokal , sebelumnya telah melalui seleksi yang ketat terhadap masing masing galur. Setelah melalui seleksi yang dilakukan secara terus meneru s dari generasi ke generasi maka didapatkan hasil persilangan yang betul betul unggul dari telurnya.
     
    Itik Ratu merupakan itik petelur dengan produktivitas yang tinggi. Produksi telur dalam satu tahun dapat mencapai 250 butir per ekor. Selain sebagai itik petelur itik Hibrida Ratu juga bepotensi sebagai itik potong karena pertumbuhannya yang cepat dan konsumsi pakan yang efisien.
    Keunggulan lainnya itik hibrida Ratu mempunyai kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang ada di Indonesia, karena merupakan hasil persilangan itik lokal yang sudah lama beradaptasi dengan iklim Indonesia.
    Lebih tahan stres dan daya tahan terhadap penyakit lebih tinggi.
     
    Anda Tertarik, dengan Itik Hibrida Ratu
    Jangan tunda, jangan ragu percaya bisnis ini legal dan menguntungkan,
    Percayalah

    Berapa harganya  untuk Itik Petelur dan Pedaging :
    DOD Itik Ratu ( Petelur ) Harga Rp5.000/ekor
    DOD itik Raja ( Pedaging) Harga Rp.2.500/ekor
    Harga di Balai Pembibitan  Ternak Pelaihari.


    Berhubung ada Flu Burung, untuk pengiriman memerlukan dokumen yang lengkap dan memerlukan lebih.
    diperkiran untuk wilayah Jawa Barat Harga menjadi Rp.7.000/ekor


    Apabila anda berminat bisa juga menghubungi saya secara personal, :  email : syaif07@gmail.com atau 
    mbaksyifa@gmail.com


    Kalau anda masih ragu dan belum mengerti silahkan hubungi pakar Itik  Yaitu :
    BALAI PEMBIBITAN TERNAK UNGGUL KAMBING, DOMBA DAN ITIK
    Jl. A.Yani Km 51. Tambang Ulang, Pelaihari, Kalsel
    Kotak Pos 150. Pelaihari 70800
    Telp 0511 7404274 dan Fax 0511 740 4273