Petunjuk praktis belajar gratis bagi : Petani,Milleneal Mahasiswa/i, Penyuluh Pertanian dan Penghobi serta siapapun
- Budidaya Sayuran, Tanaman Obat,
- Budidaya Tanaman Buah dan
- Budidaya Tanaman Hias
Tempat berbagi ilmu pertanian gratis , silahkan disebar luaskan
(boleh di Copy dan Paste) download e book pertanian
Hari Senin, tanggal 15 Desember 2012 lokasi kegiatan di Desa Sungai Riam Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah laut, telah dilakukan pertemuan dengan Judul Publikasi Hasil Teknologi Batan ( Badan tenaga Atom Nasional) di tingkat petani dan pelatihan penggunaan Alat Tanam Mesin . Peserta yang hadir dari Unsur :
Gapoktan ( Gabungan Kelompok Tani) lokais kegiatan
Kepala BP3K Kecamatan se Kabupaten Tanah Laut
Mantri Tani
Kecamatan se Kabupaten Tanah Laut
Perguruan Tinggi ( Fakultas Pertanian Unlam Banjarbaru )
Batan beserta Tim Pendukung
Undangan dari Kabupaten, Dinas Instansi tingkat provinsi
Pada prinsip kegiatan ini untuk menyampaikan hasil kegiatan oleh Batan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi khusus Fakultas Pertanian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut serta pelaku Utamanya Petani, Kelompok tani dil lokasi kegiatan tersebut.. Kegiatan Utama adalah penananam Padi yang telah di hasilkan oleh Batan dengan teknik budidaya yang lebih maju.
Khusus untuk penanaman padi , Gapoktan menerima bantuan fasilitas alat Transplanter Paddy dari Distanbun .
Pengertian :Rice Transplanter sendiri merupakan alat tanam padi dengan cara mendorong seperti hand tractor. Alat tersebut memudahkan petani menanam padi karena dapat menghemat waktu, mempercepat proses penanaman bibit padi serta menyiasati kurangnya tenaga kerja dalam proses penanaman padi.
Foto hasil kegiatan sebagai berikut khusus pada pelatihan penggunaan alat tanam Padi.
Foto 1 Bentuk Alat Tanam Padi
Foto 2 Pesemaian khusus untuk Tanam Padi
Foto 3.. Bibit Padi yang sudah siam Tanam Umur antara 18 -20 hari
Foto 4. Penanam Padi
Oh ya untuk melengkapi data silahkan kunjungi website atau video di Youtube , ini dia
Link;
Video Pertama ini lebih beda siilahkan lihat
Untuk Video Kedua , sumber dari Youtube,,, lokasi Thailand.
Anda ingin belajar secara teknis bisa mengunjungi website milik IPB KIlik Disini
Pada bagian ini akan dijelaskan tentang metode penanaman bibit, mesin dan peralatan penanam bibit, cara kerja mesin penanam bibit serta evaluasi kinerja mesin penanam bibit.
Berdasarkan usulan proposal permintaan bantuan teknis untuk memberdayakan penghuni Rutan, pihak Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan dengan cepat merespon positip. Pada Tahun 2012 ini para penghuni Rutan yang telah terseleksi, dipilih berdasarkan minat pada bidang Pertanian.
Saya yang mengurusi di bidang Hortikultura memberikan bimbingan teknis, kunjungan rutin untuk mengajar, memberikan informasi cara budidaya, membuat pupuk organik, mengendalikan gulma, mengendalikan hama penyakit. Bagi mereka yang belum pernah bergelut di bidang pertanian tentu agak lambat menerima, tapi dengan kunjungan rutin, , langsung praktek....
Bimbingan yang diberikan sesuai prosedur, rekomendasi teknis budidaya sayuran.
Beberapa hari, minggu dan bulan, maka hasil tanaman seperti :
Bertanam Buahan - buahan Tanaman Tahun, Kajian secara bisnis dan teknis, Oke Klik aja link
Mau lengkap donlot tanaman buah kunjungi warintek klik Link ini
Peluang Usaha Budidaya Buah-buahan mari kita kunjungi website : disini
Lengkap tentang Budidaya Buah-buahan Kunjungi juga website : warintek Bantul
Penampilannya begini
21.Pertanian sudah menjadi industri dan kegiatan berkebun tidak lagi hanya sebatas di pekarangan rumah tetapi sudah menjadi usaha bisnis yang digeluti dengan serius. Gemerlap bisnis berkebun ada pasang surutnya tetapi tidak akan pernah mati. AGRITEKNO ada untuk menyebarkan informasi teknis pengetahuan dan seputar bisnis berkebun. AGRITEKNO menyediakan produk - produk pilihan untuk sarana berkebun dan pertanian pada umumnya.. Mau lengkapi kunjungi websitedisini 22. Artikel terkait tentang Tanaman Buah yang lainn, dari website ibojempol.com Anda dapat mengklik link berikut ini
Anda sudah membentuk Kelompok Tani
Membentuk Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan)
Agar kelembagaan Tani yang anda bentuk menjadi legal dan resmi
Diterima oleh pihak manapun, terutama bagi pihak pemerintah, perbankan dan pihak lain yang berkompetensi dengan kelompoktani / Gapoktan
Apakah anda sudah membuatkan surat resmi
Surat keterangan yang menyatakan bahwa kelembagaan anda betul betul resmi
Yaitu membuat Surat Berita Acara Pembentukan Kelompoktani / Gabungan Kelompok Tani
Anda mau :
Oke saya berikan contohnya.
Bila anda mempunyai contoh yang lebih h baik dan telah berhasil kelompoktaninya , atau gabungan kelompok tani., mari kita saling berbagi cerita.
CONTOH
BERITA ACARA PEMBENTUKAN KELOMPOKTANI / GABUNGAN KELOMPOKTANI
Pada hari ini, ………… tanggal …………bulan ………………………… tahun …............................................................................., bertempat di Desa …………………………….., telah dilaksanakan acara pembentukkan KELOMPOK TANI melalui musyawarah, peserta rapat telah sepakat membentuk KELOMPOK TANI yang diberi nama KELOMPOK TANI………………………………. Dengan sekretariat beralamat di RT. ….. Desa ………………………….. Kecamatan …...............................
Adapun susunan kepengurusan dan daftar anggota KELOMPOK TANI sebagaimana daftar terlampir.
Demikian berita acara ini kami buat dengan sebenarnya dan penuh tanggung jawab serta untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu (PTT) =
suatu pendekatan inovatif dalam upaya meningkatka produktivitas dan efisiensi usahatani melalui perbaikan
sistem/ pendekatan dalam perakitan paket teknologi yg sinergis antar komponen teknologi, dilakukan secara partisipatif oleh petani serta bersifat spesifik lokasi
Sekolah Lapang-PTT (SL-PTT) =
suatu tempat pendidikan non formal bagi petani utk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usahatani, mengatasi prmasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yg sesuai dengan kondisi sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahataninya menjadi efisien, berproduktivtas tinggi dan berkelanjutan
Laboratorium Lapang (LL) =
kawasan/area yang terdapat dalam kawasan SL-PTT yg berfungsi sbg lokasi percontohan, tempat belajar dan tempat praktek penerapan teknologi yang disusun dan diaplikasikan bersama oleh kelompok tani/ petani
Pemandu Lapangan (PL) adalah
Penyuluh Pertanian, Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), Pengawas Benih Tanaman (PBT) yang telah mengikuti pelatihan SL-PTT
Pemahaman Masalah dan Peluang (PMP/KKP/PRA):
adalah tahapan pendekatan PTT yang diawali dgn kelompoktani melakukan identifikasi masalah peningkatan hsil tanaman (kedelai) diwilayah setempat dan membahas peluang kemungkinan mengatasi masalah tersebut
POSKO I-V adalah
Pos Simpul Koordinasi sebagai tempat melaksanakan koordinasi dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan SL-PTT, POSKO yang dimaksud adalah POSKO yang telah ada misalnya POSKO P2KdN
Rencana Usahatani Kelompok (RUK) =
rencana kerja usaha tani dari kelompoktani untuk satu periode musim tanam yang disusun melalui musyawarah dan kesepakatan bersama dlm pengelolaan usahatani sehamparan wilayah kelompoktani yang memuat uraian kebutuhan, jenis, volume, harga satuan dan jumlah uang yang diajukan untuk pembelian saprodi
Rencana Usahatani Kelompok (RUK) =
rencana kerja usaha tani dari kelompoktani utk satu musim tanam yg disusun melalui musyawarah dan kesepakatan bersama dalam pengelolaan usahatani sehamparan wilayah kelompok tani yang memuat uraian kebutuhan, jenis, volume, harga satuan dan jumlah uang yg diajukan untuk pembelian saprodi
Lokasi SL–PTT diusahakan berada pada satu hamparan, mempunyai potensi peningkatan produktivitas dan anggota kelompoktaninya responsif terhadap penerapan teknologi.
Luas satu unit SL–PTT jagung hibrida adalah ± 15 ha yang didalamnya terdapat satu unit LL seluas minimal 1 ha.
Luas satu unit SL–PTT Kedelai dan kacang tanhadalah ± 10 ha yang didalamnya terdapat satu unit LL seluas minimal 1 ha.
Luas satu unit SL–PTT diatas apat disesuaikan pada kondisi luasan setempat, dengan ketentuan :
Luasan setiap unit SL–PTT bisa bervariasi disesuaikan dengan kondisi setempat namun Total luasan dan total jumlah SL–PTT tidak boleh kurang dari yang dibiayai.
Total Luasan dan Total jumlah SL–PTT bisa lebih dari yang dibiayai. Kelebihan luasan ataupun jumlah SL–PTT ditanggung anggaran lain ataupun swadana petani.
Luas areal LL bisa lebih dari 1 ha apabila dananya masih memungkinkan tetapi tidak boleh kurang dari 1 ha.
Peserta tiap unit SL–PTT idealnya terdiri dari 15 - 25 petani yang berasal dari satu kelompoktani yang sama, namun jumlah peserta dapat disesuaikan dengan luas pemilikan lahan serta situasi dan kondisi setempat.
Memiliki Pemandu Lapangan
Persyaratan Kelompoktani pelaksana SL–PTT
Kelompoktani tersebut masih aktif dan mempunyai kepengurusan yang lengkap yaitu Ketua, Sekretaris dan Bendahara.
Telah menyusun RUK
Kelompoktani penerima bantuan SL–PTT ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten / Kota.
Kelompoktani peserta SL–PTT diutamakan yang belum pernah menerima bantuan SL–PTT tahun anggaran 2008 atau bantuan dari BLBU tahun 2008.
Memiliki rekening yang masih berlaku / masih aktif di Bank Pemerintah (BUMN atau BUMD/
Bank Daerah) yang terdekat dan bagi Kelompok Tani yang belum memiliki, harus membuka rekening di Bank
Tujuan yang ingin dicapaiJenis media yang digunakan untuk menambah pengetahuan berbeda dengan untuk menambah keterampilan
Keadaan sasaran yang dituju ( tingkat pendidikan, tingkat adopsi, usia, dll) Jenis media untuk petani yang benar berminat dengan yang sudah ingin mencoba tentunya berbeda. Demikian pula untuk yang tingkat pendididkannya rendah berbeda denagn tingkat pendidikannya tinggi.
Keadaan lokasi pengguna mediaDi lokasi yang belum tersedia aliran listrik jenis media yang digunakan lebih terbatas.
Kelompok sasaranJenis media yang digunakan untuk massa berbeda dengan untuk kelompok dan individu.
Mudah dibuat dan akrab.Media yang digunakan oleh petani tentunya sebaiknya media yang mudah digunakan dan akrab ( sering digunakan)
Biaya terjangkau.Pertimbangan biaya hendaknya tidak merupakan pertimbangan pertama.
Gambar 1. saya lagi tampil ,Gambar 2. Sek Badan SDM Pertanian, Bupati, Kepala BP4 K
Gambar 3, Sambutan Bupati Tanah Laut, Gambar 4, Pembicara utama Bapak Muchransyah
Pelaihari, Selasa, 15 Desember 2009, Tutup tahun 2009 . pelaksanaan Pertemuan Teknis Penyuluhan Pertanian se Kalsel di kota Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, Kalsel yang dihadiri perwakilan beberapa kabupaten yang ada di Kalsel seperti Kab Banjar, Kab Balangan, Kab Tanah Bumbu, dll. ikut mewarnai kegiatan tersebut. Selain peserta utama Penyuluh Pertanian se kabupaten Tanah Laut berjumlah 250 orang. Penyuluh PNS, THL TB berbaur jadi satu dengan semangat baru menghadaip tahun 2010.
Setiap Penyuluh Pertanian wajib menggunakan buku catatan harian kunjungan kehadiran dikelompoktani
Setiap Penyuluh selalu mendokumentasikan kegiatan penyuluhan sebagai tanda bukti, keaktifan pekerjaan dan digunakan sebagai laporan , monitoring dan evaluasi.
Penyuluh Pertanian Ahli Kabupaten dan Kecamatan dapat memberikan pelatihan di BPP kepada PP Terampil dengan materi yang sesuai dengan disiplin ilmunya.
Di BPP dilaksanakan riset aksi oleh petani, pengusaha pertanian / pedagang pertanian. Juga dilaksanakan kegiatan pertemuan teknis, seminar, musyawarah, dan forum – forum petani lainnya.
Berpedoman pada petunjuk teknis yang telah ada yaitu dari Badan Sumberdaya Manusia Pertanian Departemen Pertanian
Kegiatan Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian lintas desa atau wialayah binaan menggunakan Tim Penyuluh Pertanian di Lapangan dengan disusun secara terjadwal.
Pada metode penyuluhan pertanian antara lain Percontohan melalui Demplot atau Demfarm , kaji terap, riset aksi , dll yang dilaksanakan oleh Tim Penyuluh Pertanian Lapangan ( TPL) Kecamatan dipandu oleh PP Ahli Kabupaten dalam hal desain pelaksanaan dan pelaporan.
Senin pagi, untuk yang kali ke berapa aku untuk mengumpulkan koleksi buku, menata ulang buku kesukaanku. Uang untuk belanja buku selalu kusisihkan, satu untuk 1 bulan sudah cukup. Sekarang sudah jaman digital, internet, aku suka mendownload buku buku fratis, artikel gratis. Setiap hari mencari melalui paman google dengan key word buku gratis, e book gratis. Cukup melelahkan menjelajah dunia tanpa batas ini.
Semuanya kukujadikan satu dalam satu cd yang beri judlu cd pertanian buku digital pertanian. Berusaha menata, menyusun berdasarkan kategori, komoditas. Selesai sudah. Anda tertarik dengan koleksi cd pertanian.
Apa saja isinya.
Banyak sekali sekali koleksi artikel pertanian, buku yang kukumpulkan.
File nya dalam bentuk pdf, word, ppt
Semuanya lebih dari 600 Mb.
Gambar 1. Koleksi CD lagu / film yang rusak kujadikan mulsa dipolibag untuk mengurangi serangan hama dan penyakit. Silau dan menakutkan, anda sudah pernah menggunakan seperti ini. ya mari kita saling berbagi cerita.
Gambar 2. Koleksi buku seputar pupuk organik, pembuatan pupuk, dan lain
Gambar 3. Koleksi buku disimpan lemari khusus, aman dari ganggunan anak 2.
Menurut UUD No 12 Tahun 1992 tentang Budidaya Tanaman memberikan kebebasan kepada petani untuk memilih komoditi yang diusahakan , dan mengambil keputusan sendiri atas pengelolaan usaha pertaniannya, berdasarkan pertimbangan – pertimbangan yang dimilikinya.
Penyuluh Pertanian berperan sebagai konsultan, pendamping dan mitra petani dalam memfasilitasi agar petani dan keluarganya serta pelaku usaha pertanian lainnya mampu mengambil keputusannya sendiri, dengan jalan :
Membantu menemukan masalah
Membantu menganalisis situasi yang sedang dihadapi dan melakukan perkiraan kedepan ;
Membantu memperoleh pengetahuan / informasi teknologi, pasar, permodalan dan kemudahan – kemudahan lain guna memecahkan masalah
Membantu mengambil keputusan betrdasarkan analisis terhadap situasi dan masalah yang dihadapinya.
Langkah awal dalam mewujudkan keputusan yang diambil dalam pengelolaan usaha pertaniannya adalah dengan menyusun Rencana Usaha Keluarga ( TUK), RUK ini dibuat dan disepakati serta dilaksanakan oleh keluarga tani
2. Tujuan
a.Sebagai acuan bagi keluarga tani dalam melaksanakan pengelolaan usaha pertanian yang lebih produktif dan menguntungkan
b.Sebagai acuan untuk mengembangkan jenis usaha tani atau melakukan diversifikasi ( horizontal) terhadap jenis komoditas yang sedang diusahakan secara realitas dan rasional.
3, Manfaat
Keluarga tani dapat mengetahui dan menggali potensi sumberdaya pertanian yang dimilikinya yang tersedia di desa dan lingkungannya.
Keluarga tani dapat merencanakan secara sistematis :
ØJenis usaha dan kegiatan yang akan dilaksanakan ( dimana, kapan dan siapa yang akan melaksanakan)
ØSarana kegiatan dan biaya yang diperlukan
Dengan menyusun RUK secara berkelanjutan , keluarga tani senantiasa dapat memulai / mengevaluasi hasil kegiatan usaha pertaniannya sehingga dapat terus memperbaiki produktivitas usahanya kearah yang lebih menguntungkan.
4. Pengertian :
Rencana Usaha Keluarga ( RUK) adalah rencana usaha yang dibuat oleh seluruh unsur-unsur keluarga tani yang telah berkecimpung dalam usaha pertanian keluarga ( baik bapak, ibu maupun anak-anak yang telah dewasa ) dan disepakati bersama dan dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan pengelolaan usaha pertanian atau untuk mengembangkan usaha baru dalam rangka meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga yang meliputi daftar jenis usaha dan kegiatan, pelaku kegiatan , volume usaha/jumlah, sarana produksi serta besar biaya yang diperlukan , jadwal pelaksanaan kegiatan dan perkiraan hasil/keuntungan yang akan diperoleh.
BAB II
RUANG LINGKUP DAN ISI
Ruang lingkup
Jenis usaha pertanian yyang sedang berjalan
Rencana jenis usaha pertanian dalam musim tanam atau siklus usaha berikutnya.
Sumberdaya dan potensi yang dimiliki oleh keluarga tani
Potensi desa lingkungan setempat dan peluang pasar
Unsur-unsur keluarga yang terlibat dalam pelaksanaan usaha pertanian di tingkat rumah tangga ( bapak, ibu dan anak)
Isi Rencana Usaha Pertanian Keluarga
Rencana Usaha Pertanian Keluarga (RUK) mneliputi hal-hal sebagai berikut :
Hasil dan kegiatan yang ingin dicapai dan dilaksanakan
Adanya masalah yang akan dipecahkan
Tempat lokasi kegiatan
Rincian kegiatan untuk melaksanakan jenis usaha yang direncanakan
Kebutuhan yang diperlukan dalam usaha pertanian yang terdiri dari :
ØJenis dan volume/jumlah sarana produksi sarana usaha yang akan digunakan ( yang menggambarkan jenis teknologi yang akan diterapkan )
ØJumlah dan jenis tenaga kerja ( apakah menggunakan anggota keluarga atau tenaga kerja luar usahatani)
ØJumlah dan sumber biaya yang diperlukan ( sumber biaya swadaya, tabungan sendiri atau pinjaman kredit )
waktu jadwal pelaksanaan
cara memasarkan hasil usaha
perkiraan hasil dan keuntungan yang akan diperoleh,
BAB III
WAKTU PENYUSUNAN
Waktu penyusunan RUK sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan kaitannya dengan hal – hal berikut :
Setelah pelaksanaan PRA Desa ( atau pengkajian ulang PRA Desa) dan penyusunan profil keluarga.
Setiap musim tanam ( sebelum mengolah lahan untuk usaha pertanian semusim
Sebelum panen ( untuk usaha tanaman tahunan )
Sebelum memulai siklus usaha berikutnya
Sebelum memulai usaha baru ( misalnya : ternak ayam , ikan, pengolahan hasil pertanian, dll,.
BAB IV
TAHAPAN PENYUSUNAN
Tahapan penyusunan RUK terdiri dari 10 langkah sebagai berikut :
Langkah 1
Seluruh anggota keluarga mempelajari data / informasi hasil ( hasil kajian ulang), PRA Desa data profil keluarga, serta bersama-sama menggambarkan peta lahan usaha pertanian keluarga untuk menggali potensi sumberdaya yang dimiliki keluarga, masalah yang dihadapi dan peluang untuk meningkatkan produktivitas usaha dan pendapatan keluarga.
Hal – hal yang perlu diperhatikan antara lain :
Lakukan analisis terhadap jenis usaha dan tingkat produktivitas usaha yang dilakukan.
Bila jenis usaha lebih dari 1 , lakukan analisis untuk menetapkan jenis usaha apa yang perlu dipertimbangkan untuk diperbesar usahanya dan jenis usaha apa yang sebaiknya ditinggalkan /diganti
Dengan pertimbangan yang realitis dan rasional , tetapkan jenis usaha baru yang ingin dikembangkan oleh keluarga untuk peluang pasar yang ada.
Gunakan peta lahan usaha pertanian keluarga untuk mengetahui :
ØLuas lahan yang belum diusahakan
ØJenis tanaman atau komoditas yang perlu diteruskan pengelolaannya
ØJenis tanaman atau komoditas yang tidak perlu diteruskan pengelolaannya
ØJenis tanaman atau komoditas yang telah sesuai dengan kondisi lahan dan iklim , namun belum mampu keuntungan . Analisis masalah atau faktor penyebabnya serta upaya untuk mengatasi atau mempebaiki produktivitasnya.
ØJenis tanaman atau komoditas yang dinilai dapat ditingkatkan nilai tambahnya dengan melakukan diversifikasi, baik horizontal maupun vertikal.
Analisis penguasaan setiap anggota keluarga, baik bapak, ibu dan anak yang telah dewasa, terhadap teknologi yang diperlukan untuk melakukan kegiatan / usaha yang dilakukan oleh masing-masing secara produktif dan menguntungkan.
Analisis ketersediaan dan kesinambungan suplai bahan baku serta suplai saprodi
Analisis ketersediaan dan akses keluarga terhadap sumber permodalan usaha, dimiliki keluarga ataupun pihak luar.
Kalender musim ( perlu ada penyesuaian kalender atau tidak, berdasarkan pengalaman 3 tahun terakhir )
Peluang pasar, belum jenuh,pesaing, posisi tawar menawar keluarga dihadapan pembeli, bagaimana meningkatkan posisi tawar keluarga, dll
Sosial budaya , keseusuaian dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat, penerimaan masyarakat, dampak usaha, dll
Contoh : Matrik Potensi dan Masalah Sumberdaya : “ Keluarga ,,,,,,,,,,
No
Komoditas
Satuan
Kondisi
Status
Masalah
Ket
Diusahakan
Belum
Milik
Bukan
1
Pertanian
Sawah
Kebun Jeruk
( Ha)
2
Pternakan
3
Perikanan
4
Sumber Modal
Langkah 2.
Diskusikan bersama anggota keluarga tentang
·Masalah yang dihadapi dalam usaha pertanian yang dilaksanakan selama ini
·Penyebab timbulnya masalah itu
·Akibatnya terhadap hasil usaha
Contoh :
Masalah
·Pendapatan dari pohon Jeruk Siam tahun 2008 lebih lebih rendah dibandingkan tahun 2007
Penyebab
·Kurang pemberian pupuk, jenis pupuk tidak seimbang bibit asal cangkokan
·Cara pemangkasan yang kurang tepat
Akibat
·Hasil per pohon rendah
·Sebagian pohon tidak berbuah lebat
Langkah 3
Musyawarahkan bersama seluruh anggota keluarga bagaimana mengatasi permasalahan yang ada, memperhatikan kemampuan keluarga ( modal, sarana produksi/sarana usaha dan keterampilan yang dimiliki oleh setiap anggota keluarga dalam melaksanakan kegiatan/usaha masing-masing )
Contoh :
Mengatasi masalah hasil per pohon pada tanaman Jeruk Siam , ada beberapa cara :
Pemberian pupuk lengkap, pupuk organik, peliburan
Melakukan pemangkasan yang tepat
Mengganti tanaman yang berasal dari cangkokan/ tanaman rusak mengganti tanaman baru berasal dari bibit okulasi
Dari ketiga cara tersebut, cara apa atau kombinasi cara apa yang bila diterapkan akan mampu meningkatkan produktivitas , dapat dilakukan dan biayanya dapat ditanggulangi oleh keluarga tani.
CONTOH :
Matrik Identifikasi dan Pemecahan Masalah yang dihadapi Keluarga ……………………..
No
Komoditi
Satuan
Masalah
Penyebab
Akibat
Pemecahan
Pelaksana
Masalah
Masalah
1
Pertanian
2
Peternakan
4
Perikanan
4
Simber Modal
Langkah 4
Lakukan musyawarah bersama anggota keluarga untuk menetapkan sasaran atau hasil yang ingin dicapai dan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Langkah 5
Perhatikan dan cermati kembali kalender musiman apakah dari kalender musiman yang telah ada itu terdapat kegiatan yang perlu diubah untuk musim tanam atau siklus usaha yang akan datang ? Misalnya jadwal pemupukan pupuk kandang yang dilakukan setelah pengolahan lahan sebagai pemupukan dasar.
Berdasarkan perubahan tersebut susunlah kembali jadwal kegiatan – kegiatan akan dilaksnakan , mislanya kapan waktu memupuk Jeruk dengan pupuk kandang dan lain –lain.
Langkah 6.
Informasi perlakuan – perlakuan yang akan diterapkan dalam mencapai sasaran yang diinginkan pada musim tanam atau siklus usaha yang akan datang kepada siapa yang akan mengerjakan pekerjaan itu ., apakah pekerjaan itu akan dikerjakan oleh bapak, ibu atau anak yang dewasa. Persiapkan mereka dengan keterampilan untuk memangkas dengan cara yang tepat, dan memupuk dengan pupuk kandang, dll.
Contoh : Jadwal Kegiatan dan Pelaksanaan
Kegiatan
Januari
Pebruari
keterangan
Mg 1
Mg 2
Mg 3
Mg 4
Mg 1
Mg 2
Mg 3
Mg 4
Memangkas
Bapak, anak
Membersihkan kebun
Ibu, anak
Menerapkan pupuk kandang
Ibu, anak
Langkah 7
Musyawarahkan penyusunan kebutuhan sarana produksi/ sarana usaha dan tenaga kerja untuk melaksanakan kegiatan tersebut dengan seluruh anggota keluarga.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut :
üApakah perlu alat baru ?
üBila perlu berapa buah ?
üBerapa harganya ?
üBerapa orang yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan itu diluar anggota keluarga
üBerapa pupuk yang diperlukan ?
üDll
Langkah 8
Berdasarkan kegiatan-kegiatan yang telah tersusun, maka hitunglah perkiraan biaya berdasarkan kebutuhan sarana produksi/sarana usaha dan tenaga kerja
Jumlahkan seluruh biaya yang akan dikeluarkan, jangan sampai ada biaya yang tidak terhitung, misalnya biaya pajak bumi atau iuran-iuran lainnya.
Langkah 9
Berdasarkan perkiraan biaya yang dibutuhkan dan jadwal pelaksanaan kegiatan , maka susunlah jadwal pengeluaran biaya
Langkah 10
Rujuk kembali hasil produksi pada musim tanam yang lalu. Bersama seluruh anggota keluarga buatlah taksiran produksi yang akan dicapai
Dari hasil perkiraan kebutuhan biaya yang diperlukan dan hasil produksi , maka hitunglah taksiran hasil yang akan diperoleh dalam usaha yang akan dikembangkan dalam satu musim/siklus usaha.
Hitunglah perkiraan keuntungan dengan mengurangi antara nilai hasil dengan pengeluaran.