Tampilkan postingan dengan label Lembaga Tani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lembaga Tani. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Desember 2012

Mengenal Alat Tanam Padi Modern

Hari Senin, tanggal 15 Desember 2012 lokasi kegiatan di Desa Sungai Riam Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah laut, telah dilakukan pertemuan dengan Judul Publikasi Hasil Teknologi Batan ( Badan tenaga Atom Nasional)  di tingkat petani dan pelatihan penggunaan Alat Tanam  Mesin . Peserta yang hadir dari Unsur :

  • Gapoktan ( Gabungan Kelompok Tani) lokais kegiatan
  • Kepala BP3K Kecamatan se Kabupaten Tanah Laut
  • Mantri Tani  Kecamatan se Kabupaten Tanah Laut
  • Perguruan Tinggi ( Fakultas Pertanian Unlam Banjarbaru )
  • Batan beserta Tim Pendukung 
  • Undangan dari Kabupaten, Dinas Instansi tingkat provinsi 
Pada prinsip kegiatan ini untuk menyampaikan hasil kegiatan oleh Batan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi khusus Fakultas Pertanian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut serta pelaku Utamanya Petani, Kelompok tani dil lokasi kegiatan  tersebut.. Kegiatan Utama adalah penananam Padi yang telah di hasilkan oleh Batan dengan teknik budidaya yang lebih maju.

Khusus untuk penanaman padi , Gapoktan menerima bantuan fasilitas alat Transplanter Paddy dari Distanbun .

Pengertian : Rice Transplanter sendiri merupakan alat tanam padi dengan cara mendorong seperti hand tractor. Alat tersebut memudahkan petani menanam padi karena dapat menghemat waktu, mempercepat proses penanaman bibit padi serta menyiasati kurangnya tenaga kerja dalam proses penanaman padi. 

Foto hasil kegiatan sebagai berikut khusus pada pelatihan penggunaan alat tanam Padi. 

Foto 1 Bentuk Alat Tanam Padi 


Foto 2 Pesemaian khusus untuk Tanam Padi 


Foto 3.. Bibit Padi yang sudah siam Tanam Umur antara 18 -20 hari

 Foto 4. Penanam Padi


Oh ya untuk  melengkapi data silahkan kunjungi website atau video di Youtube , ini dia 
Link; 
Video Pertama ini lebih beda siilahkan lihat 



Untuk Video Kedua , sumber dari Youtube,,, lokasi Thailand.



Anda ingin belajar secara teknis bisa mengunjungi website milik IPB  KIlik Disini

Pada bagian ini akan dijelaskan tentang metode penanaman bibit, mesin dan peralatan penanam bibit, cara kerja mesin penanam bibit serta evaluasi kinerja mesin penanam bibit. 




Sabtu, 08 Desember 2012

Peluang usaha Budidaya Sayuran di Rumah Tahanan (Rutan)

Berdasarkan usulan proposal permintaan bantuan teknis untuk memberdayakan penghuni Rutan, pihak Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan dengan  cepat merespon positip. Pada Tahun 2012 ini para penghuni Rutan yang telah terseleksi, dipilih berdasarkan minat pada bidang Pertanian.
Saya yang mengurusi di bidang Hortikultura memberikan bimbingan teknis, kunjungan rutin untuk mengajar, memberikan informasi cara budidaya, membuat pupuk organik, mengendalikan gulma, mengendalikan hama penyakit. Bagi mereka yang belum pernah bergelut di bidang pertanian tentu agak lambat menerima, tapi dengan kunjungan rutin, , langsung praktek....
Bimbingan yang diberikan  sesuai prosedur, rekomendasi teknis budidaya sayuran.
Beberapa hari, minggu dan bulan, maka hasil tanaman seperti :

Rabu, 22 September 2010

Buku Digital Pertanian Gratis

Pertama
Untuk memudahkan anda mendownload file, buku digital saya susun berdasarkan komoditas, ataupun topik.
Mari kita mulai aja ya.

a. Buah buahan
  1. Anggur    File Satu, File Dua
  2. Alpukat  File Satu,  File  Dua
  3. Belimbing sebagai Tanaman Obat
  4. Budidaya pisang
  5. Duku
  6. Jambu Mete
  7. Jambu Air
  8. Semangka
  9. Jeruk : Pertama : Budidaya,   Kedua : Pemangkasan 
  10. Pepaya
  11. Nenas
  12. Durian
  13. Rambutan
  14. Nangka
  15. Melon 1 , Melon 2, Melon 3, Melon 4
  16. Buah Naga , Berkeboen ayoo kunjungi linknya, yang ini bertanam di Pot, Mau baca ya Klik disini. Bagi anda yang ingin beli buku Buah Naga  : BUKU PINTAR BERTANAM BUAH NAGA
  17. Bertanam Buahan - buahan Tanaman Tahun, Kajian secara bisnis dan teknis, Oke Klik aja link
  18. Mau lengkap donlot tanaman buah kunjungi warintek klik Link ini
  19. Peluang Usaha Budidaya Buah-buahan mari kita kunjungi  website : disini
  20. Lengkap tentang Budidaya Buah-buahan Kunjungi juga website : warintek  Bantul
Penampilannya begini
21.Pertanian sudah menjadi industri dan kegiatan berkebun tidak lagi hanya sebatas di pekarangan rumah tetapi sudah menjadi usaha bisnis yang digeluti dengan serius. Gemerlap bisnis berkebun ada pasang surutnya tetapi tidak akan pernah mati. AGRITEKNO ada untuk menyebarkan informasi teknis pengetahuan dan seputar bisnis berkebun. AGRITEKNO menyediakan produk - produk pilihan untuk sarana berkebun dan pertanian pada umumnya.. Mau lengkapi kunjungi website disini
22. Artikel terkait tentang Tanaman Buah yang lainn, dari website ibojempol.com
Anda dapat mengklik link berikut ini


      Sabtu, 10 Juli 2010

      PRINSIP DASAR PMP/KKP

      Tujuh prinsip dasar dalam melaksanakan PMP/KKP:
      1. Mengaktifkan kelompok tani sebagai pelaku utama dalam melaksanakan PMP/KKP.
      2. Berorientasi praktis, tidak diarahkan untuk menggali informasi i luar kemampuan petani.
      3. Bersifat informal.
      4. Menggunakan prinsip demokratis, yaitu mendengar suara petani secara keseluruhan hingga menjadikannya sebagai suatu kebutuhan bersama.
      5. Dipimpin oleh ketua kelompok tani atau yang ditunjuk sebagai moderator.
      6. Bukan hanya menceritakan masalah, namun menggali akar masalah dan pemecahannya.
      7.  Sebaiknya dalam melaksanakan KKP petani menentukan waktunya, dan menyesuaikan kapan pertemuan kelompok tani biasa dilakukan. 
      (PMP)  = Pemahaman Masalah dan peluang
      (KKP)   = Kajian Kebutuhan dan Peluang  

      Sabtu, 15 Mei 2010

      BAP POKTAN DAN GAPOKTAN

      Anda sudah membentuk Kelompok Tani
      Membentuk Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan)
      Agar kelembagaan Tani yang anda bentuk menjadi legal dan resmi
      Diterima oleh pihak manapun, terutama bagi pihak pemerintah, perbankan dan pihak lain yang berkompetensi dengan kelompoktani / Gapoktan
      Apakah anda sudah membuatkan surat resmi
      Surat keterangan yang menyatakan bahwa kelembagaan anda betul betul resmi
      Yaitu membuat Surat Berita Acara Pembentukan Kelompoktani / Gabungan Kelompok Tani

      Anda mau :
      Oke saya berikan contohnya.
      Bila anda mempunyai contoh yang lebih h baik dan telah berhasil kelompoktaninya , atau gabungan kelompok tani., mari kita saling berbagi cerita.

      CONTOH

      BERITA ACARA PEMBENTUKAN KELOMPOKTANI / GABUNGAN KELOMPOKTANI

      -->
      BERITA ACARA PEMBENTUKKAN KELOMPOK TANI

      Pada hari ini, ………… tanggal …………bulan ………………………… tahun …............................................................................., bertempat di Desa …………………………….., telah dilaksanakan acara pembentukkan KELOMPOK TANI melalui musyawarah, peserta rapat telah sepakat membentuk KELOMPOK TANI yang diberi nama KELOMPOK TANI………………………………. Dengan sekretariat beralamat di RT. ….. Desa ………………………….. Kecamatan …...............................
      Adapun susunan kepengurusan dan daftar anggota KELOMPOK TANI sebagaimana daftar terlampir.
      Demikian berita acara ini kami buat dengan sebenarnya dan penuh tanggung jawab serta untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.



      Pengurus KELOMPOK TANI  terpilih
      Ketua
      Sekretaris
      Bendahara


      _________________


      _________________


      _________________


      Mengetahui,

      1. Penyuluh Pertanian
      1. Kepala Desa …………………


      _________________


      _________________









      Jumat, 30 April 2010

      PENGERTIAN ISTILAH PTT dan SL-PTT

      Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu (PTT) =
      suatu pendekatan inovatif dalam upaya meningkatka produktivitas dan efisiensi usahatani melalui perbaikan
      sistem/ pendekatan dalam perakitan paket teknologi yg sinergis antar komponen teknologi, dilakukan secara partisipatif oleh petani serta bersifat spesifik lokasi 

      Sekolah Lapang-PTT (SL-PTT) = 
      suatu tempat pendidikan non formal bagi petani utk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usahatani, mengatasi prmasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yg sesuai dengan kondisi sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahataninya menjadi efisien, berproduktivtas tinggi dan berkelanjutan 

      Laboratorium Lapang (LL) =
      kawasan/area yang terdapat dalam kawasan SL-PTT yg berfungsi sbg lokasi percontohan, tempat belajar dan tempat praktek penerapan teknologi yang disusun dan diaplikasikan bersama oleh kelompok tani/ petani
      Pemandu Lapangan (PL) adalah 
      Penyuluh Pertanian, Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), Pengawas Benih Tanaman (PBT) yang telah mengikuti pelatihan SL-PTT

      Pemahaman Masalah dan Peluang (PMP/KKP/PRA)
      adalah tahapan pendekatan PTT yang diawali dgn kelompoktani melakukan identifikasi masalah peningkatan hsil tanaman (kedelai) diwilayah setempat dan membahas peluang kemungkinan mengatasi masalah tersebut

      POSKO I-V adalah 
      Pos Simpul Koordinasi sebagai tempat melaksanakan koordinasi dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan SL-PTT, POSKO yang dimaksud adalah POSKO yang telah ada misalnya POSKO P2KdN

      Rencana Usahatani Kelompok (RUK) =
      rencana kerja usaha tani dari kelompoktani untuk satu periode musim tanam yang disusun melalui musyawarah dan kesepakatan bersama dlm pengelolaan usahatani sehamparan wilayah kelompoktani yang memuat uraian kebutuhan, jenis, volume, harga satuan dan jumlah uang yang diajukan untuk pembelian saprodi

      Rencana Usahatani Kelompok (RUK) =
      rencana kerja usaha tani dari kelompoktani utk satu musim tanam yg disusun melalui musyawarah dan kesepakatan bersama dalam pengelolaan usahatani sehamparan wilayah kelompok tani yang memuat uraian kebutuhan, jenis, volume, harga satuan dan jumlah uang yg diajukan untuk pembelian saprodi

      Ketentuan Pelaksana SL–PTT

      • Lokasi SL–PTT diusahakan berada pada satu hamparan, mempunyai potensi peningkatan produktivitas dan anggota kelompoktaninya responsif terhadap penerapan teknologi. 
      •  Luas satu unit SL–PTT jagung hibrida adalah ± 15 ha yang didalamnya terdapat satu unit LL seluas minimal 1 ha. 
      •  Luas satu unit SL–PTT Kedelai dan kacang tanhadalah ± 10 ha yang didalamnya terdapat satu unit LL seluas minimal 1 ha. 
      •  Luas satu unit SL–PTT diatas apat disesuaikan pada kondisi luasan setempat, dengan ketentuan :

      1.  Luasan setiap unit SL–PTT bisa bervariasi disesuaikan dengan kondisi setempat namun Total luasan dan total jumlah SL–PTT tidak boleh kurang dari yang dibiayai.
      2. Total Luasan dan Total jumlah SL–PTT bisa lebih dari yang dibiayai. Kelebihan luasan ataupun   jumlah SL–PTT ditanggung anggaran lain ataupun swadana petani.
      3. Luas areal LL bisa lebih dari 1 ha apabila dananya masih memungkinkan tetapi tidak  boleh kurang  dari 1 ha. 
      • Peserta tiap unit SL–PTT idealnya terdiri dari 15 - 25 petani yang berasal dari satu kelompoktani yang sama, namun jumlah peserta dapat disesuaikan dengan luas pemilikan lahan serta situasi dan kondisi setempat. 
      • Memiliki Pemandu Lapangan 
       Persyaratan Kelompoktani pelaksana SL–PTT 
      1. Kelompoktani tersebut masih aktif dan mempunyai kepengurusan yang lengkap yaitu Ketua, Sekretaris dan Bendahara.
      2.  Telah menyusun RUK
      3.  Kelompoktani penerima bantuan SL–PTT  ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten / Kota.
      4. Kelompoktani peserta SL–PTT  diutamakan yang belum pernah menerima bantuan SL–PTT  tahun anggaran 2008 atau bantuan dari BLBU tahun 2008.
      5. Memiliki rekening yang masih berlaku / masih aktif di Bank  Pemerintah (BUMN atau BUMD/ 
      6.  Bank Daerah) yang terdekat dan bagi Kelompok Tani yang belum memiliki, harus membuka rekening di Bank
      Anda ingin memiliki buku / ebook seputar SL- PTT klik disini
       

      Kamis, 04 Maret 2010

      Pemilihan media petani yang kan digunakan, antara lain tergantung pada :

      • Tujuan yang ingin dicapai Jenis media yang digunakan untuk menambah pengetahuan berbeda dengan untuk menambah keterampilan
      •  Keadaan sasaran yang dituju ( tingkat pendidikan, tingkat adopsi, usia, dll) Jenis  media untuk petani yang benar berminat dengan yang sudah ingin mencoba tentunya berbeda. Demikian pula untuk yang tingkat pendididkannya rendah berbeda denagn tingkat pendidikannya tinggi.
      • Keadaan lokasi pengguna media Di lokasi yang belum tersedia aliran listrik jenis media yang digunakan lebih terbatas.
      •  Kelompok sasaran Jenis media yang digunakan untuk massa berbeda dengan untuk kelompok dan individu.
      • Mudah dibuat dan akrab. Media yang digunakan oleh petani tentunya sebaiknya media yang mudah digunakan dan akrab ( sering digunakan)
      •  Biaya terjangkau. Pertimbangan biaya hendaknya tidak merupakan pertimbangan pertama.

      Untuk artikel yang terkait  :
      1. PRA
      2. Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian di Desa






      Rabu, 16 Desember 2009

      Pertemuan Teknis Penyuluh Pertanian se Kalsel di Pelaihari

      Gambar 1.  saya lagi tampil ,Gambar 2. Sek Badan SDM Pertanian, Bupati, Kepala BP4 K
      Gambar 3, Sambutan Bupati Tanah Laut, Gambar 4, Pembicara utama Bapak Muchransyah

      Pelaihari, Selasa, 15 Desember 2009, Tutup tahun 2009  . pelaksanaan Pertemuan Teknis Penyuluhan Pertanian se Kalsel  di kota Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, Kalsel yang dihadiri perwakilan beberapa kabupaten yang ada di Kalsel seperti Kab Banjar, Kab Balangan, Kab Tanah Bumbu, dll. ikut mewarnai kegiatan tersebut. Selain peserta utama Penyuluh Pertanian se kabupaten Tanah Laut  berjumlah 250 orang. Penyuluh PNS, THL TB berbaur jadi satu dengan semangat baru menghadaip tahun 2010.

      Minggu, 08 November 2009

      Pelaksanaan Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian di Desa

      • Setiap Penyuluh Pertanian wajib menggunakan buku catatan harian kunjungan kehadiran dikelompoktani
      • Setiap Penyuluh selalu mendokumentasikan kegiatan penyuluhan sebagai tanda bukti, keaktifan pekerjaan dan digunakan sebagai laporan , monitoring dan evaluasi.
      • Penyuluh Pertanian Ahli Kabupaten dan Kecamatan dapat memberikan pelatihan di BPP kepada PP Terampil dengan materi yang sesuai dengan disiplin ilmunya.
      • Di BPP dilaksanakan riset aksi oleh petani, pengusaha pertanian / pedagang pertanian. Juga dilaksanakan kegiatan pertemuan teknis, seminar, musyawarah, dan forum – forum petani lainnya.
      • Berpedoman pada petunjuk teknis yang telah ada yaitu dari Badan Sumberdaya Manusia Pertanian Departemen Pertanian
      • Kegiatan Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian lintas desa atau wialayah binaan menggunakan Tim Penyuluh Pertanian di Lapangan dengan disusun secara terjadwal.
      • Pada metode penyuluhan pertanian antara lain Percontohan melalui Demplot atau Demfarm , kaji terap, riset aksi , dll yang dilaksanakan oleh Tim Penyuluh Pertanian Lapangan ( TPL) Kecamatan dipandu oleh PP Ahli Kabupaten dalam hal desain pelaksanaan dan pelaporan.

      Kamis, 05 November 2009

      Kriteria Pemilihan Media Penyuluhan Pertanian


      -->
      -->
      1.     Isi harus :
      • sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
      • benar
      • up to date
      • tingkat ketersediaannya sesuai dengan tingkat sasaran
      • tidak menjadikan lebih abstrak
      2.     Ide utama media harus mengarah pada tujuan penyuluhan
      3.     Media harus mampu memotivasi minat sasaran dan komunikatif
      • mengandung gerak
      • warna sesuai dengan fungsionalnya
      • tahapan adopsi
      •   Pembiayaan ekonomis
      5.     Kwalitas teknologi dari media, baik warna kejelasan/ketajaman, suara/audio dan lain-lain
      6.     Media harus sesuai dengan kondisi/lingkungan belajar
      • Laerge, Small Independent Study
      • Listrik, penerangan = memadai
      • Ruangan = memadai
      • Tersedia/tidak, fasilitas alat bantu seperti OHP
      7.     Media harus dapat meningkatkan kemampuan sasaran
      8.     Keabsahan/validatas media harus tinggi
      9.     Penggunaan media Penyuluhan Pertanian disesuaikan dengan tujuan dan sasaran Penyuluhan Pertanian


      EFEKTIVITAS MEDIA PENYULUHAN PERTANIAN

      Media yang efektif harus dapat memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut :
      1. sederhana, mudah dimengerti dan dikenal
      2. menggunakan ide-ide baru
      3. menarik
      4. mengesankan ketelitian
      5. menggunakan bahasa yang mudah dimengerti sasaran
      6. mengajar sasaran untuk memperhatikan, mengingatkan, mencoba dan menerima ide – ide yang dikemukakan.


      Senin, 02 November 2009

      Harta yang tak pernah habis

      Senin pagi, untuk yang kali ke berapa aku untuk mengumpulkan koleksi buku, menata ulang buku kesukaanku. Uang untuk belanja buku selalu kusisihkan, satu untuk 1 bulan sudah cukup. Sekarang sudah jaman digital, internet, aku suka mendownload buku buku fratis, artikel gratis. Setiap hari mencari melalui paman google dengan key word buku gratis, e book gratis. Cukup melelahkan menjelajah dunia tanpa batas ini.

      Semuanya kukujadikan satu dalam satu cd yang beri judlu cd pertanian buku digital pertanian. Berusaha menata, menyusun berdasarkan kategori, komoditas. Selesai sudah. Anda tertarik dengan koleksi cd pertanian.
      Apa saja isinya.
      Banyak sekali sekali koleksi artikel pertanian, buku yang kukumpulkan.
      File nya dalam bentuk pdf, word, ppt
      Semuanya lebih dari 600 Mb.

      Gambar 1. Koleksi CD lagu / film yang rusak kujadikan mulsa dipolibag untuk mengurangi serangan hama dan penyakit.  Silau dan menakutkan, anda sudah pernah menggunakan seperti ini. ya mari kita saling berbagi cerita.

      Gambar 2. Koleksi buku seputar pupuk organik, pembuatan pupuk, dan lain

      Gambar 3. Koleksi buku disimpan lemari khusus, aman dari ganggunan  anak 2.

      Minggu, 01 November 2009

      RENCANA USAHA KELUARGA ( RUK )


      -->
      B A B  I
      PENDAHULUAN

      1. Latar Belakang

      Menurut UUD No 12 Tahun 1992 tentang Budidaya  Tanaman  memberikan  kebebasan  kepada petani  untuk memilih komoditi yang diusahakan , dan mengambil keputusan sendiri  atas pengelolaan  usaha  pertaniannya, berdasarkan  pertimbangan – pertimbangan yang dimilikinya.
      Penyuluh Pertanian berperan sebagai konsultan, pendamping dan mitra  petani dalam memfasilitasi agar petani  dan keluarganya  serta pelaku usaha  pertanian lainnya mampu mengambil keputusannya sendiri, dengan jalan :

      1. Membantu menemukan masalah
      2. Membantu menganalisis situasi yang sedang dihadapi dan melakukan  perkiraan kedepan ;
      3. Membantu  memperoleh pengetahuan / informasi teknologi, pasar, permodalan dan kemudahan – kemudahan lain guna memecahkan masalah
      4. Membantu mengambil keputusan betrdasarkan analisis terhadap situasi dan masalah yang dihadapinya.

      Langkah awal dalam mewujudkan keputusan yang diambil dalam pengelolaan usaha pertaniannya adalah dengan menyusun Rencana Usaha Keluarga ( TUK), RUK ini dibuat dan disepakati serta dilaksanakan oleh  keluarga tani

       2. Tujuan

      a.     Sebagai acuan bagi keluarga tani dalam melaksanakan pengelolaan usaha pertanian yang lebih produktif dan menguntungkan
      b.     Sebagai  acuan untuk mengembangkan  jenis usaha  tani atau melakukan diversifikasi ( horizontal) terhadap jenis komoditas yang sedang diusahakan  secara realitas  dan rasional.

      3, Manfaat

      1. Keluarga tani dapat mengetahui dan menggali potensi sumberdaya  pertanian yang dimilikinya yang tersedia di desa dan lingkungannya.
      2. Keluarga tani dapat merencanakan  secara sistematis :
      Ø  Jenis usaha  dan kegiatan  yang akan dilaksanakan  ( dimana, kapan dan siapa yang akan melaksanakan)
      Ø  Sarana kegiatan  dan biaya yang diperlukan

      1. Dengan menyusun RUK  secara berkelanjutan , keluarga tani senantiasa dapat memulai / mengevaluasi  hasil kegiatan  usaha pertaniannya sehingga  dapat terus  memperbaiki produktivitas usahanya  kearah yang lebih menguntungkan.

      4. Pengertian :

      Rencana Usaha Keluarga ( RUK) adalah rencana usaha yang dibuat oleh seluruh unsur-unsur keluarga  tani yang telah berkecimpung  dalam usaha  pertanian keluarga ( baik bapak, ibu  maupun anak-anak yang telah dewasa ) dan  disepakati  bersama dan dijadikan  sebagai acuan  dalam melaksanakan  pengelolaan  usaha pertanian  atau untuk  mengembangkan  usaha baru dalam rangka meningkatkan  produktivitas dan pendapatan  keluarga  yang meliputi  daftar jenis  usaha  dan kegiatan, pelaku kegiatan , volume  usaha/jumlah, sarana produksi serta besar biaya yang diperlukan , jadwal  pelaksanaan kegiatan dan perkiraan hasil/keuntungan yang akan diperoleh.

       BAB II

      RUANG LINGKUP DAN ISI

      1. Ruang lingkup

        1. Jenis usaha pertanian yyang sedang berjalan
        2. Rencana jenis usaha pertanian dalam musim tanam atau siklus usaha berikutnya.
        3. Sumberdaya  dan potensi yang dimiliki oleh keluarga tani
        4. Potensi desa  lingkungan  setempat dan peluang pasar
        5. Unsur-unsur keluarga  yang terlibat dalam pelaksanaan usaha pertanian di tingkat rumah tangga ( bapak, ibu dan anak)

      1. Isi Rencana Usaha Pertanian Keluarga

      Rencana Usaha Pertanian Keluarga (RUK) mneliputi hal-hal  sebagai berikut :
        1. Hasil dan kegiatan yang ingin dicapai dan dilaksanakan
        2. Adanya masalah yang akan dipecahkan
        3. Tempat lokasi kegiatan
        4. Rincian kegiatan untuk melaksanakan jenis usaha yang direncanakan
        5. Kebutuhan yang diperlukan dalam usaha pertanian yang terdiri dari :
      Ø  Jenis dan volume/jumlah sarana produksi sarana usaha yang akan digunakan ( yang  menggambarkan jenis teknologi yang akan diterapkan )
      Ø  Jumlah dan jenis tenaga kerja ( apakah menggunakan anggota keluarga  atau tenaga kerja luar usahatani)
      Ø  Jumlah dan sumber biaya yang diperlukan ( sumber biaya swadaya, tabungan sendiri atau pinjaman kredit )
        1. waktu jadwal pelaksanaan
        2. cara memasarkan hasil usaha
        3. perkiraan hasil dan keuntungan yang akan diperoleh,

      BAB III
      WAKTU PENYUSUNAN

      Waktu penyusunan RUK sebaiknya dilakukan dengan  mempertimbangkan  kaitannya dengan hal – hal berikut :

      1. Setelah pelaksanaan PRA  Desa ( atau pengkajian ulang PRA Desa) dan penyusunan profil keluarga.
      2. Setiap musim tanam ( sebelum mengolah lahan untuk usaha pertanian semusim
      3. Sebelum panen ( untuk usaha tanaman tahunan )
      4. Sebelum memulai siklus usaha berikutnya
      5. Sebelum memulai usaha baru ( misalnya : ternak ayam , ikan, pengolahan hasil pertanian, dll,. 

      BAB IV

      TAHAPAN PENYUSUNAN

           Tahapan penyusunan  RUK terdiri dari 10 langkah sebagai berikut :

      Langkah 1

      Seluruh anggota keluarga mempelajari data / informasi hasil ( hasil kajian ulang), PRA Desa data profil  keluarga, serta bersama-sama  menggambarkan  peta lahan usaha pertanian keluarga untuk menggali potensi sumberdaya yang dimiliki keluarga, masalah yang dihadapi dan peluang untuk meningkatkan produktivitas usaha dan pendapatan keluarga.
      Hal – hal yang perlu diperhatikan antara lain :
      1. Lakukan analisis  terhadap jenis usaha dan tingkat produktivitas usaha yang dilakukan.
      2. Bila jenis usaha  lebih dari  1 , lakukan analisis untuk menetapkan  jenis usaha apa yang perlu dipertimbangkan  untuk  diperbesar usahanya  dan jenis usaha apa  yang sebaiknya ditinggalkan /diganti
      3. Dengan pertimbangan yang realitis  dan rasional , tetapkan jenis  usaha baru yang ingin dikembangkan  oleh keluarga  untuk peluang pasar yang ada.
      4. Gunakan peta lahan usaha pertanian keluarga untuk mengetahui :
      Ø  Luas lahan yang belum diusahakan
      Ø  Jenis tanaman atau komoditas yang perlu diteruskan pengelolaannya
      Ø  Jenis tanaman atau komoditas yang tidak perlu diteruskan pengelolaannya
      Ø  Jenis tanaman atau komoditas yang telah sesuai  dengan kondisi lahan dan iklim , namun belum mampu  keuntungan . Analisis masalah  atau faktor penyebabnya serta upaya untuk mengatasi  atau mempebaiki  produktivitasnya.
      Ø  Jenis tanaman atau komoditas yang dinilai  dapat ditingkatkan  nilai tambahnya dengan melakukan  diversifikasi, baik horizontal maupun vertikal.
      1. Analisis  penguasaan  setiap anggota keluarga, baik bapak, ibu dan anak yang telah dewasa, terhadap teknologi yang diperlukan  untuk melakukan kegiatan / usaha yang dilakukan oleh masing-masing secara produktif dan menguntungkan.
      2. Analisis ketersediaan dan kesinambungan suplai bahan baku serta suplai saprodi
      3. Analisis ketersediaan dan akses keluarga  terhadap sumber permodalan usaha, dimiliki keluarga ataupun pihak luar.
      4. Kalender musim ( perlu ada  penyesuaian  kalender  atau tidak, berdasarkan  pengalaman 3 tahun terakhir )
      5. Peluang pasar, belum jenuh,pesaing, posisi tawar menawar keluarga dihadapan pembeli, bagaimana meningkatkan posisi tawar keluarga, dll
      6. Sosial budaya , keseusuaian  dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat, penerimaan masyarakat, dampak  usaha, dll

      Contoh : Matrik Potensi dan Masalah Sumberdaya : “ Keluarga ,,,,,,,,,,

      No
      Komoditas
      Satuan
      Kondisi
      Status

      Masalah

      Ket
      Diusahakan
       Belum
      Milik
      Bukan
      1
      Pertanian
      Sawah
      Kebun Jeruk
       ( Ha)






      2
      Pternakan







      3
      Perikanan







      4
      Sumber Modal

















      Langkah 2.

      Diskusikan bersama anggota keluarga tentang
      ·         Masalah yang dihadapi dalam usaha  pertanian yang dilaksanakan selama ini
      ·         Penyebab timbulnya masalah itu
      ·         Akibatnya terhadap hasil usaha
      Contoh :
      Masalah
      ·         Pendapatan dari pohon Jeruk  Siam tahun 2008 lebih  lebih rendah dibandingkan tahun 2007
      Penyebab
      ·         Kurang pemberian pupuk, jenis pupuk tidak seimbang  bibit asal cangkokan
      ·         Cara pemangkasan yang kurang tepat
      Akibat
      ·         Hasil per pohon  rendah
      ·         Sebagian pohon tidak berbuah lebat

        Langkah 3

      Musyawarahkan bersama seluruh anggota keluarga bagaimana  mengatasi permasalahan yang ada, memperhatikan kemampuan keluarga ( modal, sarana produksi/sarana usaha dan keterampilan  yang dimiliki  oleh setiap anggota  keluarga  dalam melaksanakan  kegiatan/usaha masing-masing )
      Contoh :
      Mengatasi masalah hasil per pohon pada tanaman Jeruk Siam , ada beberapa cara :
      • Pemberian pupuk lengkap, pupuk organik, peliburan
      • Melakukan pemangkasan yang tepat
      • Mengganti tanaman yang berasal dari cangkokan/ tanaman rusak   mengganti tanaman baru berasal dari bibit okulasi
      Dari ketiga cara tersebut, cara apa atau kombinasi cara apa yang bila diterapkan akan mampu meningkatkan produktivitas , dapat dilakukan dan biayanya dapat ditanggulangi oleh keluarga tani.

      CONTOH :






      Matrik Identifikasi dan Pemecahan Masalah yang dihadapi Keluarga ……………………..


      No
      Komoditi
      Satuan
      Masalah
      Penyebab
      Akibat
      Pemecahan
      Pelaksana




      Masalah

      Masalah

      1
      Pertanian














       2
      Peternakan 














       4
      Perikanan 














       4
      Simber Modal 















      Langkah 4

      Lakukan musyawarah bersama anggota keluarga  untuk menetapkan sasaran  atau hasil yang ingin dicapai  dan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
      Langkah 5

      Perhatikan dan cermati kembali kalender musiman apakah dari kalender  musiman yang telah ada itu terdapat kegiatan yang perlu diubah untuk musim tanam atau siklus usaha yang akan datang ? Misalnya jadwal pemupukan pupuk kandang yang dilakukan setelah pengolahan lahan sebagai pemupukan dasar.
      Berdasarkan perubahan tersebut susunlah kembali jadwal kegiatan – kegiatan akan dilaksnakan , mislanya kapan waktu memupuk Jeruk dengan pupuk kandang dan lain –lain.

      Langkah 6.

      Informasi perlakuan – perlakuan yang akan diterapkan dalam mencapai sasaran yang diinginkan pada musim tanam atau siklus usaha yang akan datang kepada siapa yang akan mengerjakan pekerjaan itu ., apakah pekerjaan itu akan dikerjakan oleh bapak, ibu atau anak yang dewasa. Persiapkan mereka dengan keterampilan untuk memangkas  dengan cara yang tepat, dan memupuk dengan pupuk kandang, dll.

      Contoh : Jadwal Kegiatan dan Pelaksanaan

                Kegiatan
      Januari
      Pebruari
      keterangan
                   Mg 1
      Mg 2
      Mg 3
      Mg 4
                   Mg 1
      Mg 2
      Mg 3
      Mg 4

      Memangkas








      Bapak, anak
      Membersihkan kebun








      Ibu, anak
      Menerapkan pupuk kandang









      Ibu, anak

       Langkah 7

      Musyawarahkan penyusunan  kebutuhan sarana produksi/ sarana  usaha dan tenaga kerja untuk melaksanakan  kegiatan  tersebut dengan seluruh  anggota keluarga.
      Hal-hal yang perlu diperhatikan  sebagai berikut :
      ü  Apakah perlu alat baru ?
      ü  Bila perlu berapa buah ?
      ü  Berapa harganya ?
      ü  Berapa orang yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan itu diluar anggota keluarga
      ü  Berapa pupuk yang diperlukan ?
      ü  Dll

      Langkah 8
      Berdasarkan kegiatan-kegiatan yang telah tersusun, maka hitunglah perkiraan biaya berdasarkan kebutuhan sarana produksi/sarana usaha dan tenaga kerja
      Jumlahkan seluruh  biaya yang akan dikeluarkan, jangan sampai ada biaya yang tidak terhitung, misalnya biaya pajak bumi atau iuran-iuran lainnya.

      Langkah 9
      Berdasarkan perkiraan biaya  yang dibutuhkan  dan jadwal  pelaksanaan  kegiatan , maka susunlah  jadwal pengeluaran biaya

      Langkah 10
      Rujuk kembali hasil produksi pada musim tanam  yang lalu. Bersama seluruh  anggota  keluarga  buatlah  taksiran produksi yang akan dicapai

      Dari hasil perkiraan kebutuhan  biaya yang diperlukan dan hasil produksi , maka hitunglah taksiran hasil yang akan diperoleh  dalam usaha yang akan dikembangkan  dalam satu musim/siklus usaha.
      Hitunglah perkiraan  keuntungan dengan mengurangi antara nilai hasil dengan pengeluaran.