Tampilkan postingan dengan label Pertanian Organik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian Organik. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Februari 2020

Mudahnya Nanam Sambung Nyawa ( Gynura procumbens (Lour.) Merr.)

Sambung Nyawa
(Gynura procumbens (Lour.) Merr.)


Familia :
Goodeniaceae

Deskripsi
Herba, berdaging. Batang memanjat, rebah, atau merayap, bersegi, gundul, berdaging, hijau keunguan, menahun. Daun berbentuk helaian daun, bentuk bulat telur, bulat telur memanjang, bulat memanjang, ukuran panjang 3,5 - 12,5 cm, lebar 1- 5,5 cm, ujung tumpul, runcing, meruncing pendek, pangkal membulat atau rompang. Tepi daun rata, bergelombang atau agak bergigi. Tangkai daun 0,5 cm sampai 1,5 cm. 

Permukaan daun kedua sisi gundul atau berambut halus. Perbungaan dengan susunan bunga majemuk cawan, 2- 7 cawan tersusun dalam susunan malai (panicula) sampai malai rata (corymb), setiap cawan mendukung 20-35 bunga, ukuran panjang 1,5- 2 cm, lebar 5-6 mm. Tangkai karangan dan tangkai bunga gundul atau berambut pendek, tangkai karangan 0,5- 0,7 cm. Brachtea involucralis dalam berbentuk garis berujung runcing atau tumpul, panjang 0,3 - 1 cm. Lebar 0,6 - 1,7 cm, gundul, ujung berwama hijau atau coklat kemerahan. Mahkota merupakan tipe tabung, panjang 1 - 1,5 cm, jingga kuningan atau jingga. Benang sari berbentuk jarum, kuning, kepala sari berlekatan menjadi satu.

Buah berbentuk garis, panjang 4 - 5 mm, coklat. Daun mempunyai susunan dan fragmen yang sesuai dengan sifat anatomi keluarga tumbuhan bunga matahari (Asteraccae = Compositae). Waktu berbunga Januari - Desember. Di Jawa perbungaan jarang ditemukan. 

Tumbuhan ini banyak ditemukan di Jawa pada ketinggian 1 - 1200 m dpl, terutama tumbuh dengan baik pada ketinggian 500 m dpl. Banyak ditemukan tumbuh di selokan, semak belukar, hutan terang, dan padang rumput . 

Secara kultur jaringan, eksplan yang terbaik untuk penumbuhan kalus G. procumbens adalah tangkai daun yang ditaburkan. Media yang terbaik untuk penumbuhan kalus adalah media RTK yaitu media RT dengan air kelapa 10%. Pemberian kombinasi pupuk N dan P memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan hasil produksinya. Pemakaian BA 1 - 4 mg/l memberikan kondisi yang baik untuk multiplikasi tunas. 

Cara perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan stek batang. Pertumbuhan batang dan daun cepat sehingga dapat segera dimanfaatkan. Tanaman akan tumbuh baik pada tempat ternaungi karena helaian daun lebih tipis dan lebar, sehingga lebih enak untuk dimakan segar.  

Jumat, 19 Mei 2017

Materi 10 Pengendalian OPT Khusus Penyakit Cabai Merah dan Rawit

1. Penyakit Layu Bakteri ( Ralstonia solanacearum)

Gejala serangan :
Layu pada pucuk daun kemudian menjalar ke bagian bawah daun sampai seluruh daun menjadi layu dan akhirnya tanaman menjadi mati. Jaringan pembuluh batang bagian bawah dan akar menjadi kecoklatan. Apabila batang dan akar yang terserang dipotong melintang dan dicelupkan ke dalam air jernih tampak mengeluarkan cairan keruh yang merupakan koloni bakteri. Serangan pada buah menyebabkan warna buah cabai menjadi kekuningan dan busuk. Infeksi terjadi melalui lentisel dan akan cepat berkembang jika ada luka mekanis akibat gigitan hama dan faktor lainnya. Penyakit layu bakteri ini berkembang sangat cepat pada musim hujan.
           
  Pengendalian :
a. Melakukan sanitasi dengan mengeradikasi tanaman yang terserang dan sisa-sisa tanaman sakit dicabut dan dimusnahkan.
b. Melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan inang bagi bakteri Ralstonia solanacearum.
c. Memperbaiki aerasi tanah agar tidak terjadi genangan air dan kelembaban yang cukup tinggi, dengan membuat guludan setinggi 40- 50 cm.
d. Penurunan pH tanah dengan pemberian belerang pada areal pertanaman
e. Menanam varietas cabai merah yang sehat dan tahan penyakit layu bakteri
f.  Memanfaatkan agens antagonis Trichoderma spp  danGliocladium spp.
g. Mekanisme pengendaliannya melalui hiperparasit, antibiosis dan lisis serta melalui persaingan. Aplikasi pada kantong persemaian sebanyak 5 grm per kantong, diaplikasikan 3 hari sebelum benih ditanam atau bersamaan dengan penanaman benih.
h. Memanfaatkan mikroba antagonis Pseudomonas fluorescens.
I. Apabila cara–cara pengendalian lainnya tidak dapat menekan serangan penyakit ini dapat digunakan fungisida yang efektif dan sesuai anjuran.
           
        

Materi 10 Pengendalian OPT bagian 3 khusus Hama Cabai

Melanjutkan materi mengenai OPT Cabai Rawit,  khusus tentang Hama yang menyerang pada Cabai ..

5. Ulat grayak ( Spodoptera litura F.)
Gejala serangan :
Larva instar 1 dan 2 merusak daun dan buah dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis daun bagian atas dan yang tinggal hanya tulang-tulang daun. Larva instar lanjut merusak tulang daun ditandai dengan gundulnya daun, kadang-kadang larva menyerang buah cabai. Larva biasanya berada di permukaan bawah daun dan menyerang secara serentak dan berkelompok. Gejala serangan pada buah cabai ditandai dengan timbulnya lubang yang tidak beraturan pada permukaan buah. Pada serangan berat menyebabkan tanaman gundul karena daun dan buah habis dimakan ulat. Umumnya serangan berat terjadi pada saat musim kemarau.
           
Pengendalian :

a. Kultur teknis

~Sanitasi lahan dengan cara membersihkan gulma dan sisa tanaman yang dapat menjadi sumber infeksi.
~Pengolahan lahan yang intensif dan saluran air (drainase) yang baik.
~Eradikasi selektif dilakukan terhadap kelompok telur Spodoptera sp yang dijumpai pada pertanaman cabai merah.
           

b. Fisik mekanis

~Pemusnahan kelompok telur, larva atau pupa dan bagian tanaman yang terserang.
~Penggunaan perangkap feromonoid seks untuk ngengat Spodoptera litura sebanyak 40 buah per Ha atau 2 buah per 500 m2. Pemasangan perangkap dilakukan sejak tanaman berumur 2 minggu.
           

c. Hayati

Pemanfaatan patogen Sl. NPV (Spodoptera litura-Nuclear Polyhedrosis Virus), Sl. Bx 9, cendawan cordisep, Nematoda steinerma, predator Sycanus  sp, parasitoid Apanteles  sp, Telenomus Spodopterae  dan Peribeae  sp.
           

d. Kimiawi

Jika intensitas kerusakan daun akibat serangan ulat grayak telah mencapai lebih atau sama dengan 12,5% per tanaman contoh, maka pertanaman cabai disemprot dengan pestisida sesuai yang dianjurkan.

    

Kamis, 18 Mei 2017

Materi 10.Pengendalian OPT pada Cabai Rawit bagian 1 (satu)

     1. Definisi
Kegiatan untuk mengendalikan OPT agar tanaman tumbuh optimal dan secara ekonomis menguntungkan.

2. Tujuan 
  •  Untuk menghindari kerugian ekonomi berupa kehilangan hasil (kuantitas) dan penurunan mutu (kualitas) produk.
  • Menjaga kesehatan tanaman dan kelestarian lingkungan hidup dan keamanan produk.
3. Validasi / Referensi
a. Pengenalan dan pengendalian Hama-hama penting pada Tanaman Cabai merah ( Balitsa, 2005)
b. Pengenalan dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Cabai (Direktorat Bina Perlindungan Tanaman, 1999)
c. Pengenalan dan Pengendalian penyakit Virus pada cabai (Direktorat Perlindungan Hortikultura, 2004)
d. Pedoman Umum Budidaya Cabai merah Merah (Direktorat Tanaman Sayuran, Hias dan Aneka Tanaman, 2003)
    e. Penyakit Penting Tanaman Cabai dan Pengendaliannya (Balitsa, 2007)

4. Bahan dan Alat :

a. Bahan
-Pestisida (insektisida, fungisida, herbisida) yang terdaftar dan diizinkan, sesuai dengan Daftar Pestisida untuk Pertanian dan Kehutanan tahun 2006.
- Pestisida nabati dan agens hayati.
- Air
b. Alat
            - Hand sprayer, power sprayer
            - Ember/drum
            - Pengaduk
            - Takaran (skala ml dan liter)
            - Kuas
            - Pisau
            - Minyak tanah, air
            - Gunting pangkas
            - Alat/sarana pelindung: sarung tangan, masker, topi, sepatu boot, baju lengan
             panjang. 

Jumat, 11 Desember 2015

MATERI IX. PENGAIRAN

Judul                                  :
Hari/Tanggal                     :          
Jam                                    :
Petugas                              :
Jumlah Peserta                 :

A.  Definisi
       Mengatur pemberian air bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

B.  Tujuan
     Terpenuhinya kebutuhan air yang tepat bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

C.  Bahan, Alat dan Fungsi
a)   Air.
b)   Pompa air digunakan untuk memompa air dari sumber air (tanah, embung).
c)   Selang air untuk mengalirkan air ke areal pertanaman melalui parit-parit.
d)  Ember untuk menyiramkan air dari parit kepermukaan bedengan yang sudah ditanami.
e)   Alat tulis dan blanko isian.

  D Prosedur Pelaksanaan
a)    Pemberian air dilakukan dengan penyiraman di lubang tanaman atau dileb/digenangi secara berkala (sesuai kebutuhan, untuk tanah lempung interval waktunya lebih lama (15 hari) dan untuk tanah berpasir interval waktunya lebih pendek (7 hari).
b)   Lakukan pencatatan semua kegiatan.

 E Sasaran
            Kebutuhan air bagi tanaman terpenuhi.


Jumat, 16 Januari 2015

Jambore Bawang Merah di Banjarbaru

Pada bulan Oktober 2014 yang lalu ada event akbar tingkat Nasional yaitu Jambore Bawang Merah pada tanggal 21 -22 Oktober, di Desa Gunrtung Manggis, Banjarbaru Kalimantan Selatan. Nah untuk merekam jejak kegiatan tersebut dapat anda baca dan lihat posting berikut ini :

Bawang merah kini tidak hanya menjadi perhatian Pemerintah Pusat dan Daerah namun juga telah menjadi salah satu komoditas yang menarik bagi petani. Jika sebelumnya petani khususnya di daerah dataran rendah seperti Kalimantan Selatan hanya meyakini bahwa bawang merah hanya dapat diproduksi oleh petani-petani di dataran tinggi, khususnya Pulau Jawa, melalui ajang jambore masyarakat luas melihat secara langsung pertanaman bawang merah di daerah mereka sendiri.

Tujuan kegiatan ini adalah a) Mensosialisasikan varietas unggul  bawang merah kepada petani, b) Mengetahui daya adaptasi varietas-varietas unggul bawang merah di Kalimantan Selatan, c) Mensosialisasikan penggunaan benih bermutu, d) Memperkuat jaringan komunikasi antar pelaku usaha perbenihan bawang merah., e) Meningkatkan ketersediaan benih bermutu varietas unggul dan f) Edukasi untuk Petani/Penangkar, Petugas Lapang, Peneliti, Pelajar dan Masyarakat. Sedangkan tema kegiatan ini adalah : Dengan Menggunakan Benih Bermutu Varietas Unggul, Produktivitas Bawang Merah Meningkat”

Pada saat Jambore juga diadakan gelar teknologi yang dikuti oleh instansi terkait dan stake holder seperti produsen benih hortikultura. Varietas Bawang Merah yang berpartisipasi dalam Jambore Varietas Bawang Merah sebanyak 19 (sembilas belas) varietas :  Bauji, Biru lancor, Batu ijo, Bima Brebes, Crok Kuning, Ilokos, Keta Monca,  Lembah Palu, Manjung, Palasa, Rubaru, Sembrani, SriKayangan, Super Philip, Tunggnamo, Tinombo, Tiron, Trisula dan Tuk Tuk.

Nah ini hasil rekam kegiatan...


Aserani salah satu Penangkar Bawang Merah asal Kab Tanah Laut


Pembukaan Jambore Bawang Merah

  Petani dan penangkar mengunjungi lahan lokasi kegiatan 


Ada lagi pergaan / demo oleh beberapa produsen benih unggul. menampilkan beragam sayuran daun dan sayuran buah jenis baru










Untuk mengikuti secara lengkap anda bisa mengunjungi website berikut :




Jumat, 28 Februari 2014

Budidaya bawang Merah di luar Musim


Bawang Merah banyak memberi manfaat bagi kita  terutama dibidang kesehatan. dan rambut. apa saja manfaatnya  secara ringkas sebagai berikut :
A. Untuk  Kesehatan
1. Menyembuhkan sembelit
2. Masalah pendarahan
3. Mengontrol diabetes
4. Melindungi jantung
5. Mengontrol kadar kolesterol
6. Mencegah kanker

B. Khasiat Bawang Merah untuk Rambut

1. Mengobati rambut rontok. 
2. Menumbuhkan rambut
3. Menyembuhkan infeksi kulit kepala
4. Mengatasi ketombe
Mau lebih lengkap silahkn kunjungi  blog >>> manfaatnya sehat  Klik di Sini

Nah sekarang setelah mengenal manfaatnya bagi kesehatan untuk tubuh kita,, selanjutnya mari kita menanam bawang merah,,
Secara teknis budidaya  saya baru sekedar , mengenal teori,, bahasanya baru baca  buku, teks book...Karena tugas pokok dan fungsi  saya dibidang Hortikultura,,,untuk di Kabupaten Tanah Laut, petani sudah mulai menanam bawang merah walau dengan luas sedikit, baru coba ,, alasannya susah mencari mendapatkan benih bawang merah yang bermutu.. Juga alasan lainnya mahalnya harga benih bawang merah yang cocok untuk dataran rendah pada kisana 0 - 200 meter dpl.

Produktivitas bawang merah yang di tanam petani pada Musim tanam 2013 yang lalu,, dengan benih 1 kilogram  berproduksi menjadi 7 - 8 kilogram,,, anakan yang diperoleh 1 siung bisa menghasilkan anak, umbi siung antara 6 - 9 umbi...

Pada artikel postingan disini anda tidak mendapatkan tehnik budidaya bawang merah silahkan klik sumber data informasi melalui link yang sudah saya koleksi,,, agar anda bisa membandingkan,,,
Website dan blog yang menyajikan tentang budidaya bawang merah sebagai berikut :

WEBSITE PEMERINTAH :
  1. Balai penelitian sayuran klik disini 
  2. e petani  ,, menajikan materi tenatng budidaya bawang merah  berasal dari biji.  kilik disini
BLOG LAINNYA
a. best budidaya tanaman blogspot.com  klik artikel bawnag merah disini
b. peluang, manfaat dan cara menanam bawang merah kilik disini
c. Tehnik budidyaa bawnag merah yang benar.... lengkpnya kilik disini

Bila linknya gak jalan >>> mohon maaf  nanti diperbaiki

Kalau saya menulis tentang budidya bawang merah .. bukan karya saya jadi tidak etis... 

,, Nah ini penampakan bawang merah..... di kabupaten tanah Laut













Senin, 24 Desember 2012

Penyakit Geminivirus Pada Cabai

Kalau kita mengetikan kata kunci  (Key words)  Penyakit Geminivirus pada Cabai  pada Google, tentu dalam hitungan detik akan tampil website, blog yang memuat artikel, bahan yang berkaitan.

Saya menyemai  cabai Rawit di Polibag pada akhir musim kemarau tahun ini sekitar bulan September, sekarang bulan Desember 2012, tanaman Cabai sudah mulai berbuah, ada 3 jenis cabai yang saya tanam.  Ketiga varietas cabai tersebut ada yang terserang Penyakit keriting kuning atau Geminivirus...

Tampilan tanaman Cabai yang terserang sebagai berikut :

Dampak untuk tanaman , pertumbuhan daun hampir berhenti yang berlanjut pada tanaman mati.
Penasaran dengan penyakit saya berusaha mencari informasi  melalui :

  1. Petugas PHP, petani yang pernah menanam Cabai , Timat
  2. Buku cetak sayuran, e book  yang memuat seputar pengendalian hama dan penyakit pada Cabai
  3. Bantuan Internet.
  4. Fasilitas Internet sangat membantu dalam mencari informasi yang lengkap.
diantaranya sebagai berikut :
  • website : cabe kopay produkdalam negeri >>>>>  silahkan klik DISINI
  • wesbsite  Klinik Tani   kunjungi   >>>>>> Klik DISINI
Pada artikel ini saya tidak melengkapi seputar penyakit pada cabai tersebut silahkan anda kunjungi kedua website tersebut, atau bila anda masih belum lengkap, silahkan kontak saya melalui facebook, , email, atau telpon.


Rabu, 18 Juli 2012

Mari Nanam Blewah dan bikin Es buah


Blewah (Cucumis melo L. Kelompok Cantalupensis) adalah tumbuhan penghasil buah yang banyak digunakan sebagai minuman penyegar di Asia Tenggara, selain timun suri dan kolang-kaling. Blewah sejenis dengan melon namun berbeda kelompok budidaya. Ia berbentuk liana, seperti juga labudan mentimun.
Blewah umumnya berbentuk bulat lonjong, dengan kulit berwarna jingga terang dengan bercak kehijauan. Di balik kulit buah yang tipis, terdapat daging buah yang relatif lembut dan bertekstur. Di bagian dalamnya terdapat rongga yang berisi biji dan serat.
Kandungan gizi
Blewah kaya kandungan mineral kalium dan provitamin A serta serat makanan. Kandungan gizi dalam buah ini bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menyehatkan fungsi ginjal dan limpa, dan menurunkan tekanan darah.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Blewah
Kalimantan Selatan, buah Blewah belum banyak dikenal  oleh masyarakat luas.Termasuk saya yang tinggal di Kota Pelaihari, dengan mencari pustaka di berbagai buku tidak ada, akhirnya dengan bantuan Paman Google, ada sedikit info yang saya baca. Artikel lengkap tentang budidaya, penyebaran luas tanam dan produksi masih belum ada. 
Saya mencoba beli benih Blewah 1 bungkus Rp. 15.000 dengan berat 5 gram. segera disemai pada polibag, beberapa sudah tumbuh, sekitar 10 hari saya pindah di tanah dan Polibag ukuran besar. Lubang tanam saya gali dengan cangkul ukuran 40 cm, masukkan pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang dari Sapi.
Contoh tanaman blewah sudah mulai tumbuh subur cabang mencapai 80 cm dan mulai berbunga.Tanggal pengambilan foto 15 Juli 2012   

  Artikel terkait silahkan kunjungi  : website :  http://kulinerkita.multiply.com/reviews/item/952 klik DISINI
  Artikel   tentang cara membuat Es buah Blewah... silahkan kunjungi website    
    http://baltyra.com/2009/08/03/pecel-es-blewah/ atau Klik DISINI