Tampilkan postingan dengan label Hortikultura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hortikultura. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 September 2020

Ternyata Mudah Perbanyakan Miana dengan Stek ( Bagian 2)

Mari kita Lanjutkan 
Penulis mempunyai Miana yang sudah tua umurnya lebih 1 tahun, penampilan sudah jelek, dan mulai menunjukan  gejala mati. Maka perlu di remajakan kembali. Caranya dengan stek pucuk, stek batang.
Penampakan Miana yang sudah tua :
Langkahnya adalah :
  1. Potong pucuk, ranting Miana yang baik, sehat tidak sakit perhatikan daun mulus tidak ada serangan Hama Penyakit, gunakan gunting tanaman, atau pisau.



  2. Hitung jumlah pucuk yang telah dipotong untuk menyiapakn media tanam
  3. Siapkan fungisida cair atau bubuk, punya penulis yang cair, untuk merak dagang terserah anda yang penting mudah didapat dan dapat dibeli oleh anda
  4. Rendam pucuk Miana  selama 5 - 10 menit.  dengan dosis 2 cc/ml  per liter air.  cairan fungisida di wadah bekas  yang tidak  terpakai. Tujuan untuk mengurangai kematian seperti busuk padabagian ujung tanaman yang dipotong. 
  5. Selanjutnya media tanam yaitu Pot dan Polibag yang segera kita isi dengan pupuk organik, siram dengan air agak merata m kondisi media tanam jadi dingin juga tersedia air cukup bagi pertanaman baru.



  6. Selanjutnya kita tanam stek Miana, untuk pot Plastik ukuran 20 cm, bisa di tanam  4  stek, letakan ditempat teduh atau naungan agar tanaman yang baru tidak stres.


9. setelah menunggu 7 - 10 hari terjadi perubahan m stek pucuk mulai kelihatan ada tanda kehidupan, perhatikan ada stek yang tidak tumbuh. Perawatan penyiraman 2 hari sekali, jangan tiap hari. Stek bisa busuk kebanyakan air.


  • Penampakan tanaman umur 14 hari, bisa kita pindahkan ke Pot yang lebih besar untuk ditampilkan ditempat umum.
  • Miana deawasa dengan warna warna dan bentuk daun yang menawan bisa kita nikmati bersama sama,


  • Untuk menanam lebih baik  untuk `1 pot kita campur dengan anekan jenis varian Miana agar lebih meriah penampilan warnanya
Demikian cara perbanyakan stek pucuk Miana, untuk lebih jelasnya anda dapat mengunjungi Youtube milik penulis dengan tema yang sama,  silahkan di Klik  DISINI....  

Jangan lupa subscribe, share dan Suka ( Like)






Ternyata Mudah Perbanyakan Miana dengan Stek ( Bagian 1)

           

 Semenjak pandemi COVID-19, banyak perusahaan swasta,BUMN. Kantor pemerintahan , Sekolah, Pergurunan Tinggi, yang menerapkan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah. Penerapan WFH ini diharapkan bisa membantu mengurangi, bahkan menghentikan penyebaran virus corona. 
Berhari-hari berada di rumah saja, rasa bosan pastilah melanda. Ini sebabnya banyak dari mereka yang mulai melirik kegiatan baru untuk melepas penat, salah satunya adalah berkebun. Berkebun bisa mulai dari mana saja. Mulai dari menanam sayuran dan pohon buah untuk dikonsumsi sehari-hari, apotek hidup untuk dijadikan seduhan herbal, atau tanaman hias untuk mempercantik rumah dan pekarangan.

Nah pada kesempatan bagui para Pemula atau New Bie / Pendatang Baru di dunia Tanaman Hias, berikut ini aku ingin berbagi tips, info tentang Budi daya Tanaman Hias Miana.


Sebelumnya, kita harus mengetahui dulu secara ilmiah



Klasifikasi miana – Miana atau Coleus Hybridus merupakan tanaman yang tergolong dalam tumbuhan terna. Tanaman ini sering digunakan sebagai tanaman pagar dan sebagai bahan obat batuk. Tanaman miana dapat tumbuh pada daerah yang memiliki tanah agak lembab dan sedikit berair. Pada kesuburan tanah ditandai dengan pertumbuhan daun miana yang lebar.

Ciri tanaman miana termasuk kedalam suku labiatae yaitu tumbuhan yang tergolong terna bukan berkayu. Memiliki daun yang tergolong daun tunggal . tanaman miana memiliki kelenjar atsiri yang mana dapat memberikan bau yang sedap. Bunganya terdapat dalam rangkaian yang bersifat simos. Memiliki bunga yyang kelopakna tidak gugur dan mahhkotanya berlekatan

Klasifikasi miana

Regnum               : Plantae

Divisi                      : Spermatophyta

Subdivisio            : Angiospermae

Class                      : Dicotyledoneae

Ordo                      : Solanales

Familia                  : Labiatae

Genus                   : Coleus

Spesies                 : Coleus Hybridus

Sumber :  http://ilmubiologi.com/klasifikasi-miana

Sedangkan nama dan jenisnya  sangat banyak dengan  varian varian terbaru , menurut  link youtube  berikut ini ada 30 type. kunjungi  klik disini 

 Untuk info sedikit boleh lah saya beritahu 6 jenis, namanya dan foto

1. Miana lidah merah (coleus Plectranthus scutellarioides)


2. Miana urat merah (coleus Wizard Scarlet)


3.Miana matahari (coleus Alabama Sunset)


4. Miana lidah api (Coleus Solenostemon China Rose)


5. Miana ekor naga merah (Coleus Black Dragon)

6. Miana ekor naga kuning (Coleus Electric Lime Solenostemon)


Sumber :https://www.gardener.id/product-category/tanaman-miana/


Langkah Langkah Perbanaykan Tanaman dengan Stek Pucuk dan Ranting
A. Alat dan Bahan
  • Gunting, atau Cutter boleh juga Pisau
  • Fungisida 
  • Gelas Minuman  bekas atau botol 
  • Peralatan kebun
  • Bahan Tanaman
  • Media Tanam ( Pot , Polibag)
  • Gambar :

  • Bahan Tanaman

Pada bagian Kedua  dilanjutkan tips cara Perbanyakan Miana. 

Senin, 24 Februari 2020

Mudahnya Nanam Sambung Nyawa ( Gynura procumbens (Lour.) Merr.)

Sambung Nyawa
(Gynura procumbens (Lour.) Merr.)


Familia :
Goodeniaceae

Deskripsi
Herba, berdaging. Batang memanjat, rebah, atau merayap, bersegi, gundul, berdaging, hijau keunguan, menahun. Daun berbentuk helaian daun, bentuk bulat telur, bulat telur memanjang, bulat memanjang, ukuran panjang 3,5 - 12,5 cm, lebar 1- 5,5 cm, ujung tumpul, runcing, meruncing pendek, pangkal membulat atau rompang. Tepi daun rata, bergelombang atau agak bergigi. Tangkai daun 0,5 cm sampai 1,5 cm. 

Permukaan daun kedua sisi gundul atau berambut halus. Perbungaan dengan susunan bunga majemuk cawan, 2- 7 cawan tersusun dalam susunan malai (panicula) sampai malai rata (corymb), setiap cawan mendukung 20-35 bunga, ukuran panjang 1,5- 2 cm, lebar 5-6 mm. Tangkai karangan dan tangkai bunga gundul atau berambut pendek, tangkai karangan 0,5- 0,7 cm. Brachtea involucralis dalam berbentuk garis berujung runcing atau tumpul, panjang 0,3 - 1 cm. Lebar 0,6 - 1,7 cm, gundul, ujung berwama hijau atau coklat kemerahan. Mahkota merupakan tipe tabung, panjang 1 - 1,5 cm, jingga kuningan atau jingga. Benang sari berbentuk jarum, kuning, kepala sari berlekatan menjadi satu.

Buah berbentuk garis, panjang 4 - 5 mm, coklat. Daun mempunyai susunan dan fragmen yang sesuai dengan sifat anatomi keluarga tumbuhan bunga matahari (Asteraccae = Compositae). Waktu berbunga Januari - Desember. Di Jawa perbungaan jarang ditemukan. 

Tumbuhan ini banyak ditemukan di Jawa pada ketinggian 1 - 1200 m dpl, terutama tumbuh dengan baik pada ketinggian 500 m dpl. Banyak ditemukan tumbuh di selokan, semak belukar, hutan terang, dan padang rumput . 

Secara kultur jaringan, eksplan yang terbaik untuk penumbuhan kalus G. procumbens adalah tangkai daun yang ditaburkan. Media yang terbaik untuk penumbuhan kalus adalah media RTK yaitu media RT dengan air kelapa 10%. Pemberian kombinasi pupuk N dan P memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan hasil produksinya. Pemakaian BA 1 - 4 mg/l memberikan kondisi yang baik untuk multiplikasi tunas. 

Cara perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan stek batang. Pertumbuhan batang dan daun cepat sehingga dapat segera dimanfaatkan. Tanaman akan tumbuh baik pada tempat ternaungi karena helaian daun lebih tipis dan lebar, sehingga lebih enak untuk dimakan segar.  

Jumat, 21 Februari 2020

Mari kita menanam Bunga di Tepi Jalan

Kira kira apa dan fungsi tanaman pohon, tanaman hias yang tumbuh di tepi jalan. Moga anda dapat memperoleh jawaban yang sesuai. Menurut  ahli pertamanan  tanaman yang boel;h ditanam peraturan yang  berlaku  pohon harus memenuhi persyaratan  :
·         kerindangan,
·         kelebatan daun untuk fungsi peneduh, 
·         penyejuk,
·         tempat satwa berdomisili, 
·         keindahan serta 
·         memiliki nilai produksi lanjutan dan 
·         ekonomi+

Penulis hidup di tepi perkotaan, jalan alternatif lalu lintas kendaraan roda 4 dan roda 2 masih sedikit
Rumah Tangga yang penghuni sekitar 55  KK,  panjang jalan  diperkirakan 1.300 m.  lahan   
pekarangan sempit dan sudah ditumbuhi beberapa , tanaman buah, tanaman obat dan tanaman hias. 
Untuk  memanfaatkan lahan kosong yang masih ada , cuma di tepi jalan. Maka saya berinisiatif 
 menanam  di tepi jalan raya tanpa ijin  dengan RT, dengan RW dan Lurah apalagi Camat, . Dengan 
semangat saya tanam bunga zinnea ( bunga kertas),bunga matahari lokal ,  kenikir  serta bumbu 
dapur  yaitu  serai. Kegiatan bertanam ini ada 2 orang selain saya yaitu ketua RT, beliau menanam 
jenis : Puring  dan mempertahankan rumput tetap hidup.

Rabu, 19 Februari 2020

Komoditas Binaan pada Kementerian pertanian

Apa itu Komoditas Binaan

Pengertian Komoditas
Komoditas didefinisikan sebagai barang dasar berwujud yang digunakan dalam perdagangan yang dapat dipertukarkan dengan produk lain yang bernilai sama atau sepadan, di mana barang tersebut diperlakukan setara tanpa memperhatikan siapa yang memproduksinya.

Komoditas Pertanian
Komoditas jenis pertanian adalah produk-produk hasil pertanian. Jenis komoditas ini terdiri dari dua yaitu hasil pertanian dan hasil perhutanan. Untuk komoditas produk pertanian mencakup beras, gandum, kedelai, jagung, kopi, gula, dan yang lainnya. Sementara untuk komoditas produk perhutanan meliputi karet, rotan, sawit, kapas, dan lainnya. Produk-produk komoditas pertanian dan perhutanan ini diperdagangkan dalam satuan yang beragam seperti kilogram, ton, gantang, dan ons.

Nah pada tahun ini telah terbit Peraturan Menteri pertanian ( Permentan) nomor :
141 /Kpts/HK.150/M/2tahun 2019 tentang Jenis Komoditas Tanaman Binaan Lingkup Kementerian Pertanian.  secara ringkas  kita lihat tabel  dan untuk lengkap silahkan download disini 



No
Jenis Komoditas
Jumlah  komoditas
I
HORTIKULTURA


1.       Tanaman buah
60

2.       Tanaman Hias
220

3.       Tanaman Obat
65

4.       Tanaman Sayuran
82
II
TANAMAN PANGAN


1.       PADI
1

2.       PALAWIJA
6

3.       KACANG DAN UMBI
25
III
PERKEBUNAN
137






Jumat, 19 Mei 2017

Materi 10 Pengendalian OPT Khusus Penyakit Cabai Merah dan Rawit

1. Penyakit Layu Bakteri ( Ralstonia solanacearum)

Gejala serangan :
Layu pada pucuk daun kemudian menjalar ke bagian bawah daun sampai seluruh daun menjadi layu dan akhirnya tanaman menjadi mati. Jaringan pembuluh batang bagian bawah dan akar menjadi kecoklatan. Apabila batang dan akar yang terserang dipotong melintang dan dicelupkan ke dalam air jernih tampak mengeluarkan cairan keruh yang merupakan koloni bakteri. Serangan pada buah menyebabkan warna buah cabai menjadi kekuningan dan busuk. Infeksi terjadi melalui lentisel dan akan cepat berkembang jika ada luka mekanis akibat gigitan hama dan faktor lainnya. Penyakit layu bakteri ini berkembang sangat cepat pada musim hujan.
           
  Pengendalian :
a. Melakukan sanitasi dengan mengeradikasi tanaman yang terserang dan sisa-sisa tanaman sakit dicabut dan dimusnahkan.
b. Melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan inang bagi bakteri Ralstonia solanacearum.
c. Memperbaiki aerasi tanah agar tidak terjadi genangan air dan kelembaban yang cukup tinggi, dengan membuat guludan setinggi 40- 50 cm.
d. Penurunan pH tanah dengan pemberian belerang pada areal pertanaman
e. Menanam varietas cabai merah yang sehat dan tahan penyakit layu bakteri
f.  Memanfaatkan agens antagonis Trichoderma spp  danGliocladium spp.
g. Mekanisme pengendaliannya melalui hiperparasit, antibiosis dan lisis serta melalui persaingan. Aplikasi pada kantong persemaian sebanyak 5 grm per kantong, diaplikasikan 3 hari sebelum benih ditanam atau bersamaan dengan penanaman benih.
h. Memanfaatkan mikroba antagonis Pseudomonas fluorescens.
I. Apabila cara–cara pengendalian lainnya tidak dapat menekan serangan penyakit ini dapat digunakan fungisida yang efektif dan sesuai anjuran.
           
        

Materi 10 Pengendalian OPT bagian 3 khusus Hama Cabai

Melanjutkan materi mengenai OPT Cabai Rawit,  khusus tentang Hama yang menyerang pada Cabai ..

5. Ulat grayak ( Spodoptera litura F.)
Gejala serangan :
Larva instar 1 dan 2 merusak daun dan buah dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis daun bagian atas dan yang tinggal hanya tulang-tulang daun. Larva instar lanjut merusak tulang daun ditandai dengan gundulnya daun, kadang-kadang larva menyerang buah cabai. Larva biasanya berada di permukaan bawah daun dan menyerang secara serentak dan berkelompok. Gejala serangan pada buah cabai ditandai dengan timbulnya lubang yang tidak beraturan pada permukaan buah. Pada serangan berat menyebabkan tanaman gundul karena daun dan buah habis dimakan ulat. Umumnya serangan berat terjadi pada saat musim kemarau.
           
Pengendalian :

a. Kultur teknis

~Sanitasi lahan dengan cara membersihkan gulma dan sisa tanaman yang dapat menjadi sumber infeksi.
~Pengolahan lahan yang intensif dan saluran air (drainase) yang baik.
~Eradikasi selektif dilakukan terhadap kelompok telur Spodoptera sp yang dijumpai pada pertanaman cabai merah.
           

b. Fisik mekanis

~Pemusnahan kelompok telur, larva atau pupa dan bagian tanaman yang terserang.
~Penggunaan perangkap feromonoid seks untuk ngengat Spodoptera litura sebanyak 40 buah per Ha atau 2 buah per 500 m2. Pemasangan perangkap dilakukan sejak tanaman berumur 2 minggu.
           

c. Hayati

Pemanfaatan patogen Sl. NPV (Spodoptera litura-Nuclear Polyhedrosis Virus), Sl. Bx 9, cendawan cordisep, Nematoda steinerma, predator Sycanus  sp, parasitoid Apanteles  sp, Telenomus Spodopterae  dan Peribeae  sp.
           

d. Kimiawi

Jika intensitas kerusakan daun akibat serangan ulat grayak telah mencapai lebih atau sama dengan 12,5% per tanaman contoh, maka pertanaman cabai disemprot dengan pestisida sesuai yang dianjurkan.

    

Kamis, 18 Mei 2017

Materi 10. Pengendalian OPT pada Cabai Rawit bagian 2

Jenis Hama Yang Menyerang Tanaman Cabai merah dan Rawit

1. Thrips ( Thrips parvispinus Karny)Gejala serangan :
Pada umumnya hama ini berkembang pesat dimusim kemarau, sehingga populasi lebih tinggi sedangkan pada musim penghujan populasinya akan berkurang karena banyak thrips yang mati akibat tercuci oleh air hujan. Hama ini menyerang tanaman dengan menghisap cairan permukaan bawah daun (terutama daun-daun muda). Serangan ditandai dengan adanya bercak-bercak putih/keperak-perakan. Daun yang terserang berubah warna menjadi coklat tembaga, mengeriting atau keriput dan akhirnya mati. Pada serangan berat menyebabkan daun, tunas atau pucuk menggulung ke dalam dan muncul benjolan seperti tumor, pertumbuhan tanaman terhambat dan kerdil bahkan pucuk tanaman menjadi mati.
           
Pengendalian :

a. Kultur Teknis

~Penggunaan mulsa plastik yang dikombinasikan dengan tanaman perangkap. Cara ini cukup efektif untuk menunda serangan yang biasanya terjadi pada umur 14 HST. Penggunaan mulsa plastik juga dapat mencegah infeksi kutu daun dari luar pertanaman dan mencegah thrips mencapai tanah untuk berpupa, sehingga daur hidup thrips menjadi terputus.
~Sanitasi dan pemusnahan bagian tanaman yang terserang thrips.
~Tidak menanam tanaman inang (Famili Solanaceae)
           

b. Fisik Mekanis

Penggunaan perangkap likat warna biru atau putih sebanyak 40 buah per ha atau 2 buah per 500 m2, dan dipasang sejak tanaman berumur 2 minggu. Perangkap likat dapat dibuat dari potongan paralon berdiameter 10 cm dan panjang + 15 cm, digantungkan di atas tanaman cabai. Lem yang digunakan berupa lem kayu yang diencerkan atau vaselin, lem dipasang setiap seminggu sekali.

           

c. Hayati

Pemanfaatan musuh alami yang potensial untuk mengendalikan hama thrips, antara lain predator kumbang Coccinellidae, tungau, predator larva Chrysopidae, kepik Anthocoridae dan patogenEntomophthora sp.

           

d. Kimiawi

Pestisida digunakan apabila populasi hama atau kerusakan tanaman telahmencapai ambang pengendalian (serangan mencapai lebih atau sama dengan 15% per tanaman contoh) atau cara-cara pengendalian lainnya tidak dapat menekan populasi hama. Pengendalian juga dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida alami antara lain yang berasal dari gadung ( Diascorea hispida).


Materi 10.Pengendalian OPT pada Cabai Rawit bagian 1 (satu)

     1. Definisi
Kegiatan untuk mengendalikan OPT agar tanaman tumbuh optimal dan secara ekonomis menguntungkan.

2. Tujuan 
  •  Untuk menghindari kerugian ekonomi berupa kehilangan hasil (kuantitas) dan penurunan mutu (kualitas) produk.
  • Menjaga kesehatan tanaman dan kelestarian lingkungan hidup dan keamanan produk.
3. Validasi / Referensi
a. Pengenalan dan pengendalian Hama-hama penting pada Tanaman Cabai merah ( Balitsa, 2005)
b. Pengenalan dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Cabai (Direktorat Bina Perlindungan Tanaman, 1999)
c. Pengenalan dan Pengendalian penyakit Virus pada cabai (Direktorat Perlindungan Hortikultura, 2004)
d. Pedoman Umum Budidaya Cabai merah Merah (Direktorat Tanaman Sayuran, Hias dan Aneka Tanaman, 2003)
    e. Penyakit Penting Tanaman Cabai dan Pengendaliannya (Balitsa, 2007)

4. Bahan dan Alat :

a. Bahan
-Pestisida (insektisida, fungisida, herbisida) yang terdaftar dan diizinkan, sesuai dengan Daftar Pestisida untuk Pertanian dan Kehutanan tahun 2006.
- Pestisida nabati dan agens hayati.
- Air
b. Alat
            - Hand sprayer, power sprayer
            - Ember/drum
            - Pengaduk
            - Takaran (skala ml dan liter)
            - Kuas
            - Pisau
            - Minyak tanah, air
            - Gunting pangkas
            - Alat/sarana pelindung: sarung tangan, masker, topi, sepatu boot, baju lengan
             panjang.